<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Pusing, Harga Rokok Sudah Mahal tapi Jumlah Perokok Naik</title><description>Sri Mulyani Indrawati mengatakan dirinya prihatin dengan perkembangan konsumsi rokok di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725372/sri-mulyani-pusing-harga-rokok-sudah-mahal-tapi-jumlah-perokok-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725372/sri-mulyani-pusing-harga-rokok-sudah-mahal-tapi-jumlah-perokok-naik"/><item><title>Sri Mulyani Pusing, Harga Rokok Sudah Mahal tapi Jumlah Perokok Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725372/sri-mulyani-pusing-harga-rokok-sudah-mahal-tapi-jumlah-perokok-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725372/sri-mulyani-pusing-harga-rokok-sudah-mahal-tapi-jumlah-perokok-naik</guid><pubDate>Senin 12 Desember 2022 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/12/320/2725372/sri-mulyani-pusing-harga-rokok-sudah-mahal-tapi-jumlah-perokok-naik-vu877W7Vwl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/12/320/2725372/sri-mulyani-pusing-harga-rokok-sudah-mahal-tapi-jumlah-perokok-naik-vu877W7Vwl.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan dirinya prihatin dengan perkembangan konsumsi rokok di Indonesia. Pasalnya, kebijakan tarif cukai hasil tembakau (HT) ikut mendorong kenaikan indeks kemahalan rokok.
&quot;Namun, jumlah perokok masih sangat tinggi dan cenderung meningkat,&quot; ujar Sri dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (12/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Orang Miskin RI Lebih Pilih Beli Rokok Dibanding Makanan Bergizi

Pada saat pihaknya menaikkan harga tarif cukai HT lumayan tinggi di 2020, produksi rokok menurun cukup drastis hingga 9,7%. Ini juga didorong oleh adanya kontraksi ekonomi di tahun itu akibat pandemi Covid-19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMC80LzE1ODUwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kemudian di tahun 2021, seiring dengan pemulihan ekonomi, terdapat kenaikan dari produksi rokok hingga 4%.
&quot;Untuk 2022, sampai dengan bulan November, kita lihat produksinya turun 3,3%. Karena kenaikan 12+12% itu,&quot; ucap Sri.
BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap 4 Alasan Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Maka dari itu, Sri mengatakan bahwa untuk tahun 2022, diproyeksikan produksi rokok akan sedikit mengalami penurunan.&quot;Ini karena tarif sigaret kretek tangan (SKT) yang dinaikkan, adanya penyesuaian harga jual eceran (HJE) minimum dan simplifikasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan dirinya prihatin dengan perkembangan konsumsi rokok di Indonesia. Pasalnya, kebijakan tarif cukai hasil tembakau (HT) ikut mendorong kenaikan indeks kemahalan rokok.
&quot;Namun, jumlah perokok masih sangat tinggi dan cenderung meningkat,&quot; ujar Sri dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (12/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Orang Miskin RI Lebih Pilih Beli Rokok Dibanding Makanan Bergizi

Pada saat pihaknya menaikkan harga tarif cukai HT lumayan tinggi di 2020, produksi rokok menurun cukup drastis hingga 9,7%. Ini juga didorong oleh adanya kontraksi ekonomi di tahun itu akibat pandemi Covid-19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMC80LzE1ODUwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kemudian di tahun 2021, seiring dengan pemulihan ekonomi, terdapat kenaikan dari produksi rokok hingga 4%.
&quot;Untuk 2022, sampai dengan bulan November, kita lihat produksinya turun 3,3%. Karena kenaikan 12+12% itu,&quot; ucap Sri.
BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap 4 Alasan Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Maka dari itu, Sri mengatakan bahwa untuk tahun 2022, diproyeksikan produksi rokok akan sedikit mengalami penurunan.&quot;Ini karena tarif sigaret kretek tangan (SKT) yang dinaikkan, adanya penyesuaian harga jual eceran (HJE) minimum dan simplifikasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
