<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transformasi Digital, OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Harus Tetap Dijaga</title><description>Transformasi digital dan stabilitas sektor keuangan harus berjalan beriringan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725557/transformasi-digital-ojk-stabilitas-sektor-keuangan-harus-tetap-dijaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725557/transformasi-digital-ojk-stabilitas-sektor-keuangan-harus-tetap-dijaga"/><item><title>Transformasi Digital, OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Harus Tetap Dijaga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725557/transformasi-digital-ojk-stabilitas-sektor-keuangan-harus-tetap-dijaga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/320/2725557/transformasi-digital-ojk-stabilitas-sektor-keuangan-harus-tetap-dijaga</guid><pubDate>Senin 12 Desember 2022 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/12/320/2725557/transformasi-digital-ojk-stabilitas-sektor-keuangan-harus-tetap-dijaga-1oUO1w2zlI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stabilitas sistem keuangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/12/320/2725557/transformasi-digital-ojk-stabilitas-sektor-keuangan-harus-tetap-dijaga-1oUO1w2zlI.jpg</image><title>Stabilitas sistem keuangan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Transformasi digital dan stabilitas sektor keuangan harus berjalan beriringan. Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara menegaskan pesatnya transformasi digital di sektor jasa keuangan harus tetap menjaga stabilitas di sektor tersebut.
&quot;Untuk itu OJK akan terus melakukan penyempurnaan kebijakan yang akomodatif dalam memitigasi terkait digital,&quot; ujar Mirza dilansir dari Antara, Senin (12/12/2022).
BACA JUGA:OJK Terbitkan Batas Maksimum Pemberian Kredit BPR hingga BPRS

Selain itu dia menilai inovasi digital di sektor keuangan harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan memiliki kerangka manajemen risiko yang andal.
Berdasarkan data Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) pada tahun 2022, saat ini terdapat lebih dari 20 jenis layanan keuangan digital yang ditawarkan oleh kurang lebih sebanyak 306 penyelenggara perusahaan teknologi finansial atau financial technology (tekfin/fintech).
BACA JUGA:Ini Koperasi yang Bakal Diawasi dan Diatur OJK di RUU PPSK

Layanan tersebut diantaranya yakni pembayaran digital, pinjaman online atau Peer-to-Peer (P2P) Lending, agregator, inovatif credit scoring, perencana keuangan, dan layanan urun dana di pasar modal atau security crowdfunding.
Mirza mengatakan pihaknya turut memberi apresiasi kepada penyelenggara fintech yang terus memberi kontribusi untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNy80LzE1ODMzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kontribusi itu terlihat dari peran P2P Lending yang menyalurkan 44,3%  pinjaman di Indonesia atau sebesar Rp8,26 triliun kepada pelaku UMKM  dan sektor produktif lainnya.
Security crowdfunding juga mencatat pengumpulan dana sebesar Rp661 miliar yang siap disalurkan untuk pengembangan UMKM.
&quot;Inovasi keuangan digital yang berjumlah 93 platform turut  berkontribusi kepada lebih dari 2 triliun transaksi layanan jasa  keuangan di Indonesia,&quot; kata Mirza.</description><content:encoded>JAKARTA - Transformasi digital dan stabilitas sektor keuangan harus berjalan beriringan. Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswara menegaskan pesatnya transformasi digital di sektor jasa keuangan harus tetap menjaga stabilitas di sektor tersebut.
&quot;Untuk itu OJK akan terus melakukan penyempurnaan kebijakan yang akomodatif dalam memitigasi terkait digital,&quot; ujar Mirza dilansir dari Antara, Senin (12/12/2022).
BACA JUGA:OJK Terbitkan Batas Maksimum Pemberian Kredit BPR hingga BPRS

Selain itu dia menilai inovasi digital di sektor keuangan harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan memiliki kerangka manajemen risiko yang andal.
Berdasarkan data Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) pada tahun 2022, saat ini terdapat lebih dari 20 jenis layanan keuangan digital yang ditawarkan oleh kurang lebih sebanyak 306 penyelenggara perusahaan teknologi finansial atau financial technology (tekfin/fintech).
BACA JUGA:Ini Koperasi yang Bakal Diawasi dan Diatur OJK di RUU PPSK

Layanan tersebut diantaranya yakni pembayaran digital, pinjaman online atau Peer-to-Peer (P2P) Lending, agregator, inovatif credit scoring, perencana keuangan, dan layanan urun dana di pasar modal atau security crowdfunding.
Mirza mengatakan pihaknya turut memberi apresiasi kepada penyelenggara fintech yang terus memberi kontribusi untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNy80LzE1ODMzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kontribusi itu terlihat dari peran P2P Lending yang menyalurkan 44,3%  pinjaman di Indonesia atau sebesar Rp8,26 triliun kepada pelaku UMKM  dan sektor produktif lainnya.
Security crowdfunding juga mencatat pengumpulan dana sebesar Rp661 miliar yang siap disalurkan untuk pengembangan UMKM.
&quot;Inovasi keuangan digital yang berjumlah 93 platform turut  berkontribusi kepada lebih dari 2 triliun transaksi layanan jasa  keuangan di Indonesia,&quot; kata Mirza.</content:encoded></item></channel></rss>
