<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut Orang Miskin RI Lebih Pilih Beli Rokok Dibanding Makanan Bergizi</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa rokok adalah komponen pengeluaran terbesar bagi rumah tangga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725356/sri-mulyani-sebut-orang-miskin-ri-lebih-pilih-beli-rokok-dibanding-makanan-bergizi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725356/sri-mulyani-sebut-orang-miskin-ri-lebih-pilih-beli-rokok-dibanding-makanan-bergizi"/><item><title>Sri Mulyani Sebut Orang Miskin RI Lebih Pilih Beli Rokok Dibanding Makanan Bergizi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725356/sri-mulyani-sebut-orang-miskin-ri-lebih-pilih-beli-rokok-dibanding-makanan-bergizi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725356/sri-mulyani-sebut-orang-miskin-ri-lebih-pilih-beli-rokok-dibanding-makanan-bergizi</guid><pubDate>Senin 12 Desember 2022 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/12/320/2725356/sri-mulyani-sebut-orang-miskin-ri-lebih-pilih-beli-rokok-dibanding-makanan-bergizi-SjjRJwsY09.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/12/320/2725356/sri-mulyani-sebut-orang-miskin-ri-lebih-pilih-beli-rokok-dibanding-makanan-bergizi-SjjRJwsY09.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa rokok adalah komponen pengeluaran terbesar bagi rumah tangga, baik itu di perkotaan maupun di pedesaan. Menurutnya Rokok masuk di dalam posisi kedua tertinggi.
&quot;Ini menimbulkan suatu dilema mengenai bagaimana kita bisa memengaruhi konsumsi rumah tangga agar lebih memprioritaskan barang-barang yang memang lebih bergizi atau lebih dibutuhkan, terutama anak-anak, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi sehat dan produktif, serta baik,&quot; ujar  Sri Mulyani dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (12/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap 4 Alasan Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Sri mengatakan ada beberapa dampak negatif rokok terhadap rumah tangga. Pertama, peningkatan pengeluaran rokok 1% akan meningkatkan kemungkinan rumah tangga menjadi miskin sebesar 6%. Ini berdasarkan hasil studi PKJS UI di 2018.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMC80LzE1ODUwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Rumah tangga miskin rata-rata mengeluarkan Rp246.382 per bulannya untuk rokok,&quot; sebut Sri.
BACA JUGA:Sebut Kemenkeu Setan dan Iblis, Stafsus Sri Mulyani Minta Bupati Meranti Minta Maaf!

Padahal, dia mengatakan bahwa pengeluaran tersebut sebenarnya bisa dialihkan ke belanja yang lebih berguna dan prioritas.&quot;Seperti membeli bahan makanan, seperti tahu dan tempe, sehingga meningkatkan gizi rumah tangga miskin,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa rokok adalah komponen pengeluaran terbesar bagi rumah tangga, baik itu di perkotaan maupun di pedesaan. Menurutnya Rokok masuk di dalam posisi kedua tertinggi.
&quot;Ini menimbulkan suatu dilema mengenai bagaimana kita bisa memengaruhi konsumsi rumah tangga agar lebih memprioritaskan barang-barang yang memang lebih bergizi atau lebih dibutuhkan, terutama anak-anak, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi sehat dan produktif, serta baik,&quot; ujar  Sri Mulyani dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (12/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap 4 Alasan Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Sri mengatakan ada beberapa dampak negatif rokok terhadap rumah tangga. Pertama, peningkatan pengeluaran rokok 1% akan meningkatkan kemungkinan rumah tangga menjadi miskin sebesar 6%. Ini berdasarkan hasil studi PKJS UI di 2018.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMC80LzE1ODUwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Rumah tangga miskin rata-rata mengeluarkan Rp246.382 per bulannya untuk rokok,&quot; sebut Sri.
BACA JUGA:Sebut Kemenkeu Setan dan Iblis, Stafsus Sri Mulyani Minta Bupati Meranti Minta Maaf!

Padahal, dia mengatakan bahwa pengeluaran tersebut sebenarnya bisa dialihkan ke belanja yang lebih berguna dan prioritas.&quot;Seperti membeli bahan makanan, seperti tahu dan tempe, sehingga meningkatkan gizi rumah tangga miskin,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
