<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apakah BCA Pernah Jadi Bank Milik Pemerintah? Ini Jawabannya</title><description>Apakah BCA pernah jadi Bank milik pemerintah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726738/apakah-bca-pernah-jadi-bank-milik-pemerintah-ini-jawabannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726738/apakah-bca-pernah-jadi-bank-milik-pemerintah-ini-jawabannya"/><item><title>Apakah BCA Pernah Jadi Bank Milik Pemerintah? Ini Jawabannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726738/apakah-bca-pernah-jadi-bank-milik-pemerintah-ini-jawabannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726738/apakah-bca-pernah-jadi-bank-milik-pemerintah-ini-jawabannya</guid><pubDate>Rabu 14 Desember 2022 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/14/320/2726738/apakah-bca-pernah-jadi-bank-milik-pemerintah-ini-jawabannya-Pc5MjywLvH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/14/320/2726738/apakah-bca-pernah-jadi-bank-milik-pemerintah-ini-jawabannya-Pc5MjywLvH.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Apakah BCA pernah jadi Bank milik pemerintah ini menjadi sebuah pertanyaan bagi nasabah yang belum mengetahui. Adapun, Bank Central Asia (BCA) didirikan di negara Republik Indonesia pada tanggal 10 Agustus 1955 No. 38 dengan nama NV Perseroan Dagang Dan Industri Semarang Knitting Factory.
BACA JUGA:5 Cara Mencari ATM BCA Terdekat di Sekitar Anda&amp;nbsp;
BCA mulai beroperasi di bidang perbankan sejak tanggal 12 Oktober 1956. Selama beroperasi BCA mengalami beberapa kali perubahan nama sampai akhirnya pada tanggal 21 Mei 1974 menjadi PT Bank Central Asia.
Lantas, apakah BCA pernah jadi Bank milik pemerintah ini memang didiambil-alih oleh pemerintah Indonesia dan diikut sertakan dalam program rekapitulasi dan restrukturisasi yang dilaksanakan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Saat itu, pada 2000 pengawasan terhadap BCA dikembalikan dari BPPN ke Bank Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui BPPN menguasai 92,8% dari kepemilikan BCA. Pada tahun yang sama, BPPN melakukan divestasi 22,5%dari seluruh saham BCA melalui Penawaran Saham Publik Perdana (Initialing Public Offering/IPO) dan pada tahun 2001 melalui Penawaran Publik Kedua (Secondary Public Offering) 10%dari total saham BCA.
Pada tahun 2002, Farindo Investment Investment (Mauritus) Limited mengambil alih 51% total saham BCA melalui proses tender strategic private placement. Selanjutnya, Pemerintah Republik Indonesia melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) melakukan divestasi seluruh sisa kepemilikan saham BCA sebesar 5,02%.
Lalu, BCA menjadi pelopor dalam menawarkan produk kredit kepemilikan rumah dengan suku bunga tetap. Lalu, meluncurkan kartu prabayar, Flazz Card, serta mulai menawarkan layanan Weekend Banking untuk terus membangun keunggulan di bidang perbankan transaksi.
Bank ini juga secara proaktif mengelola penyaluran kredit dan posisi likuiditas di tengah gejolak krisis global, sekaligus tetap memperkuat kompetensi utama sebagai bank transaksi. lalu telah enyelesaikan pembangunan mirroring IT system guna memperkuat kelangsungan usaha dan meminimalisasi risiko operasional.BCA menambah kepemilikan efektif dari 25% menjadi 100% pada perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Umum BCA (sebelumnya bernama PT Central Sejahtera Insurance dan dikenal juga sebagai BCA Insurance).
Selain itu, memperkuat bisnis perbankan transaksi melalui pengembangan produk dan layanan yang inovatif, di antaranya aplikasi mobile banking untuk smartphone terkini, layanan penyelesaian pembayaran melalui e-commerce, dan mengembangkan konsep baru Electronic Banking Center yang melengkapi ATM Center dengan tambahan fitur-fitur yang didukung teknologi terkini.
