<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adhi Karya Bangun Rumah Menteri di Proyek IKN Senilai Rp493,7 Miliar</title><description>Adhi Karya mendapatkan kontrak baru untuk mengerjakan beberapa proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/470/2725343/adhi-karya-bangun-rumah-menteri-di-proyek-ikn-senilai-rp493-7-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/470/2725343/adhi-karya-bangun-rumah-menteri-di-proyek-ikn-senilai-rp493-7-miliar"/><item><title>Adhi Karya Bangun Rumah Menteri di Proyek IKN Senilai Rp493,7 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/470/2725343/adhi-karya-bangun-rumah-menteri-di-proyek-ikn-senilai-rp493-7-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/12/470/2725343/adhi-karya-bangun-rumah-menteri-di-proyek-ikn-senilai-rp493-7-miliar</guid><pubDate>Senin 12 Desember 2022 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/12/470/2725343/adhi-karya-bangun-rumah-menteri-di-proyek-ikn-senilai-rp493-7-miliar-C7HjQXCiWT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Adhi Karya Dapat Proyek di Ibu Kota Nusantara. (Foto: Okezone.com/Nyoman Nuarta)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/12/470/2725343/adhi-karya-bangun-rumah-menteri-di-proyek-ikn-senilai-rp493-7-miliar-C7HjQXCiWT.jpg</image><title>Adhi Karya Dapat Proyek di Ibu Kota Nusantara. (Foto: Okezone.com/Nyoman Nuarta)</title></images><description>JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mendapatkan kontrak baru untuk mengerjakan beberapa proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Adhi  Karya dipercaya pemerintah untuk proyek konstruksi rumah tapak kedinasan atau rumah menteri dan beberapa fasilitas penunjangnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara dengan nilai proyek Rp493,7 miliar.
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk pekerjaan konstruksi senilai Rp493,7 miliar pun telah ditandatangani Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus II PUPR Ronal Setiyadi dengan perwakilan Kerja Sama Operasi (KSO), Yan Arianto General Manager Departemen Gedung ADHI.
Baca Juga:&amp;nbsp;Nekat Potong Upah Pekerja Konstruksi 50%, Mandor Proyek IKN Kabur
Sebagai kontraktor utama dalam skema SKO, lingkup pekerjaan ADHI meliputi perencanaan dan perancangan, pekerjaan konstruksi dan infrastruktur kawasan, seperti rumah tapak, penataan kawasan untuk fasilitas umum dan sosial, serta prasarana dan sarana kawasan.
Beberapa kontrak pembangunan infrastruktur IKN yang diperoleh ADHI adalah 22 Tower untuk Hunian Pekerja Konstruksi IKN, Pelindung Fender Jembatan Pulau Balang, Jalan Tol Seksi 3A Segmen Karangjoang-KTT Kariangau, dan terbaru ialah Rumah Tapak Kedinasan di IKN Nusantara.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waduh! 13 Pekerja Konstruksi IKN Pulang Kampung Gegara Upah Dipotong Mandor 50%
Corporate Secretary ADHI Farid Budiyanto mengatakan perolehan kontrak dari pembangunan IKN diharapkan terus bertambah seiring adanya proses pelelangan yang masih diikuti ADHI.
&quot;Perolehan kontrak baru dinilai akan berdampak positif bagi kinerja ADHI,&quot; ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Senin (12/12/2022).Sebagai informasi, ADHI merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar Rp19,1 triliun per Oktober 2022. Jumlah tersebut naik 51% dibandingkan perolehan kontrak baru pada periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp12,7 triliun.
Profil kontribusi perolehan kontrak baru sampai dengan Oktober 2022 dari lini bisnis engineering dan konstruksi mendominasi sebesar 90%, properti sebesar 9%, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.
Sementara itu, berdasarkan tipe pekerjaan yang diperoleh, jenis proyek jalan dan jembatan sebesar 26%, proyek gedung sebesar 30%, dan proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalur kereta api, dan proyek energi, serta proyek lainnya sebesar 44%.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mendapatkan kontrak baru untuk mengerjakan beberapa proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Adhi  Karya dipercaya pemerintah untuk proyek konstruksi rumah tapak kedinasan atau rumah menteri dan beberapa fasilitas penunjangnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara dengan nilai proyek Rp493,7 miliar.
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk pekerjaan konstruksi senilai Rp493,7 miliar pun telah ditandatangani Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus II PUPR Ronal Setiyadi dengan perwakilan Kerja Sama Operasi (KSO), Yan Arianto General Manager Departemen Gedung ADHI.
Baca Juga:&amp;nbsp;Nekat Potong Upah Pekerja Konstruksi 50%, Mandor Proyek IKN Kabur
Sebagai kontraktor utama dalam skema SKO, lingkup pekerjaan ADHI meliputi perencanaan dan perancangan, pekerjaan konstruksi dan infrastruktur kawasan, seperti rumah tapak, penataan kawasan untuk fasilitas umum dan sosial, serta prasarana dan sarana kawasan.
Beberapa kontrak pembangunan infrastruktur IKN yang diperoleh ADHI adalah 22 Tower untuk Hunian Pekerja Konstruksi IKN, Pelindung Fender Jembatan Pulau Balang, Jalan Tol Seksi 3A Segmen Karangjoang-KTT Kariangau, dan terbaru ialah Rumah Tapak Kedinasan di IKN Nusantara.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waduh! 13 Pekerja Konstruksi IKN Pulang Kampung Gegara Upah Dipotong Mandor 50%
Corporate Secretary ADHI Farid Budiyanto mengatakan perolehan kontrak dari pembangunan IKN diharapkan terus bertambah seiring adanya proses pelelangan yang masih diikuti ADHI.
&quot;Perolehan kontrak baru dinilai akan berdampak positif bagi kinerja ADHI,&quot; ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Senin (12/12/2022).Sebagai informasi, ADHI merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar Rp19,1 triliun per Oktober 2022. Jumlah tersebut naik 51% dibandingkan perolehan kontrak baru pada periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp12,7 triliun.
Profil kontribusi perolehan kontrak baru sampai dengan Oktober 2022 dari lini bisnis engineering dan konstruksi mendominasi sebesar 90%, properti sebesar 9%, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.
Sementara itu, berdasarkan tipe pekerjaan yang diperoleh, jenis proyek jalan dan jembatan sebesar 26%, proyek gedung sebesar 30%, dan proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalur kereta api, dan proyek energi, serta proyek lainnya sebesar 44%.</content:encoded></item></channel></rss>
