<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Solusi Tunas Pratama (SUPR) Target Raup Laba Rp900 Miliar</title><description>PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) menargetkan laba bersih senilai Rp900 miliar pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/278/2727823/solusi-tunas-pratama-supr-target-raup-laba-rp900-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/278/2727823/solusi-tunas-pratama-supr-target-raup-laba-rp900-miliar"/><item><title>Solusi Tunas Pratama (SUPR) Target Raup Laba Rp900 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/278/2727823/solusi-tunas-pratama-supr-target-raup-laba-rp900-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/278/2727823/solusi-tunas-pratama-supr-target-raup-laba-rp900-miliar</guid><pubDate>Kamis 15 Desember 2022 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/15/278/2727823/solusi-tunas-pratama-supr-target-raup-laba-rp900-miliar-3qTcVJ4ha9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SUPR targetkan raup laba tahun ini (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/15/278/2727823/solusi-tunas-pratama-supr-target-raup-laba-rp900-miliar-3qTcVJ4ha9.jpg</image><title>SUPR targetkan raup laba tahun ini (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) menargetkan laba bersih senilai Rp900 miliar pada tahun ini. Tahun lalu perseroan membukukan rugi bersih Rp69,07 miliar.
Direktur Utama sekaligus Sekretaris Perusahaan SUPR, Juliawati Gunawan Halim dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebut bahwa pada akhir tahun 2022 ini SUPR memproyeksikan dapat meraup laba bersih sebesar Rp900 miliar.
BACA JUGA:AKR Corporindo (AKRA), Emiten Milik Raja Minyak Tambah Modal Anak Usaha Rp21,67 Miliar

Sedangkan laba bersih perseroan sampai September 2022 telah mencapai Rp700 miliar. Disampaikan Juliawati, proyeksi laba bersih sebesar Rp900 miliar itu sejalan dengan target pendapatan perseroan tahun ini yang diperkirakan bertumbuh sebesar 4%.
Artinya, bila dikomparasikan dengan pendapatan SUPR pada tahun lalu sebesar Rp2,07 triliun, maka pada tahun ini perseroan berpeluang mengantongi total pendapatan sebesar Rp2,16 triliun.
BACA JUGA:Melantai di BEI, Venteny Fortuna Internasional Jadi Emiten ke-59 di 2022

&quot;Kenaikan pendapatan di kisaran 4% itu secara proforma tanpa memperhitungkan pendapatan PT Platinum Teknologi dan anak perusahaan,&quot; jelas Juliawati.
Pembalikan rugi menjadi laba yang dicapai perseroan ini tidak lepas dari target-target SUPR tahun ini yang mengejar untuk meningkatkan sebanyak 300-400 menara baru dan menambah penyewaan baru sekitar 500 hingga 600. Oleh karena itu, pada tahun ini SUPR pun menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp500 miliar yang digunakan untuk menambah menara dan penyewaan baru serta memperpanjang sewa lahan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara untuk proyeksi kinerja SUPR tahun depan baik dari sisi top  line maupun bottome line, Juliawati mengaku belum bisa menyampaikan  lebih detail sebab masih dalam tahap finalisasi. Begitu pun menyangkut  soal ekspansi menara pada tahun depan.
&quot;Perseroan masih melihat pertumbuhan industri operator telekomunikasi  ke depannya. Mengingat, saat ini budget 2023 masih dalam tahap  finalisasi, rencana ekspansi perseroan lebih lanjut masih belum dapat  disampaikan,&quot; kata Juliawati.
Sebelumnya, perseroan pernah mengungkapkan target pendapatan tahun  ini tumbuh 5%-6%. Dengan target itu, Solusi Tunas Pratama pun telah  menyiapkan sejumlah strategi untuk menggejar pertumbuhan kinerja. Dimana  pasca akuisisi oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia  (Protelindo), SUPR masih tetap akan fokus pada bisnis utamanya. Sebagai  informasi, hingga saat ini, perseroan memiliki sebanyak 6.900 menara,  dengan jumlah tenant mencapai 12.800 di akhir Desember 2021 lalu.
Belum lama ini, perseroan dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte)  menjadi penjamin atas transaksi pinjaman yang diraih PT Profesional  Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) yang merupakan induk usaha dari  Oversea-Chinese Bank Corporation Limited Ltd (OCBC) sebesar US$ 50 juta  atau setara Rp784 miliar. Disebutkan, fasilitas pinjaman tersebut untuk  menunjang kegiatan usaha yang secara konsolidasi juga akan berimplikasi  positif bagi SUPR dan Iforte. Tujuan pinjaman untuk mendukung modal  kerja dan memenuhi kebutuhan umum dengan masa jatuh tempo selama 60  bulan terhitung sejak 18 November 2022 berdasarkan hukum Inggris.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) menargetkan laba bersih senilai Rp900 miliar pada tahun ini. Tahun lalu perseroan membukukan rugi bersih Rp69,07 miliar.
Direktur Utama sekaligus Sekretaris Perusahaan SUPR, Juliawati Gunawan Halim dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebut bahwa pada akhir tahun 2022 ini SUPR memproyeksikan dapat meraup laba bersih sebesar Rp900 miliar.
BACA JUGA:AKR Corporindo (AKRA), Emiten Milik Raja Minyak Tambah Modal Anak Usaha Rp21,67 Miliar

