<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gigit Jari! Dari Untung Polychem Indonesia (ADMG) Rugi Rp315,1 Miliar di Kuartal III 2022</title><description>PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) mencatatkan rugi bersih sebesar USD20,16 juta atau Rp315,18 miliar di kuartal III 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/278/2726063/gigit-jari-dari-untung-polychem-indonesia-admg-rugi-rp315-1-miliar-di-kuartal-iii-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/278/2726063/gigit-jari-dari-untung-polychem-indonesia-admg-rugi-rp315-1-miliar-di-kuartal-iii-2022"/><item><title>Gigit Jari! Dari Untung Polychem Indonesia (ADMG) Rugi Rp315,1 Miliar di Kuartal III 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/278/2726063/gigit-jari-dari-untung-polychem-indonesia-admg-rugi-rp315-1-miliar-di-kuartal-iii-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/278/2726063/gigit-jari-dari-untung-polychem-indonesia-admg-rugi-rp315-1-miliar-di-kuartal-iii-2022</guid><pubDate>Selasa 13 Desember 2022 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/13/278/2726063/gigit-jari-dari-untung-polychem-indonesia-admg-rugi-rp315-1-miliar-di-kuartal-iii-2022-b1Uu3ODbJH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polychem Indonesia catatkan rugi bersih (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/13/278/2726063/gigit-jari-dari-untung-polychem-indonesia-admg-rugi-rp315-1-miliar-di-kuartal-iii-2022-b1Uu3ODbJH.jpg</image><title>Polychem Indonesia catatkan rugi bersih (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) mencatatkan rugi bersih sebesar USD20,16 juta atau Rp315,18 miliar di kuartal III 2022. Emiten yang bergerak di bidang manufaktur ini merugi berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya di mana perseroan mengantongi laba USD4,30 juta.
BACA JUGA:Tak Lagi Rugi, Polychem Kantongi Laba Bersih USD894.270

Melansir laporan keuangan, Selasa (13/12/2022), penjualan bersih perseroan turun 17,73% menjadi USD117,46 juta atau setara Rp1,83 triliun, dari sebelumnya sebesar USD142,78 juta. Berdasarkan segmen produk, penjualan polyester tercatat sebesar USD3,04 juta atau Rp47,52 miliar, serta penjualan ethylene glycol dan petrokimia sebesar USD114,41 juta atau Rp1,78 triliun.
BACA JUGA:42 Emiten Bakal IPO, Kapan Jadwalnya?

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan ADMG tercatat sebesar USD119,01 juta atau Rp1,85 triliun, dari sebelumnya sebesar USD142,64 juta. Sementara itu, beban penjualan tercatat sebesar USD419,13 ribu atau Rp6,54 miliar, serta beban umum dan administrasi sebesar USD3,91 juta atau Rp61,19 miliar.
Per September 2022, total nilai aset ADMG turun 9,12% menjadi USD185,19 juta atau Rp2,89 triliun, dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar USD203,79 juta. Liabilitas tercatat sebesar USD33,82 juta dan ekuitas sebesar USD151,36 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hingga akhir tahun 2022, perseroan menargetkan pendapatan sebesar  USD180 juta dan EBITDA sebesar USD7 juta. Adapun, penurunan kinerja  perseroan disebabkan oleh tidak beroperasinya divisi polyester di  Karawang.
Sebagai informasi, Polychem Indonesia merupakan perusahaan yang fokus  bergerak di dua divisi yakni polyester dan kimia. Kegiatan produksi  ethylene oxide, ethylene glycol dan etoksilat perseroan dilisensi oleh  teknologi Scientific Design Inc, Amerika Serikat.
Sementara itu, untuk produksi polyester chips, benan polyester (POY),  serat polyester (PSF) perseroan menggunakan teknologi Zimmer AG dari  Jerman, serta teknologi Rieter Scragg digunakan untuk mendukung produksi  drawn textured yarn (DTY).</description><content:encoded>JAKARTA - PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) mencatatkan rugi bersih sebesar USD20,16 juta atau Rp315,18 miliar di kuartal III 2022. Emiten yang bergerak di bidang manufaktur ini merugi berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya di mana perseroan mengantongi laba USD4,30 juta.
BACA JUGA:Tak Lagi Rugi, Polychem Kantongi Laba Bersih USD894.270

Melansir laporan keuangan, Selasa (13/12/2022), penjualan bersih perseroan turun 17,73% menjadi USD117,46 juta atau setara Rp1,83 triliun, dari sebelumnya sebesar USD142,78 juta. Berdasarkan segmen produk, penjualan polyester tercatat sebesar USD3,04 juta atau Rp47,52 miliar, serta penjualan ethylene glycol dan petrokimia sebesar USD114,41 juta atau Rp1,78 triliun.
BACA JUGA:42 Emiten Bakal IPO, Kapan Jadwalnya?

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan ADMG tercatat sebesar USD119,01 juta atau Rp1,85 triliun, dari sebelumnya sebesar USD142,64 juta. Sementara itu, beban penjualan tercatat sebesar USD419,13 ribu atau Rp6,54 miliar, serta beban umum dan administrasi sebesar USD3,91 juta atau Rp61,19 miliar.
Per September 2022, total nilai aset ADMG turun 9,12% menjadi USD185,19 juta atau Rp2,89 triliun, dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar USD203,79 juta. Liabilitas tercatat sebesar USD33,82 juta dan ekuitas sebesar USD151,36 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hingga akhir tahun 2022, perseroan menargetkan pendapatan sebesar  USD180 juta dan EBITDA sebesar USD7 juta. Adapun, penurunan kinerja  perseroan disebabkan oleh tidak beroperasinya divisi polyester di  Karawang.
Sebagai informasi, Polychem Indonesia merupakan perusahaan yang fokus  bergerak di dua divisi yakni polyester dan kimia. Kegiatan produksi  ethylene oxide, ethylene glycol dan etoksilat perseroan dilisensi oleh  teknologi Scientific Design Inc, Amerika Serikat.
Sementara itu, untuk produksi polyester chips, benan polyester (POY),  serat polyester (PSF) perseroan menggunakan teknologi Zimmer AG dari  Jerman, serta teknologi Rieter Scragg digunakan untuk mendukung produksi  drawn textured yarn (DTY).</content:encoded></item></channel></rss>
