<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap Fakta! 80% Tarif KRL Jabodetabek Disubsidi</title><description>Anne Purba menyatakan bahwa, pemerintah mengeluarkan subsidi untuk tarif jasa Commuterline hingga mencapai 80%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726976/terungkap-fakta-80-tarif-krl-jabodetabek-disubsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726976/terungkap-fakta-80-tarif-krl-jabodetabek-disubsidi"/><item><title>Terungkap Fakta! 80% Tarif KRL Jabodetabek Disubsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726976/terungkap-fakta-80-tarif-krl-jabodetabek-disubsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2726976/terungkap-fakta-80-tarif-krl-jabodetabek-disubsidi</guid><pubDate>Rabu 14 Desember 2022 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/14/320/2726976/terungkap-fakta-80-tarif-krl-jabodetabek-disubsidi-Cf36OzzZC9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Commuter Line (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/14/320/2726976/terungkap-fakta-80-tarif-krl-jabodetabek-disubsidi-Cf36OzzZC9.jpg</image><title>Commuter Line (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menyatakan bahwa, pemerintah mengeluarkan subsidi untuk tarif jasa Commuterline atau KRL Jabodetabek saat masa pandemi Covid-19 hingga mencapai 80%.
Bahkan menurutnya, dalam kondisi-kondisi yang sangat krusial, pemerintah bisa mengeluarkan subsidi lebih dari 80%.
BACA JUGA:Pengumuman! Tarif KRL Jabodetabek Tidak Naik hingga Akhir 2022&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kalau kita lihat kalau volume penumpangnya sedikit seperti masa pandemi, subsidi yang diberikan oleh pemerintah itu bisa 80%, 20% nya dibayarkan oleh pengguna jasa commuterline,&quot; kata Anne dalam program Market Review di IDX Channel, Rabu (14/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMy80LzE1ODY5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Anne menjelaskan, hal tersebut dikarenakan saat masa pandemi, jumlah penumpang menurun drastis karena ada berbagai peraturan yang mengharuskan untuk mengurangi mobilitas.
&quot;Karena perjalan KRL tidak boleh dikurangi, harus ada jaga jarak dan kita harus menekan mobilitas masyarakat, itu yang terjadi di tahun 2020 dan 2021&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Tarif KRL Bakal Naik Jadi Rp5.000 Tahun Depan, Beneran Nih?

Namun, Anne menuturkan, saat volume pengguna KRL berada di angka normal seperti saat ini, persentase subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah turut mengalami penurunan.&quot;Saat volume mencapai 1,2 juta penumpang, subsidi yang diberikan sekitar 40 sampai 55% dari pemerintah yang mengeluarkan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menyatakan bahwa, pemerintah mengeluarkan subsidi untuk tarif jasa Commuterline atau KRL Jabodetabek saat masa pandemi Covid-19 hingga mencapai 80%.
Bahkan menurutnya, dalam kondisi-kondisi yang sangat krusial, pemerintah bisa mengeluarkan subsidi lebih dari 80%.
BACA JUGA:Pengumuman! Tarif KRL Jabodetabek Tidak Naik hingga Akhir 2022&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kalau kita lihat kalau volume penumpangnya sedikit seperti masa pandemi, subsidi yang diberikan oleh pemerintah itu bisa 80%, 20% nya dibayarkan oleh pengguna jasa commuterline,&quot; kata Anne dalam program Market Review di IDX Channel, Rabu (14/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMy80LzE1ODY5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Anne menjelaskan, hal tersebut dikarenakan saat masa pandemi, jumlah penumpang menurun drastis karena ada berbagai peraturan yang mengharuskan untuk mengurangi mobilitas.
&quot;Karena perjalan KRL tidak boleh dikurangi, harus ada jaga jarak dan kita harus menekan mobilitas masyarakat, itu yang terjadi di tahun 2020 dan 2021&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Tarif KRL Bakal Naik Jadi Rp5.000 Tahun Depan, Beneran Nih?

Namun, Anne menuturkan, saat volume pengguna KRL berada di angka normal seperti saat ini, persentase subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah turut mengalami penurunan.&quot;Saat volume mencapai 1,2 juta penumpang, subsidi yang diberikan sekitar 40 sampai 55% dari pemerintah yang mengeluarkan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
