<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap-Siap! Bansos Disalurkan Lewat Digital</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa dengan adanya teknologi digital dan internet, pengelolaan keuangan negara menjadi semakin transparan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2727101/siap-siap-bansos-disalurkan-lewat-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2727101/siap-siap-bansos-disalurkan-lewat-digital"/><item><title>Siap-Siap! Bansos Disalurkan Lewat Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2727101/siap-siap-bansos-disalurkan-lewat-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2727101/siap-siap-bansos-disalurkan-lewat-digital</guid><pubDate>Rabu 14 Desember 2022 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/14/320/2727101/siap-siap-bansos-disalurkan-lewat-digital-5kJGji4HYj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/14/320/2727101/siap-siap-bansos-disalurkan-lewat-digital-5kJGji4HYj.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa dengan adanya teknologi digital dan internet, pengelolaan keuangan negara menjadi semakin transparan, akuntabel, dan tepat kualitas.
Menurutnya hal ini sangat penting di dalam menjaga kredibilitas dari keuangan negara dan dari sisi confidence atau kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
BACA JUGA:Ada Teknologi Digital, Sri Mulyani: Kelola Uang Negara Jadi Transparan

&quot;Kita juga terus melakukan berbagai reform dengan adanya dan munculnya perbankan, apalagi munculnya teknologi digital di sektor keuangan, seperti munculnya fintech telah menciptakan ekosistem yang semakin terinterkoneksi,&quot; ujar Sri dalam Conference on Public Finance and Treasury (CPFT) 2022 secara virtual di Jakarta, Rabu (14/12/2022).
Hal ini memungkinkan untuk membantu mengelola, memonitor, dan melaporkan transaksi-transaksi secara tepat waktu, dan proses bisnis dari pengelolaan keuangan negara semakin tertransformasi menggunakan dan tergantung pada teknologi digital ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMy80LzE1ODY5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Interkoneksi antara instansi pemerintah dilakukan secara digital. Interkoneksi antara pemerintah dengan pihak perusahaan pun juga sekarang dilakukan secara digital.
BACA JUGA:Intip Besaran Bansos yang Cair Bulan Ini di Kantor Pos, BLT BBM Rp300 Ribu hingga PKH Rp3 Juta

&quot;Yang sekarang dalam frontier kita adalah interkoneksi antara pemerintah langsung kepada masyarakat juga dilakukan dan bisa difasilitasi dengan teknologi digital. Banyak bantuan sosial kita sekarang by name by address untuk masyarakat penerima, ditransfer langsung dari pemerintah pusat ke rekening bank penerima. Ini sebuah revolusi,&quot; papar Sri.Kendati demikian, dia mengakui masih banyak hal yang harus diperbaiki. Seperti misalnya, targetnya apakah rumah tangga tersebut memang betul-betul berhak menerima bansos, sehingga error inklusi dan eksklusi harus diperhatikan. Namun, teknologi digital ini telah memungkinkan pemerintah langsung melakukan transaksi kepada masyarakat dengan biaya yang sangat minimal.
&quot;Ini kalau dibandingkan rezim pada waktu belum adanya teknologi digital, maka kekhawatiran muncul terhadap setiap program pemerintah yang langsung memberikan manfaat masyarakat, yang dikhawatirkan melalui berbagai proses birokrasi, administrasi, yang kemudian sangat rentan terhadap korupsi maupun pungutan liar, manfaatnya pada masyarakat menjadi menurun,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa dengan adanya teknologi digital dan internet, pengelolaan keuangan negara menjadi semakin transparan, akuntabel, dan tepat kualitas.
Menurutnya hal ini sangat penting di dalam menjaga kredibilitas dari keuangan negara dan dari sisi confidence atau kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
BACA JUGA:Ada Teknologi Digital, Sri Mulyani: Kelola Uang Negara Jadi Transparan

&quot;Kita juga terus melakukan berbagai reform dengan adanya dan munculnya perbankan, apalagi munculnya teknologi digital di sektor keuangan, seperti munculnya fintech telah menciptakan ekosistem yang semakin terinterkoneksi,&quot; ujar Sri dalam Conference on Public Finance and Treasury (CPFT) 2022 secara virtual di Jakarta, Rabu (14/12/2022).
Hal ini memungkinkan untuk membantu mengelola, memonitor, dan melaporkan transaksi-transaksi secara tepat waktu, dan proses bisnis dari pengelolaan keuangan negara semakin tertransformasi menggunakan dan tergantung pada teknologi digital ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xMy80LzE1ODY5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Interkoneksi antara instansi pemerintah dilakukan secara digital. Interkoneksi antara pemerintah dengan pihak perusahaan pun juga sekarang dilakukan secara digital.
BACA JUGA:Intip Besaran Bansos yang Cair Bulan Ini di Kantor Pos, BLT BBM Rp300 Ribu hingga PKH Rp3 Juta

&quot;Yang sekarang dalam frontier kita adalah interkoneksi antara pemerintah langsung kepada masyarakat juga dilakukan dan bisa difasilitasi dengan teknologi digital. Banyak bantuan sosial kita sekarang by name by address untuk masyarakat penerima, ditransfer langsung dari pemerintah pusat ke rekening bank penerima. Ini sebuah revolusi,&quot; papar Sri.Kendati demikian, dia mengakui masih banyak hal yang harus diperbaiki. Seperti misalnya, targetnya apakah rumah tangga tersebut memang betul-betul berhak menerima bansos, sehingga error inklusi dan eksklusi harus diperhatikan. Namun, teknologi digital ini telah memungkinkan pemerintah langsung melakukan transaksi kepada masyarakat dengan biaya yang sangat minimal.
&quot;Ini kalau dibandingkan rezim pada waktu belum adanya teknologi digital, maka kekhawatiran muncul terhadap setiap program pemerintah yang langsung memberikan manfaat masyarakat, yang dikhawatirkan melalui berbagai proses birokrasi, administrasi, yang kemudian sangat rentan terhadap korupsi maupun pungutan liar, manfaatnya pada masyarakat menjadi menurun,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