Guna meningkatkan keandalan layanan perbankannya, BCA telah menyelesaikan pembangunan Disaster Recovery Center (DRC) di Surabaya yang berfungsi sebagai disaster recovery backup data center yang terintegrasi dengan dua mirroring data center. DRC yang baru menggantikan DRC yang sebelumnya berlokasi di Singapura.
&amp;nbsp;(RIN)</description><content:encoded>JAKARTA- Apakah BCA pernah jadi Bank milik pemerintah ini menjadi sebuah pertanyaan bagi nasabah yang belum mengetahui. Adapun, Bank Central Asia (BCA) didirikan di negara Republik Indonesia pada tanggal 10 Agustus 1955 No. 38 dengan nama NV Perseroan Dagang Dan Industri Semarang Knitting Factory.
BACA JUGA:5 Cara Mencari ATM BCA Terdekat di Sekitar Anda&amp;nbsp;
BCA mulai beroperasi di bidang perbankan sejak tanggal 12 Oktober 1956. Selama beroperasi BCA mengalami beberapa kali perubahan nama sampai akhirnya pada tanggal 21 Mei 1974 menjadi PT Bank Central Asia.
Lantas, apakah BCA pernah jadi Bank milik pemerintah ini memang didiambil-alih oleh pemerintah Indonesia dan diikut sertakan dalam program rekapitulasi dan restrukturisasi yang dilaksanakan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Saat itu, pada 2000 pengawasan terhadap BCA dikembalikan dari BPPN ke Bank Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui BPPN menguasai 92,8% dari kepemilikan BCA. Pada tahun yang sama, BPPN melakukan divestasi 22,5%dari seluruh saham BCA melalui Penawaran Saham Publik Perdana (Initialing Public Offering/IPO) dan pada tahun 2001 melalui Penawaran Publik Kedua (Secondary Public Offering) 10%dari total saham BCA.
Pada tahun 2002, Farindo Investment Investment (Mauritus) Limited mengambil alih 51% total saham BCA melalui proses tender strategic private placement. Selanjutnya, Pemerintah Republik Indonesia melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) melakukan divestasi seluruh sisa kepemilikan saham BCA sebesar 5,02%.
Lalu, BCA menjadi pelopor dalam menawarkan produk kredit kepemilikan rumah dengan suku bunga tetap. Lalu, meluncurkan kartu prabayar, Flazz Card, serta mulai menawarkan layanan Weekend Banking untuk terus membangun keunggulan di bidang perbankan transaksi.
Bank ini juga secara proaktif mengelola penyaluran kredit dan posisi likuiditas di tengah gejolak krisis global, sekaligus tetap memperkuat kompetensi utama sebagai bank transaksi. lalu telah enyelesaikan pembangunan mirroring IT system guna memperkuat kelangsungan usaha dan meminimalisasi risiko operasional.BCA menambah kepemilikan efektif dari 25% menjadi 100% pada perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Umum BCA (sebelumnya bernama PT Central Sejahtera Insurance dan dikenal juga sebagai BCA Insurance).
Selain itu, memperkuat bisnis perbankan transaksi melalui pengembangan produk dan layanan yang inovatif, di antaranya aplikasi mobile banking untuk smartphone terkini, layanan penyelesaian pembayaran melalui e-commerce, dan mengembangkan konsep baru Electronic Banking Center yang melengkapi ATM Center dengan tambahan fitur-fitur yang didukung teknologi terkini.
Guna meningkatkan keandalan layanan perbankannya, BCA telah menyelesaikan pembangunan Disaster Recovery Center (DRC) di Surabaya yang berfungsi sebagai disaster recovery backup data center yang terintegrasi dengan dua mirroring data center. DRC yang baru menggantikan DRC yang sebelumnya berlokasi di Singapura.
&amp;nbsp;(RIN)</content:encoded></item></channel></rss>
