<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menaker Sebut 56% Lulusan SMP Lebih Mudah Dapat Kerja Dibanding SMA, Kok Bisa?</title><description>Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan saat ini penambahan angkatan kerja paling banyak berasal dari tingkat pendidikan SMP.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727467/menaker-sebut-56-lulusan-smp-lebih-mudah-dapat-kerja-dibanding-sma-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727467/menaker-sebut-56-lulusan-smp-lebih-mudah-dapat-kerja-dibanding-sma-kok-bisa"/><item><title>Menaker Sebut 56% Lulusan SMP Lebih Mudah Dapat Kerja Dibanding SMA, Kok Bisa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727467/menaker-sebut-56-lulusan-smp-lebih-mudah-dapat-kerja-dibanding-sma-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727467/menaker-sebut-56-lulusan-smp-lebih-mudah-dapat-kerja-dibanding-sma-kok-bisa</guid><pubDate>Kamis 15 Desember 2022 09:28 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727467/menaker-sebut-56-lulusan-smp-lebih-mudah-dapat-kerja-dibanding-sma-kok-bisa-598JUCEfIZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (Foto: Kemnaker)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727467/menaker-sebut-56-lulusan-smp-lebih-mudah-dapat-kerja-dibanding-sma-kok-bisa-598JUCEfIZ.jpg</image><title>Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (Foto: Kemnaker)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan saat ini penambahan angkatan kerja paling banyak berasal dari tingkat pendidikan SMP, namun jumlah pengangguran paling banyak justru lulusan SMA sederajat ke atasnya.

Menaker mengatakan, profil angkatan kerja Indonesia lulusan SMP ke bawah yang mencapai 56%.

Akan tetapi pengangguran banyak terjadi pada jenjang pendidikan, SMA, SMK, Diploma, hingga Sarjana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ke Jepang, Menaker Optimalkan Kuantitas dan Kualitas Peserta Magang dari Indonesia
Kondisi ini menurutnya disebabkan oleh mismatch ketenagakerjaan.

Menurutnya yang dapat menjawab tantangan ketenagakerjaan di Indonesia adalah dengan mismatch antara supply dan demand pasar kerja melalui Polteknaker.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xMS80LzE1Njc0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Poltenaker ini hadir untuk menjawab itu, kebutuhan link and match, mengurangi semaksimal mungkin adanya mismatch, sehingga semakin ke sini kita bisa mengatakan bahwa output lembaga pendidikan tinggi semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,&quot; ujar Menaker dalam pernyataan tertulisnya dikutip Kamis (15/12/2022).

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, menambahkan, pembangunan gedung Pusat Administrasi dan Serbaguna ini bertujuan melengkapi berbagai fasilitas Polteknaker.

Sehingga Polteknaker benar-benar dapat menghadirkan layanan maksimal dalam hal layanan pendidikan, layanan penelitian, hingga layanan pengabdian masyarakat.

&quot;Melalui SDM yang kuat, kelembagaan dan cara kerja yang efisien dapat membawa kita untuk menjadi institusi yang modern, berkualitas, dan semakin maju,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan saat ini penambahan angkatan kerja paling banyak berasal dari tingkat pendidikan SMP, namun jumlah pengangguran paling banyak justru lulusan SMA sederajat ke atasnya.

Menaker mengatakan, profil angkatan kerja Indonesia lulusan SMP ke bawah yang mencapai 56%.

Akan tetapi pengangguran banyak terjadi pada jenjang pendidikan, SMA, SMK, Diploma, hingga Sarjana.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ke Jepang, Menaker Optimalkan Kuantitas dan Kualitas Peserta Magang dari Indonesia
Kondisi ini menurutnya disebabkan oleh mismatch ketenagakerjaan.

Menurutnya yang dapat menjawab tantangan ketenagakerjaan di Indonesia adalah dengan mismatch antara supply dan demand pasar kerja melalui Polteknaker.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xMS80LzE1Njc0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Poltenaker ini hadir untuk menjawab itu, kebutuhan link and match, mengurangi semaksimal mungkin adanya mismatch, sehingga semakin ke sini kita bisa mengatakan bahwa output lembaga pendidikan tinggi semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,&quot; ujar Menaker dalam pernyataan tertulisnya dikutip Kamis (15/12/2022).

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, menambahkan, pembangunan gedung Pusat Administrasi dan Serbaguna ini bertujuan melengkapi berbagai fasilitas Polteknaker.

Sehingga Polteknaker benar-benar dapat menghadirkan layanan maksimal dalam hal layanan pendidikan, layanan penelitian, hingga layanan pengabdian masyarakat.

&quot;Melalui SDM yang kuat, kelembagaan dan cara kerja yang efisien dapat membawa kita untuk menjadi institusi yang modern, berkualitas, dan semakin maju,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
