<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Negara di Dunia 'Sakit-sakitan', Sri Mulyani: Indonesia dalam Situasi Cukup Baik</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasi dunia saat ini kian kompleks.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727506/negara-di-dunia-sakit-sakitan-sri-mulyani-indonesia-dalam-situasi-cukup-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727506/negara-di-dunia-sakit-sakitan-sri-mulyani-indonesia-dalam-situasi-cukup-baik"/><item><title>Negara di Dunia 'Sakit-sakitan', Sri Mulyani: Indonesia dalam Situasi Cukup Baik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727506/negara-di-dunia-sakit-sakitan-sri-mulyani-indonesia-dalam-situasi-cukup-baik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727506/negara-di-dunia-sakit-sakitan-sri-mulyani-indonesia-dalam-situasi-cukup-baik</guid><pubDate>Kamis 15 Desember 2022 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727506/negara-di-dunia-sakit-sakitan-sri-mulyani-indonesia-dalam-situasi-cukup-baik-ID9ailQ7c1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727506/negara-di-dunia-sakit-sakitan-sri-mulyani-indonesia-dalam-situasi-cukup-baik-ID9ailQ7c1.jpg</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasi dunia saat ini kian kompleks.

Situasi geopolitik yang semakin tegang karena perang Rusia-Ukraina menimbulkan disrupsi pasokan dalam berbagai dimensi, yang berujung juga pada tingginya inflasi dan sulitnya proses pemulihan ekonomi di berbagai negara.

Dilema kebijakan maupun ruang untuk manuver bagi banyak negara menjadi sangatlah sempit.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Dampak Perang Rusia-Ukraina, Sri Mulyani: Inflasi Sangat Tajam di Banyak Negara
&quot;Dilemanya semakin menguat, sementara manuvernya bahkan ruang untuk manuvernya menjadi semakin sempit. Inilah yang kita hadapi saat ini,&quot; ujar Sri dalam Indonesia Economic Prospects (IEP) Edisi Desember 2022 di Jakarta, Kamis (15/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yNC80LzE1NzUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahkan, dia menegaskan bahwa dalam hal ini, Indonesia bukanlah pengecualian.

&quot;Meski alhamdulillah Indonesia berada dalam situasi yang cukup baik. Momentum pertumbuhan dimana kita bisa mencapai pertumbuhan di atas 5% untuk empat kuartal berturut-turut, dan ini tidak diikuti dengan peningkatan inflasi dengan dramatis,&quot; ungkap Sri.

Pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar pada bulan September lalu, dengan inflasi yang diharapkan mencapai hampir 7%.
Tetapi, ternyata inflasi RI hanya menyentuh 5,7%, dan bahkan sekarang menjadi turun menjadi 5,4%.

&quot;Ini sangatlah baik jika dibandingkan dengan negara lain, di mana mereka menghadapi dilema yang sangat sulit antara mendukung dan terus mendukung pemulihan ekonomi dengan stabilisasi inflasi mereka,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasi dunia saat ini kian kompleks.

Situasi geopolitik yang semakin tegang karena perang Rusia-Ukraina menimbulkan disrupsi pasokan dalam berbagai dimensi, yang berujung juga pada tingginya inflasi dan sulitnya proses pemulihan ekonomi di berbagai negara.

Dilema kebijakan maupun ruang untuk manuver bagi banyak negara menjadi sangatlah sempit.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Dampak Perang Rusia-Ukraina, Sri Mulyani: Inflasi Sangat Tajam di Banyak Negara
&quot;Dilemanya semakin menguat, sementara manuvernya bahkan ruang untuk manuvernya menjadi semakin sempit. Inilah yang kita hadapi saat ini,&quot; ujar Sri dalam Indonesia Economic Prospects (IEP) Edisi Desember 2022 di Jakarta, Kamis (15/12/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yNC80LzE1NzUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahkan, dia menegaskan bahwa dalam hal ini, Indonesia bukanlah pengecualian.

&quot;Meski alhamdulillah Indonesia berada dalam situasi yang cukup baik. Momentum pertumbuhan dimana kita bisa mencapai pertumbuhan di atas 5% untuk empat kuartal berturut-turut, dan ini tidak diikuti dengan peningkatan inflasi dengan dramatis,&quot; ungkap Sri.

Pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar pada bulan September lalu, dengan inflasi yang diharapkan mencapai hampir 7%.
Tetapi, ternyata inflasi RI hanya menyentuh 5,7%, dan bahkan sekarang menjadi turun menjadi 5,4%.

&quot;Ini sangatlah baik jika dibandingkan dengan negara lain, di mana mereka menghadapi dilema yang sangat sulit antara mendukung dan terus mendukung pemulihan ekonomi dengan stabilisasi inflasi mereka,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
