<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adu Kuat Jurus Jokowi dan Biden Atasi Inflasi</title><description>Adu kuat jurus kebijakan Presiden Jokowi dan Presiden Joe Biden dalam mengatasi inflasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727590/adu-kuat-jurus-jokowi-dan-biden-atasi-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727590/adu-kuat-jurus-jokowi-dan-biden-atasi-inflasi"/><item><title>Adu Kuat Jurus Jokowi dan Biden Atasi Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727590/adu-kuat-jurus-jokowi-dan-biden-atasi-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727590/adu-kuat-jurus-jokowi-dan-biden-atasi-inflasi</guid><pubDate>Kamis 15 Desember 2022 12:10 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727590/adu-kuat-jurus-jokowi-dan-biden-atasi-inflasi-8uVQiueuCO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Adu kuat jurus jokowi dan biden atasi inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727590/adu-kuat-jurus-jokowi-dan-biden-atasi-inflasi-8uVQiueuCO.jpg</image><title>Adu kuat jurus jokowi dan biden atasi inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Adu kuat jurus kebijakan Presiden Jokowi dan Presiden Joe Biden dalam mengatasi inflasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dalam menghadapi kenaikan inflasi, Indonesia mengadopsi langkah-langkah yang tergolong non konvensional.
Dalam upaya menurunkan angka inflasi, dia pun membandingkan 'jurus' yang dipakai Indonesia dengan jurus Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:Dampak Perang Rusia-Ukraina, Sri Mulyani: Inflasi Sangat Tajam di Banyak Negara

&quot;Presiden AS Joe Biden mengesahkan undang-undang mengenai anti inflasi yang digabungkan dengan banyak sekali subsidi. Di sisi lain, Indonesia juga mengatasi masalah inflasi ini dengan cara yang tidak hanya bergantung pada instrumen moneter,&quot; ujar Sri dalam Indonesia Economic Prospects (IEP) Edisi Desember 2022 di Jakarta, Kamis (15/12/2022).
Hal ini karena meskipun inflasi di RI sebagian disebabkan oleh permintaan agregat yang meningkat secara cepat atau bertumpu setelah pandemi bisa dikelola dengan baik, tetapi inflasi ini juga datang dari sisi pasokan atau suplai. Disrupsi produksi dan distribusi karena perang ataupun karena alasan lainnya.
BACA JUGA:BI Proyeksi Inflasi Turun ke 1,5% hingga 3,5% pada 2024

&quot;Itulah mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para anggota kabinet dan juga gubernur, bupati, dan walikota, melihat apa yang menyebabkan inflasi terutama dari sisi pasokan dan produksi. Dan ternyata faktornya adalah pangan,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyebutkan, sebagian besar masalahnya disebabkan dari sisi  distribusi dan logistik, dan juga ketersediaan pasokan yang tidak  terdistribusikan secara merata di seluruh Indonesia. Dengan  memperhatikan secara rinci soal hal ini, Indonesia pun bisa mengelola  inflasi tanpa menggunakan alat-alat moneter yang berlebihan, seperti  menaikkan suku bunga.
&quot;Jadi ini yang saya katakan sebagai salah satu contoh menghadapi  kondisi yang sangat rumit, implikasi kondisi ekonomi global dan kita  semua menghadapi tekanan yang luar biasa,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Adu kuat jurus kebijakan Presiden Jokowi dan Presiden Joe Biden dalam mengatasi inflasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dalam menghadapi kenaikan inflasi, Indonesia mengadopsi langkah-langkah yang tergolong non konvensional.
Dalam upaya menurunkan angka inflasi, dia pun membandingkan 'jurus' yang dipakai Indonesia dengan jurus Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:Dampak Perang Rusia-Ukraina, Sri Mulyani: Inflasi Sangat Tajam di Banyak Negara

&quot;Presiden AS Joe Biden mengesahkan undang-undang mengenai anti inflasi yang digabungkan dengan banyak sekali subsidi. Di sisi lain, Indonesia juga mengatasi masalah inflasi ini dengan cara yang tidak hanya bergantung pada instrumen moneter,&quot; ujar Sri dalam Indonesia Economic Prospects (IEP) Edisi Desember 2022 di Jakarta, Kamis (15/12/2022).
Hal ini karena meskipun inflasi di RI sebagian disebabkan oleh permintaan agregat yang meningkat secara cepat atau bertumpu setelah pandemi bisa dikelola dengan baik, tetapi inflasi ini juga datang dari sisi pasokan atau suplai. Disrupsi produksi dan distribusi karena perang ataupun karena alasan lainnya.
BACA JUGA:BI Proyeksi Inflasi Turun ke 1,5% hingga 3,5% pada 2024

&quot;Itulah mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para anggota kabinet dan juga gubernur, bupati, dan walikota, melihat apa yang menyebabkan inflasi terutama dari sisi pasokan dan produksi. Dan ternyata faktornya adalah pangan,&quot; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia menyebutkan, sebagian besar masalahnya disebabkan dari sisi  distribusi dan logistik, dan juga ketersediaan pasokan yang tidak  terdistribusikan secara merata di seluruh Indonesia. Dengan  memperhatikan secara rinci soal hal ini, Indonesia pun bisa mengelola  inflasi tanpa menggunakan alat-alat moneter yang berlebihan, seperti  menaikkan suku bunga.
&quot;Jadi ini yang saya katakan sebagai salah satu contoh menghadapi  kondisi yang sangat rumit, implikasi kondisi ekonomi global dan kita  semua menghadapi tekanan yang luar biasa,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
