<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebijakan BI Dinilai Bisa Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah</title><description>Josua Pardede menyatakan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh BI dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, khususnya pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2727254/kebijakan-bi-dinilai-bisa-jaga-stabilitas-nilai-tukar-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2727254/kebijakan-bi-dinilai-bisa-jaga-stabilitas-nilai-tukar-rupiah"/><item><title>Kebijakan BI Dinilai Bisa Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2727254/kebijakan-bi-dinilai-bisa-jaga-stabilitas-nilai-tukar-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/14/320/2727254/kebijakan-bi-dinilai-bisa-jaga-stabilitas-nilai-tukar-rupiah</guid><pubDate>Rabu 14 Desember 2022 20:57 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/14/320/2727254/kebijakan-bi-dinilai-bisa-jaga-stabilitas-nilai-tukar-rupiah-NGN17nLhJC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nilai Tukar Rupiah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/14/320/2727254/kebijakan-bi-dinilai-bisa-jaga-stabilitas-nilai-tukar-rupiah-NGN17nLhJC.jpg</image><title>Nilai Tukar Rupiah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh Bank Indonesia (BI) dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, khususnya pada 2023.
Dia menjelaskan kebijakan tersebut di antaranya triple intervention, yaitu upaya intervensi pada pasar spot valuta asing (valas), Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN).
BACA JUGA:Upaya Bank Indonesia Turunkan Inflasi ke Target Awal

&quot;Kemudian, implementasi Local Currency Settlement (LCS), yaitu mendorong negara di kawasan Asia untuk menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi, agar tidak bergantung pada dolar Amerika Serikat (AS),&quot; katanya dikutip Antara, Rabu (14/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, disiplin devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA), dengan mendorong para pelaku eksportir untuk lebih lama memarkir devisa hasil ekspornya ke domestik, sehingga nilai tukar rupiah akan relatif lebih stabil.
Menurutnya, sebenarnya kondisi fundamental perekonomian Indonesia cenderung solid, yang ditunjukkan dengan surplus neraca perdagangan selama 30 bulan berturut-turut.
BACA JUGA:Gubernur Bank Indonesia Tetapkan 9 Pimpinan Baru, Ini Daftarnya

Ditambah, neraca transaksi berjalan juga surplus selama lima triwulan berturut-turut sejak triwulan III-2021.Namun demikian, sentimen pasar keuangan di tingkat global yang dipicu oleh agresivitas The Federal Reservemembuat mata uang dolar AS menguat terhadap mata uang negara lain, termasuk Garuda.
&amp;ldquo;Yang perlu diperhatikan, kondisi yang terjadi bukan rupiah satu satunya mata uang yang melemah terhadap dolar AS, tetapi dolar AS yang menguat terhadap mata uang di seluruh dunia, termasuk mata uang negara maju,&amp;rdquo; kata Josua.
Namun demikian, menurutnya, adanya perkirakan bahwa The Fed tidak akan seagresif tahun ini, akan membuat tekanan dolar AS terhadap nilai mata uang Asia, termasuk Indonesia akan relatif terbatas pada tahun depan.
Dengan demikian, seiring dengan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid, Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan relatif stabil berada di kisaran Rp15.400 - Rp15.600 per dolar AS pada 2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh Bank Indonesia (BI) dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, khususnya pada 2023.
Dia menjelaskan kebijakan tersebut di antaranya triple intervention, yaitu upaya intervensi pada pasar spot valuta asing (valas), Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN).
BACA JUGA:Upaya Bank Indonesia Turunkan Inflasi ke Target Awal

&quot;Kemudian, implementasi Local Currency Settlement (LCS), yaitu mendorong negara di kawasan Asia untuk menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi, agar tidak bergantung pada dolar Amerika Serikat (AS),&quot; katanya dikutip Antara, Rabu (14/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, disiplin devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA), dengan mendorong para pelaku eksportir untuk lebih lama memarkir devisa hasil ekspornya ke domestik, sehingga nilai tukar rupiah akan relatif lebih stabil.
Menurutnya, sebenarnya kondisi fundamental perekonomian Indonesia cenderung solid, yang ditunjukkan dengan surplus neraca perdagangan selama 30 bulan berturut-turut.
BACA JUGA:Gubernur Bank Indonesia Tetapkan 9 Pimpinan Baru, Ini Daftarnya

Ditambah, neraca transaksi berjalan juga surplus selama lima triwulan berturut-turut sejak triwulan III-2021.Namun demikian, sentimen pasar keuangan di tingkat global yang dipicu oleh agresivitas The Federal Reservemembuat mata uang dolar AS menguat terhadap mata uang negara lain, termasuk Garuda.
&amp;ldquo;Yang perlu diperhatikan, kondisi yang terjadi bukan rupiah satu satunya mata uang yang melemah terhadap dolar AS, tetapi dolar AS yang menguat terhadap mata uang di seluruh dunia, termasuk mata uang negara maju,&amp;rdquo; kata Josua.
Namun demikian, menurutnya, adanya perkirakan bahwa The Fed tidak akan seagresif tahun ini, akan membuat tekanan dolar AS terhadap nilai mata uang Asia, termasuk Indonesia akan relatif terbatas pada tahun depan.
Dengan demikian, seiring dengan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid, Ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan relatif stabil berada di kisaran Rp15.400 - Rp15.600 per dolar AS pada 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