Sedangkan laba bersih perseroan sampai September 2022 telah mencapai Rp700 miliar. Disampaikan Juliawati, proyeksi laba bersih sebesar Rp900 miliar itu sejalan dengan target pendapatan perseroan tahun ini yang diperkirakan bertumbuh sebesar 4%.
Artinya, bila dikomparasikan dengan pendapatan SUPR pada tahun lalu sebesar Rp2,07 triliun, maka pada tahun ini perseroan berpeluang mengantongi total pendapatan sebesar Rp2,16 triliun.
BACA JUGA:Melantai di BEI, Venteny Fortuna Internasional Jadi Emiten ke-59 di 2022

&quot;Kenaikan pendapatan di kisaran 4% itu secara proforma tanpa memperhitungkan pendapatan PT Platinum Teknologi dan anak perusahaan,&quot; jelas Juliawati.
Pembalikan rugi menjadi laba yang dicapai perseroan ini tidak lepas dari target-target SUPR tahun ini yang mengejar untuk meningkatkan sebanyak 300-400 menara baru dan menambah penyewaan baru sekitar 500 hingga 600. Oleh karena itu, pada tahun ini SUPR pun menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp500 miliar yang digunakan untuk menambah menara dan penyewaan baru serta memperpanjang sewa lahan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara untuk proyeksi kinerja SUPR tahun depan baik dari sisi top  line maupun bottome line, Juliawati mengaku belum bisa menyampaikan  lebih detail sebab masih dalam tahap finalisasi. Begitu pun menyangkut  soal ekspansi menara pada tahun depan.
&quot;Perseroan masih melihat pertumbuhan industri operator telekomunikasi  ke depannya. Mengingat, saat ini budget 2023 masih dalam tahap  finalisasi, rencana ekspansi perseroan lebih lanjut masih belum dapat  disampaikan,&quot; kata Juliawati.
Sebelumnya, perseroan pernah mengungkapkan target pendapatan tahun  ini tumbuh 5%-6%. Dengan target itu, Solusi Tunas Pratama pun telah  menyiapkan sejumlah strategi untuk menggejar pertumbuhan kinerja. Dimana  pasca akuisisi oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia  (Protelindo), SUPR masih tetap akan fokus pada bisnis utamanya. Sebagai  informasi, hingga saat ini, perseroan memiliki sebanyak 6.900 menara,  dengan jumlah tenant mencapai 12.800 di akhir Desember 2021 lalu.
Belum lama ini, perseroan dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte)  menjadi penjamin atas transaksi pinjaman yang diraih PT Profesional  Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) yang merupakan induk usaha dari  Oversea-Chinese Bank Corporation Limited Ltd (OCBC) sebesar US$ 50 juta  atau setara Rp784 miliar. Disebutkan, fasilitas pinjaman tersebut untuk  menunjang kegiatan usaha yang secara konsolidasi juga akan berimplikasi  positif bagi SUPR dan Iforte. Tujuan pinjaman untuk mendukung modal  kerja dan memenuhi kebutuhan umum dengan masa jatuh tempo selama 60  bulan terhitung sejak 18 November 2022 berdasarkan hukum Inggris.</content:encoded></item></channel></rss>
