<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dulu Tak Mampu Beli Baju, Pria Ini Jadi Pengusaha Baju Terkenal dan Punya Harta Rp109 Triliun</title><description>Ralph Lauren yang telah mendunia. Sebelum sukses, Ralph menghadapi banyak tantangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/455/2725988/dulu-tak-mampu-beli-baju-pria-ini-jadi-pengusaha-baju-terkenal-dan-punya-harta-rp109-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/455/2725988/dulu-tak-mampu-beli-baju-pria-ini-jadi-pengusaha-baju-terkenal-dan-punya-harta-rp109-triliun"/><item><title>Dulu Tak Mampu Beli Baju, Pria Ini Jadi Pengusaha Baju Terkenal dan Punya Harta Rp109 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/455/2725988/dulu-tak-mampu-beli-baju-pria-ini-jadi-pengusaha-baju-terkenal-dan-punya-harta-rp109-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/13/455/2725988/dulu-tak-mampu-beli-baju-pria-ini-jadi-pengusaha-baju-terkenal-dan-punya-harta-rp109-triliun</guid><pubDate>Selasa 13 Desember 2022 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/13/455/2725988/dulu-tak-mampu-beli-baju-pria-ini-jadi-pengusaha-baju-terkenal-dan-punya-harta-rp109-triliun-ms9cBSC1Nn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha Baju Terkenal (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/13/455/2725988/dulu-tak-mampu-beli-baju-pria-ini-jadi-pengusaha-baju-terkenal-dan-punya-harta-rp109-triliun-ms9cBSC1Nn.jpg</image><title>Pengusaha Baju Terkenal (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Melihat kisah pemilik brand Polo yakni Ralph Lauren yang telah mendunia. Sebelum sukses, Ralph menghadapi banyak tantangan.
Forbes mencatat harta kekayaanya bisa mencapai USD7 miliar atau setara dengan Rp109 triliun (kurs Rp15.600).
BACA JUGA:Ciliandra Fangiono Jadi Orang Kaya Termuda RI Berharta Rp34 Triliun, Punya Bisnis Apa?
Dia terlahir miskin dan harus merasakan derita sampai kesulitan untuk membeli baju. Ralph merasa sangat muak dengan kemiskinan yang menimpanya, dia terus pergi ke bioskop dan menghayal hidup di dalam film.
Bermacam profesi dijajalnya, mulai dari menjadi seorang tentara sampai menjadi petugas toko pakaian Brooks Brother di New York.



Produk polo ini lahir karena Ralph terinspirasi saat dia mendatangi pertandingan olahraga polo. Saat itu dirinya berencana membuat usaha yakni mengembangkan merek kelas atas.
BACA JUGA:Heboh BPJS Kesehatan Orang Kaya, Ini Penjelasan Menkes
Dengan berbekal ijazah diploma dan didukung dengan sedikit pengalaman bisnis, ia memiliki tekat dan niat yang kuat untuk memutuskan menjalankan bisnisnya sendiri. Tentu dirinya tahu akan risiko yang akan dirinya hadapi.Saat iu dirinya membuat desain yang sangat berbeda, dimana ia membuat baju dengan kerah yang berwarna-warni dan hal ini dinilai aneh serta sangat melawan arus. Namun siapa sangka dengan rancangan desain tersebut, dalam jangka waktu satu tahun dirinya mampu meraup banyak pelanggan.
Ralph mendapat keuntungan sebesar USD500.000 dari penjualannya. Namun dirinya tidaklah puas dengan pencapaiannya itu, ia terus menekuni bisnisnya ini dan tidak akan pernah berhenti mengembangkan sayap bisnisnya ini.
Sampai pada 1997, ia melakukan penawaran perdana saham ke publik atau Initial Public Offering (IPO). Sebagai seorang CEO, dirinya masih memegang kendali dengan kepemilikan saham sebesar 81,5%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Melihat kisah pemilik brand Polo yakni Ralph Lauren yang telah mendunia. Sebelum sukses, Ralph menghadapi banyak tantangan.
Forbes mencatat harta kekayaanya bisa mencapai USD7 miliar atau setara dengan Rp109 triliun (kurs Rp15.600).
BACA JUGA:Ciliandra Fangiono Jadi Orang Kaya Termuda RI Berharta Rp34 Triliun, Punya Bisnis Apa?
Dia terlahir miskin dan harus merasakan derita sampai kesulitan untuk membeli baju. Ralph merasa sangat muak dengan kemiskinan yang menimpanya, dia terus pergi ke bioskop dan menghayal hidup di dalam film.
Bermacam profesi dijajalnya, mulai dari menjadi seorang tentara sampai menjadi petugas toko pakaian Brooks Brother di New York.



Produk polo ini lahir karena Ralph terinspirasi saat dia mendatangi pertandingan olahraga polo. Saat itu dirinya berencana membuat usaha yakni mengembangkan merek kelas atas.
BACA JUGA:Heboh BPJS Kesehatan Orang Kaya, Ini Penjelasan Menkes
Dengan berbekal ijazah diploma dan didukung dengan sedikit pengalaman bisnis, ia memiliki tekat dan niat yang kuat untuk memutuskan menjalankan bisnisnya sendiri. Tentu dirinya tahu akan risiko yang akan dirinya hadapi.Saat iu dirinya membuat desain yang sangat berbeda, dimana ia membuat baju dengan kerah yang berwarna-warni dan hal ini dinilai aneh serta sangat melawan arus. Namun siapa sangka dengan rancangan desain tersebut, dalam jangka waktu satu tahun dirinya mampu meraup banyak pelanggan.
Ralph mendapat keuntungan sebesar USD500.000 dari penjualannya. Namun dirinya tidaklah puas dengan pencapaiannya itu, ia terus menekuni bisnisnya ini dan tidak akan pernah berhenti mengembangkan sayap bisnisnya ini.
Sampai pada 1997, ia melakukan penawaran perdana saham ke publik atau Initial Public Offering (IPO). Sebagai seorang CEO, dirinya masih memegang kendali dengan kepemilikan saham sebesar 81,5%.</content:encoded></item></channel></rss>
