<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Pembangunan Rumah Teknologi Risha Rp150 Juta untuk Korban Gempa Cianjur</title><description>Intip pembangunan rumah teknologi Risha untuk korban gempa Cianjur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/470/2724977/intip-pembangunan-rumah-teknologi-risha-rp150-juta-untuk-korban-gempa-cianjur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/470/2724977/intip-pembangunan-rumah-teknologi-risha-rp150-juta-untuk-korban-gempa-cianjur"/><item><title>Intip Pembangunan Rumah Teknologi Risha Rp150 Juta untuk Korban Gempa Cianjur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/470/2724977/intip-pembangunan-rumah-teknologi-risha-rp150-juta-untuk-korban-gempa-cianjur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/11/470/2724977/intip-pembangunan-rumah-teknologi-risha-rp150-juta-untuk-korban-gempa-cianjur</guid><pubDate>Minggu 11 Desember 2022 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/11/470/2724977/intip-pembangunan-rumah-teknologi-risha-rp150-juta-untuk-korban-gempa-cianjur-vSBqYZaTMK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan rumah korban gempa Cianjur (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/11/470/2724977/intip-pembangunan-rumah-teknologi-risha-rp150-juta-untuk-korban-gempa-cianjur-vSBqYZaTMK.jpeg</image><title>Pembangunan rumah korban gempa Cianjur (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Intip pembangunan rumah teknologi Risha untuk korban gempa Cianjur. Kementerian PUPR mulai melakukan pembangunan rumah untuk relokasi rumah warga yang rusak berat akihat Gempa di Cianjur, Jawa Barat beberapa pekan yang lalu.
Relokasi rumah warga letaknya di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat seluas 2,5 Hekatre. Diatas lahan tersebut nantinya akan di bangun 200 rumah RISHA (Rumah Instan Sehat Sederhana) dengan luas tanah 75 meter persegi dan luas bangunan 36 meter persegi.

BACA JUGA:Hunian Baru untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru Pakai Teknologi RISHA, Apa Itu?


&quot;Lahan itu sudah dinyatakan clear and clear, clear karena dari justifikasi BMKG unit ini berada di daerah aman tidak diatas patahan dan tidak berada di atas lahan lainnya,&quot; ujar Iwan dalam kunjungannya ke tempat relokasi tersebut, Minggu (11/12/2022).
Direktur Jendral Perumahan Iwan Suprijanto menjelaskan teknologi RISHA dipilih sebab dalam proses pembangunannya tergolong cepat dan memudahkan untuk diaplikasikan. Ditaksir untuk satu unit rumah menggunakan teknologi RISHA bernilai Rp150 juta.
BACA JUGA:Tips Bangun Rumah Tahan Gempa, Pondasi Bangunan Harus Kuat

Teknologi tersebut menurut Iwan semacam menyusun mainan Lego akan tetapi menggunakan beton yang dusun dan disambung menggunakan pengikat sling baja untuk tiangnya. Sedangkan di antara tiang, tembok dibangun menggunakan hebel atau bata ringan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMy8xLzE1ODA1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Adapun pada tahap pertama, ditargetkan bakal rampung 80 unit rumah  dan siap diberikan kepada warga yang terdampak paling lambat akhir  Desember 2022 mendatang. Sedangkan 120 sisanya akan ditargetkan tampung  akhir bulan Januari 2023.
&quot;Bangunan ini merupakan struktur tahan gempa, dengan beton bertulang,  tetapi sistem sambungan ini, perilakunya seperti kayu, jadi bangunan  ini tidak patah, tetapi bisa bergoyang,&quot; sambung Iwan.
Setidaknya ada 2 unit rumah yang sudah rampung 100% di tempat  relokasi tersebut sebagai percontoha. Kementerian PUPR hanya menyediakan  bangunan rumah, dengan spesifikasi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang  tamu, dan dapur. Sedangkan untuk bagian tulangan atap menggunakan rangka  baja ringan dan atap spandek pasir.</description><content:encoded>JAKARTA - Intip pembangunan rumah teknologi Risha untuk korban gempa Cianjur. Kementerian PUPR mulai melakukan pembangunan rumah untuk relokasi rumah warga yang rusak berat akihat Gempa di Cianjur, Jawa Barat beberapa pekan yang lalu.
Relokasi rumah warga letaknya di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat seluas 2,5 Hekatre. Diatas lahan tersebut nantinya akan di bangun 200 rumah RISHA (Rumah Instan Sehat Sederhana) dengan luas tanah 75 meter persegi dan luas bangunan 36 meter persegi.

BACA JUGA:Hunian Baru untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru Pakai Teknologi RISHA, Apa Itu?


&quot;Lahan itu sudah dinyatakan clear and clear, clear karena dari justifikasi BMKG unit ini berada di daerah aman tidak diatas patahan dan tidak berada di atas lahan lainnya,&quot; ujar Iwan dalam kunjungannya ke tempat relokasi tersebut, Minggu (11/12/2022).
Direktur Jendral Perumahan Iwan Suprijanto menjelaskan teknologi RISHA dipilih sebab dalam proses pembangunannya tergolong cepat dan memudahkan untuk diaplikasikan. Ditaksir untuk satu unit rumah menggunakan teknologi RISHA bernilai Rp150 juta.
BACA JUGA:Tips Bangun Rumah Tahan Gempa, Pondasi Bangunan Harus Kuat

Teknologi tersebut menurut Iwan semacam menyusun mainan Lego akan tetapi menggunakan beton yang dusun dan disambung menggunakan pengikat sling baja untuk tiangnya. Sedangkan di antara tiang, tembok dibangun menggunakan hebel atau bata ringan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMy8xLzE1ODA1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Adapun pada tahap pertama, ditargetkan bakal rampung 80 unit rumah  dan siap diberikan kepada warga yang terdampak paling lambat akhir  Desember 2022 mendatang. Sedangkan 120 sisanya akan ditargetkan tampung  akhir bulan Januari 2023.
&quot;Bangunan ini merupakan struktur tahan gempa, dengan beton bertulang,  tetapi sistem sambungan ini, perilakunya seperti kayu, jadi bangunan  ini tidak patah, tetapi bisa bergoyang,&quot; sambung Iwan.
Setidaknya ada 2 unit rumah yang sudah rampung 100% di tempat  relokasi tersebut sebagai percontoha. Kementerian PUPR hanya menyediakan  bangunan rumah, dengan spesifikasi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang  tamu, dan dapur. Sedangkan untuk bagian tulangan atap menggunakan rangka  baja ringan dan atap spandek pasir.</content:encoded></item></channel></rss>
