<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: Tahun Politik Rentan Perubahan Iklim, Sosial dan Ekonomi Masyarakat</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mengakui tahun politik sangat rentan terhadap perubahan iklim, sosial, dan ekonomi masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/320/2726046/erick-thohir-tahun-politik-rentan-perubahan-iklim-sosial-dan-ekonomi-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/320/2726046/erick-thohir-tahun-politik-rentan-perubahan-iklim-sosial-dan-ekonomi-masyarakat"/><item><title>Erick Thohir: Tahun Politik Rentan Perubahan Iklim, Sosial dan Ekonomi Masyarakat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/320/2726046/erick-thohir-tahun-politik-rentan-perubahan-iklim-sosial-dan-ekonomi-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/320/2726046/erick-thohir-tahun-politik-rentan-perubahan-iklim-sosial-dan-ekonomi-masyarakat</guid><pubDate>Selasa 13 Desember 2022 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/13/320/2726046/erick-thohir-tahun-politik-rentan-perubahan-iklim-sosial-dan-ekonomi-masyarakat-07o5qVp2Te.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir sebut tahun politik rentan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/13/320/2726046/erick-thohir-tahun-politik-rentan-perubahan-iklim-sosial-dan-ekonomi-masyarakat-07o5qVp2Te.jpg</image><title>Erick Thohir sebut tahun politik rentan (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengakui tahun politik sangat rentan terhadap perubahan iklim, sosial, dan ekonomi masyarakat. Untuk itu, penting bagi pemimpin mengedepankan empati dan membaca kebutuhan masyarakat.
&quot;Penting bagi para pemimpin bangsa untuk mengedepankan empati dalam membaca kebutuhan masyarakat. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki tahun politik yang rentan terhadap perubahan iklim, sosial, dan ekonomi masyarakat,&quot; ungkapnya, Selasa (13/12/2022).
BACA JUGA:Erick Thohir Bakal Gabung Angkasa Pura I dan II

Namun Erick tak menjelaskan secara gamblang potensi perubahan tatanan sosial dan ekonomi di masyarakat itu. Dia hanya mengingatkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami kebangkitan ekonomi di Asia.
Bahkan, Indonesia diperkirakan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2045. Kebesaran Indonesia sebagai bangsa, lanjut Erick, bukan hanya terletak pada potensi sumber daya alam (SDA), tetapi juga pada sumber daya manusia (SDM).
BACA JUGA:Sederet Persiapan Erick Thohir di Acara Ngunduh Mantu Kaesang Pangarep-Erina Gudono

Kedua aspek tersebut menjadi aset paling berharga bagi Indonesia.
Menurutnya, jika SDM dan SDA dikelola secara baik, maka akan merealisasikan perkiraan Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wOC8xLzE1ODQwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dengan demikian sumber daya yang melimpah ini akan mampu kita olah dan kita bisa menjadi tuan di negeri sendiri,&quot; ujarnya.
Di lain sisi, dia menyentil momentum KTT G20 sebagai faktor pendorong  agar Indonesia bisa terus membina sumber daya manusia untuk mendukung  pertumbuhan knowledge based economy. Dia tidak ingin kesempatan  Indonesia memimpin Presidensi G20 berhenti sebagai bentuk seremonial  belaka.
Pasca G20, Erick memastikan BUMN akan mendorong program yang berdampak pada kualitas kesejahteraan masyarakat.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengakui tahun politik sangat rentan terhadap perubahan iklim, sosial, dan ekonomi masyarakat. Untuk itu, penting bagi pemimpin mengedepankan empati dan membaca kebutuhan masyarakat.
&quot;Penting bagi para pemimpin bangsa untuk mengedepankan empati dalam membaca kebutuhan masyarakat. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki tahun politik yang rentan terhadap perubahan iklim, sosial, dan ekonomi masyarakat,&quot; ungkapnya, Selasa (13/12/2022).
BACA JUGA:Erick Thohir Bakal Gabung Angkasa Pura I dan II

Namun Erick tak menjelaskan secara gamblang potensi perubahan tatanan sosial dan ekonomi di masyarakat itu. Dia hanya mengingatkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami kebangkitan ekonomi di Asia.
Bahkan, Indonesia diperkirakan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2045. Kebesaran Indonesia sebagai bangsa, lanjut Erick, bukan hanya terletak pada potensi sumber daya alam (SDA), tetapi juga pada sumber daya manusia (SDM).
BACA JUGA:Sederet Persiapan Erick Thohir di Acara Ngunduh Mantu Kaesang Pangarep-Erina Gudono

Kedua aspek tersebut menjadi aset paling berharga bagi Indonesia.
Menurutnya, jika SDM dan SDA dikelola secara baik, maka akan merealisasikan perkiraan Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wOC8xLzE1ODQwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dengan demikian sumber daya yang melimpah ini akan mampu kita olah dan kita bisa menjadi tuan di negeri sendiri,&quot; ujarnya.
Di lain sisi, dia menyentil momentum KTT G20 sebagai faktor pendorong  agar Indonesia bisa terus membina sumber daya manusia untuk mendukung  pertumbuhan knowledge based economy. Dia tidak ingin kesempatan  Indonesia memimpin Presidensi G20 berhenti sebagai bentuk seremonial  belaka.
Pasca G20, Erick memastikan BUMN akan mendorong program yang berdampak pada kualitas kesejahteraan masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
