<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah UMKM di Indonesia Banyak tapi Produknya Masih Kalah Saing</title><description>Jumlah UMKM di Indonesia banyak tapi produknya masih kalah saing.  Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun tak menampik hal tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/455/2725492/jumlah-umkm-di-indonesia-banyak-tapi-produknya-masih-kalah-saing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/455/2725492/jumlah-umkm-di-indonesia-banyak-tapi-produknya-masih-kalah-saing"/><item><title>Jumlah UMKM di Indonesia Banyak tapi Produknya Masih Kalah Saing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/455/2725492/jumlah-umkm-di-indonesia-banyak-tapi-produknya-masih-kalah-saing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/455/2725492/jumlah-umkm-di-indonesia-banyak-tapi-produknya-masih-kalah-saing</guid><pubDate>Senin 12 Desember 2022 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/12/455/2725492/jumlah-umkm-di-indonesia-banyak-tapi-produknya-masih-kalah-saing-s9LeKLZftp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daya saing UMKM Indonesia masih rendah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/12/455/2725492/jumlah-umkm-di-indonesia-banyak-tapi-produknya-masih-kalah-saing-s9LeKLZftp.jpg</image><title>Daya saing UMKM Indonesia masih rendah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Jumlah UMKM di Indonesia banyak tapi produknya masih kalah saing. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun tak menampik hal tersebut.
Menurutnya, produktivitas UMKM masih kurang optimal dan produknya juga masih memiliki daya saing yang relatif rendah.
BACA JUGA:Hadiri Festival Vegan 2022, Sandiaga Uno Lihat Peluang UMKM Kuliner Semakin Besar

&quot;Evolusi UMKM sangat diperlukan mengingat perannya sebagai penopang ekonomi nasional,&amp;rdquo; kata MenKop Teten Masduki pada acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2022 secara virtual, Senin (12/12/2022).
BACA JUGA:BLT UMKM Rp600.000 Cair Lagi, Catat Ya Syaratnya

Menurutnya, diperlukan evolusi untuk UMKM agar mampu menciptakan produk yang berdaya saing dengan produk manapun. Dengan begitu UMKM bisa meraih hati pasar minimal di dalam negeri.
&quot;Evolusi bukan hanya skala usahanya, tetapi juga evolusi kualitas produknya menjadi produk unggul berbasis teknologi dan inovasi,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMC80LzE1ODUwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Teten memberikan contoh seperti di Korea Selatan (Korsel) yang  ditopang oleh ekonomi kreatif (ekraf). Korsel hadir dengan K-Pop dan  K-Drama yang kini tampil justru hampir melampaui negara tetangganya  yaitu Jepang.
&amp;ldquo;Korsel dari nation brandingnya Dynamic Korea menjadi Creative Korea,  terbukti berbagai merek dan produk mereka masuk pasar global dan  menjadi kekuatan ekonomi Asia,&amp;rdquo; ujarnya.
Di samping itu menurut Teten evolusi UMKM juga diperlukan mengingat  potensi ekonomi digital Indonesia yang disebut-sebut mencapai nilai  Rp5.600 triliun di tahun 2030, atau tumbuh setidaknya 5 kali lipat dari  2021 yang senilai Rp1.042 triliun.
&amp;ldquo;Saya percaya, melalui kreativitas, khususnya oleh rekan-rekan ICCN  ini, potensi ekonomi digital Indonesia harus dapat dioptimalkan  sepenuhnya oleh masyarakat khususnya UMKM Indonesia,&amp;rdquo; pungkas Teten.</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah UMKM di Indonesia banyak tapi produknya masih kalah saing. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pun tak menampik hal tersebut.
Menurutnya, produktivitas UMKM masih kurang optimal dan produknya juga masih memiliki daya saing yang relatif rendah.
BACA JUGA:Hadiri Festival Vegan 2022, Sandiaga Uno Lihat Peluang UMKM Kuliner Semakin Besar

&quot;Evolusi UMKM sangat diperlukan mengingat perannya sebagai penopang ekonomi nasional,&amp;rdquo; kata MenKop Teten Masduki pada acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2022 secara virtual, Senin (12/12/2022).
BACA JUGA:BLT UMKM Rp600.000 Cair Lagi, Catat Ya Syaratnya

Menurutnya, diperlukan evolusi untuk UMKM agar mampu menciptakan produk yang berdaya saing dengan produk manapun. Dengan begitu UMKM bisa meraih hati pasar minimal di dalam negeri.
&quot;Evolusi bukan hanya skala usahanya, tetapi juga evolusi kualitas produknya menjadi produk unggul berbasis teknologi dan inovasi,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMC80LzE1ODUwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Teten memberikan contoh seperti di Korea Selatan (Korsel) yang  ditopang oleh ekonomi kreatif (ekraf). Korsel hadir dengan K-Pop dan  K-Drama yang kini tampil justru hampir melampaui negara tetangganya  yaitu Jepang.
&amp;ldquo;Korsel dari nation brandingnya Dynamic Korea menjadi Creative Korea,  terbukti berbagai merek dan produk mereka masuk pasar global dan  menjadi kekuatan ekonomi Asia,&amp;rdquo; ujarnya.
Di samping itu menurut Teten evolusi UMKM juga diperlukan mengingat  potensi ekonomi digital Indonesia yang disebut-sebut mencapai nilai  Rp5.600 triliun di tahun 2030, atau tumbuh setidaknya 5 kali lipat dari  2021 yang senilai Rp1.042 triliun.
&amp;ldquo;Saya percaya, melalui kreativitas, khususnya oleh rekan-rekan ICCN  ini, potensi ekonomi digital Indonesia harus dapat dioptimalkan  sepenuhnya oleh masyarakat khususnya UMKM Indonesia,&amp;rdquo; pungkas Teten.</content:encoded></item></channel></rss>
