<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Resesi, Pengusaha Ritel Yakin 2023 Tetap Cuan</title><description>Pengusaha ritel yakin tetap cuan pada 2023 meskipun ada ancaman resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726780/ancaman-resesi-pengusaha-ritel-yakin-2023-tetap-cuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726780/ancaman-resesi-pengusaha-ritel-yakin-2023-tetap-cuan"/><item><title>Ancaman Resesi, Pengusaha Ritel Yakin 2023 Tetap Cuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726780/ancaman-resesi-pengusaha-ritel-yakin-2023-tetap-cuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726780/ancaman-resesi-pengusaha-ritel-yakin-2023-tetap-cuan</guid><pubDate>Rabu 14 Desember 2022 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/14/320/2726780/ancaman-resesi-pengusaha-ritel-yakin-2023-tetap-cuan-po3HnbRSKp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha ritel yakin tetap cuan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/14/320/2726780/ancaman-resesi-pengusaha-ritel-yakin-2023-tetap-cuan-po3HnbRSKp.jpg</image><title>Pengusaha ritel yakin tetap cuan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha ritel yakin tetap cuan pada 2023 meskipun ada ancaman resesi. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) optimistis awal tahun 2023 mendatang pertumbuhan ritel tetap terjaga.
Ketua Umum Aprindo Roy N. Mandey mengatakan, hal itu didasarkan dari proyeksi Indeks Penjualan Rill (IPR) yang akan meningkat 204,2 pada November 2022.
BACA JUGA:Jelang Natal, Pengusaha Ritel Pastikan Harga Bahan Pokok Terjangkau 

&quot;Tentunya kita memasuki awal tahun 2023 tidak akan lepas dari kuartal terakhir di tahun ini. Yang kita tahu indeks penjualan ritel di bulan Oktober sebesar 202,7, kemudian Bank Indonesia memproyeksikan pada November 2022 meningkat menjadi 204,2,&quot; ujar Roy saat berdialog di IDX Channel, dikutip Rabu (14/12/2022).
BACA JUGA:Pengusaha Ritel Lebih Pede Hadapi Covid Varian Omicron XBB

&quot;Ini menjadi dorongan kita atau bisa kita sebut menjadi bahan bakarnya untuk kita memasuki awal tahun 2023,&quot; tambahnya.
Kendati demikian, Roy menyebut, pengusaha tetap membutuhkan campur tangan dari pemerintah. Seperti, menjaga daya beli masyarakat dengan memberikan stimulus atau semacam psikologi positif kepada masyarakat kelas menengah ke atas. Sebab di ketahui bersama situasi global sedang tidak baik-baik saja.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi80LzE1MjAyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara untuk masyarakat kelas menengah ke bawah tetap diberikan  bantuan sebagaimana sebelumnya dilakukan pemerintah. Seperti Bantuan  Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan subsidi  upah, dll.
&quot;Itu harus tetap dilanjutkan. Karena mereka menderita kalau tidak disuport,&quot; kata Roy.
Kemudian, lanjut dia, pemerintah perlu menjaga keseimbangan kebijakan  moneter, dan fiskal. Menurut Roy, beberapa poin tersebut adalah bagian  dari pemerintah. Sementara bagian pelaku usaha adalah menjaga efisiensi  dan efektivitas. Seperti contohnya mengkolaborasikan penjualan offline  dengan online.
Di sisi lain, Roy memberi catatan untuk pemerintah di tahun 2022 ini,  yakni perihal menyelesaikan tanggung jawab yang belum tuntas. Namun,  terkait tanggung jawab apa yang dimaksud, Roy tidak menyebutnya secara  rinci.
&quot;Tapi kita juga tetap memberikan catatan untuk di tahun ini. Apa yang  menjadi hak para peritel diharapkan dapat cepat diselesaikan oleh  pemerintah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha ritel yakin tetap cuan pada 2023 meskipun ada ancaman resesi. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) optimistis awal tahun 2023 mendatang pertumbuhan ritel tetap terjaga.
Ketua Umum Aprindo Roy N. Mandey mengatakan, hal itu didasarkan dari proyeksi Indeks Penjualan Rill (IPR) yang akan meningkat 204,2 pada November 2022.
BACA JUGA:Jelang Natal, Pengusaha Ritel Pastikan Harga Bahan Pokok Terjangkau 

&quot;Tentunya kita memasuki awal tahun 2023 tidak akan lepas dari kuartal terakhir di tahun ini. Yang kita tahu indeks penjualan ritel di bulan Oktober sebesar 202,7, kemudian Bank Indonesia memproyeksikan pada November 2022 meningkat menjadi 204,2,&quot; ujar Roy saat berdialog di IDX Channel, dikutip Rabu (14/12/2022).
BACA JUGA:Pengusaha Ritel Lebih Pede Hadapi Covid Varian Omicron XBB

&quot;Ini menjadi dorongan kita atau bisa kita sebut menjadi bahan bakarnya untuk kita memasuki awal tahun 2023,&quot; tambahnya.
Kendati demikian, Roy menyebut, pengusaha tetap membutuhkan campur tangan dari pemerintah. Seperti, menjaga daya beli masyarakat dengan memberikan stimulus atau semacam psikologi positif kepada masyarakat kelas menengah ke atas. Sebab di ketahui bersama situasi global sedang tidak baik-baik saja.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xNi80LzE1MjAyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara untuk masyarakat kelas menengah ke bawah tetap diberikan  bantuan sebagaimana sebelumnya dilakukan pemerintah. Seperti Bantuan  Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan subsidi  upah, dll.
&quot;Itu harus tetap dilanjutkan. Karena mereka menderita kalau tidak disuport,&quot; kata Roy.
Kemudian, lanjut dia, pemerintah perlu menjaga keseimbangan kebijakan  moneter, dan fiskal. Menurut Roy, beberapa poin tersebut adalah bagian  dari pemerintah. Sementara bagian pelaku usaha adalah menjaga efisiensi  dan efektivitas. Seperti contohnya mengkolaborasikan penjualan offline  dengan online.
Di sisi lain, Roy memberi catatan untuk pemerintah di tahun 2022 ini,  yakni perihal menyelesaikan tanggung jawab yang belum tuntas. Namun,  terkait tanggung jawab apa yang dimaksud, Roy tidak menyebutnya secara  rinci.
&quot;Tapi kita juga tetap memberikan catatan untuk di tahun ini. Apa yang  menjadi hak para peritel diharapkan dapat cepat diselesaikan oleh  pemerintah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
