<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani ke Pegawai Kemenkeu: Korupsi Godaan dan Tantangannya Luar Biasa</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan kepada pegawai Kemenkeu agar waspada terhadap godaan korupsi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/320/2726142/sri-mulyani-ke-pegawai-kemenkeu-korupsi-godaan-dan-tantangannya-luar-biasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/320/2726142/sri-mulyani-ke-pegawai-kemenkeu-korupsi-godaan-dan-tantangannya-luar-biasa"/><item><title>Sri Mulyani ke Pegawai Kemenkeu: Korupsi Godaan dan Tantangannya Luar Biasa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/320/2726142/sri-mulyani-ke-pegawai-kemenkeu-korupsi-godaan-dan-tantangannya-luar-biasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/320/2726142/sri-mulyani-ke-pegawai-kemenkeu-korupsi-godaan-dan-tantangannya-luar-biasa</guid><pubDate>Selasa 13 Desember 2022 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/13/320/2726142/sri-mulyani-ke-pegawai-kemenkeu-korupsi-godaan-dan-tantangannya-luar-biasa-BXL3ftb74g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut korupsi penyakit yang harus dilawan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/13/320/2726142/sri-mulyani-ke-pegawai-kemenkeu-korupsi-godaan-dan-tantangannya-luar-biasa-BXL3ftb74g.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut korupsi penyakit yang harus dilawan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan kepada pegawai Kemenkeu agar waspada terhadap godaan korupsi. Dia menekankan pentingnya menjaga kewenangan dan mencegah korupsi dalam tata kelola institusi.
Dari sisi keuangan negara, selaku pengelola keuangan negara dan bendahara negara, Kemenkeu mempunyai kewajiban yang sangat luar biasa untuk bisa menciptakan dan ikut mendorong terbangunnya sistem yang akuntabel, yang di dalamnya ada check and balance yang berjalan secara efektif.
BACA JUGA:Pesan Tegas Sri Mulyani PNS Kemenkeu: Manusia Bisa Terpeleset Korupsi jika Tak Diawasi!

&quot;Karena bisa saja institusi membentuk check and balance tetapi kemudian dia tidak berjalan. Secara sengaja atau tidak sengaja, dia dilemahkan atau tidak di-empower untuk kemudian menciptakan suasana permisif. Ini adalah suatu godaan dan tantangan luar biasa bagi kita semuanya,&quot; ujar Sri dalam Puncak Peringatan Hakordia Kemenkeu Tahun 2022 bertajuk &quot;Integritas Tangguh, Pulih Bertumbuh&quot; secara virtual di Jakarta, Selasa (13/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani: Korupsi Adalah Takdir yang Terus Menggoda Kita

Semakin tinggi kewenangan, Sri menilai sebetulnya semakin kewajibannya sangat besar untuk menjaga agar kewenangan itu harus bisa dijaga, dikelola, dan dicek.
&quot;Karena kalau tidak, pasti manusia apapun pendidikannya, latar belakang suku, agama, dan ras nya, dia biasanya terpeleset pada saat dia tidak diawasi. Jadi, pengawasan dan built-in check and balance sebetulnya adalah upaya manusia secara sengaja dalam organisasi menciptakan rambu-rambu agar kita terus waspada terhadap berbagai godaan, berbagai kemungkinan, dan berbagai possibilities untuk kita kemudian terlena dan terpeleset ke tata kelola yang tidak baik,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wOS8xLzE1ODQ1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menghargai upaya Kemenkeu yang terus mencoba membangun check and  balance dan terutama leadership, tidak hanya dari sisi Inspektorat  Jenderal (Itjen), karena sebenarnya check and balance pertama adalah  pada diri sendiri. Sehingga, dia berpesan agar masing-masing individu  jajaran Kemenkeu harus terus mengingatkan diri dan memperkuat tekad  untuk menjaga integritas.
&quot;Saya juga akan terus mengingatkan kepada unit-unit eselon I bahwa  kewajiban Anda tidak hanya menangkap dan mengidentifikasikan munculnya  masalah tata kelola, begitu ada problem atau indikasi problem, saya  minta seluruh jajaran terutama yang memiliki kewenangan struktural harus  segera melakukan koreksi. Semakin dibiarkan, akan semakin menggurita  dan makin struktural. Kita tidak boleh membiarkan Kemenkeu menghadapi  dan membiarkan penyakit korupsi menjadi struktural dan fundamental,&quot;  pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan kepada pegawai Kemenkeu agar waspada terhadap godaan korupsi. Dia menekankan pentingnya menjaga kewenangan dan mencegah korupsi dalam tata kelola institusi.
Dari sisi keuangan negara, selaku pengelola keuangan negara dan bendahara negara, Kemenkeu mempunyai kewajiban yang sangat luar biasa untuk bisa menciptakan dan ikut mendorong terbangunnya sistem yang akuntabel, yang di dalamnya ada check and balance yang berjalan secara efektif.
BACA JUGA:Pesan Tegas Sri Mulyani PNS Kemenkeu: Manusia Bisa Terpeleset Korupsi jika Tak Diawasi!

&quot;Karena bisa saja institusi membentuk check and balance tetapi kemudian dia tidak berjalan. Secara sengaja atau tidak sengaja, dia dilemahkan atau tidak di-empower untuk kemudian menciptakan suasana permisif. Ini adalah suatu godaan dan tantangan luar biasa bagi kita semuanya,&quot; ujar Sri dalam Puncak Peringatan Hakordia Kemenkeu Tahun 2022 bertajuk &quot;Integritas Tangguh, Pulih Bertumbuh&quot; secara virtual di Jakarta, Selasa (13/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani: Korupsi Adalah Takdir yang Terus Menggoda Kita

Semakin tinggi kewenangan, Sri menilai sebetulnya semakin kewajibannya sangat besar untuk menjaga agar kewenangan itu harus bisa dijaga, dikelola, dan dicek.
&quot;Karena kalau tidak, pasti manusia apapun pendidikannya, latar belakang suku, agama, dan ras nya, dia biasanya terpeleset pada saat dia tidak diawasi. Jadi, pengawasan dan built-in check and balance sebetulnya adalah upaya manusia secara sengaja dalam organisasi menciptakan rambu-rambu agar kita terus waspada terhadap berbagai godaan, berbagai kemungkinan, dan berbagai possibilities untuk kita kemudian terlena dan terpeleset ke tata kelola yang tidak baik,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wOS8xLzE1ODQ1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menghargai upaya Kemenkeu yang terus mencoba membangun check and  balance dan terutama leadership, tidak hanya dari sisi Inspektorat  Jenderal (Itjen), karena sebenarnya check and balance pertama adalah  pada diri sendiri. Sehingga, dia berpesan agar masing-masing individu  jajaran Kemenkeu harus terus mengingatkan diri dan memperkuat tekad  untuk menjaga integritas.
&quot;Saya juga akan terus mengingatkan kepada unit-unit eselon I bahwa  kewajiban Anda tidak hanya menangkap dan mengidentifikasikan munculnya  masalah tata kelola, begitu ada problem atau indikasi problem, saya  minta seluruh jajaran terutama yang memiliki kewenangan struktural harus  segera melakukan koreksi. Semakin dibiarkan, akan semakin menggurita  dan makin struktural. Kita tidak boleh membiarkan Kemenkeu menghadapi  dan membiarkan penyakit korupsi menjadi struktural dan fundamental,&quot;  pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
