<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sesuai IMF hingga Bank Dunia, Ekonomi RI 2023 Diprediksi Masih Berada di Level 5%</title><description>Ekonomi Indonesia 2023 diprediksi berada di level 5%. Proyeksi ini sesuai dengan hitungan IMF hingga bank dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727648/sesuai-imf-hingga-bank-dunia-ekonomi-ri-2023-diprediksi-masih-berada-di-level-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727648/sesuai-imf-hingga-bank-dunia-ekonomi-ri-2023-diprediksi-masih-berada-di-level-5"/><item><title>Sesuai IMF hingga Bank Dunia, Ekonomi RI 2023 Diprediksi Masih Berada di Level 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727648/sesuai-imf-hingga-bank-dunia-ekonomi-ri-2023-diprediksi-masih-berada-di-level-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727648/sesuai-imf-hingga-bank-dunia-ekonomi-ri-2023-diprediksi-masih-berada-di-level-5</guid><pubDate>Kamis 15 Desember 2022 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727648/sesuai-imf-hingga-bank-dunia-ekonomi-ri-2023-diprediksi-masih-berada-di-level-5-7sIHswE9SC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727648/sesuai-imf-hingga-bank-dunia-ekonomi-ri-2023-diprediksi-masih-berada-di-level-5-7sIHswE9SC.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi Indonesia 2023 diprediksi berada di level 5%. Proyeksi ini sesuai dengan hitungan IMF hingga bank dunia.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 masih cukup kuat, meskipun lumayan berat untuk setinggi asumsi 2023 di APBN. Namun perkirakan masih akan berada di sekitar 5%.
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Sandiaga Uno Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Cerah
&quot;Hal ini sudah ada juga sesuai dengan prediksi terakhir dari banyak lembaga internasional IMF bank dunia dan juga bloomberg consensus,&quot; ujar Febrio saat memberikan paparan di acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2023, Kamis (15/12/2022).
Kemudian ia mengatakan, beberapa hal yang diperkirakan masih bisa terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di sekitar 5% di tahun 2023 adalah ekonomi Indonesia memiliki eksposur yang relatif terbatas terhadap perekonomian global dengan domestik demand yang cukup besar khususnya konsumsi masyarakat.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,3% pada 2023, Ini Pemicunya
Di sisi lain, terkait inflasi, Febrio menyampaikan sampai sejauh ini masih terus terkendali. Bahkan menurutnya, Indonesia masih mempunyai peluang besar untuk menekan inflasi.
&quot;Kita punya peluang untuk terus menjaga ini terkendali dan bahkan bisa lebih rendah lagi, ini terutama terkait efektivitas dari pengendalian inflasi makanan yang dilakukan oleh tim pengendali inflasi pusat dan daerah yang melibatkan banyak sekali stakeholder dari pusat sampai daerah,&quot; jelasnya.


Lalu, Febrio menyebut, investasi juga diproyeksikan masih tumbuh  stabil dengan likuiditas perbankan yang masih tumbuh serta juga masih  dipengaruhi oleh efek positif dari komoditas boom yang masih ada, serta  di Industri pengolahan berbasis sumberdaya yang hasilnya sudah terlihat  dari hilirisasi.
Berikutnya, kinerja ekspor juga diperkirakan masih bisa tumbuh.  Menurut Febrio, sektor manufaktur berbasis consumer goods mungkin akan  terdampak perlambatan Global namun komposisi ekspor yang cukup besar  pada komoditas akan menahan kinerja ekspor tidak terlalu turun.
Selain itu l, tambah Febrio, terdapat juga tren pergeseran pasar  ekspor Indonesia dengan kuatnya permintaan ekspor oleh India, Jepang,  dan Korea Selatan yang pertumbuhannya meningkat tinggi di Tahun 2022.
&quot;Pasar ekspor lainnya di Tahun 2022 ini meskipun masih tumbuh 2 digit  namun mulai melambat dibandingkan dengan tahun lalu,&quot; tandasnya.
Advenia Elisabeth</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi Indonesia 2023 diprediksi berada di level 5%. Proyeksi ini sesuai dengan hitungan IMF hingga bank dunia.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 masih cukup kuat, meskipun lumayan berat untuk setinggi asumsi 2023 di APBN. Namun perkirakan masih akan berada di sekitar 5%.
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Sandiaga Uno Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Cerah
&quot;Hal ini sudah ada juga sesuai dengan prediksi terakhir dari banyak lembaga internasional IMF bank dunia dan juga bloomberg consensus,&quot; ujar Febrio saat memberikan paparan di acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2023, Kamis (15/12/2022).
Kemudian ia mengatakan, beberapa hal yang diperkirakan masih bisa terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di sekitar 5% di tahun 2023 adalah ekonomi Indonesia memiliki eksposur yang relatif terbatas terhadap perekonomian global dengan domestik demand yang cukup besar khususnya konsumsi masyarakat.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,3% pada 2023, Ini Pemicunya
Di sisi lain, terkait inflasi, Febrio menyampaikan sampai sejauh ini masih terus terkendali. Bahkan menurutnya, Indonesia masih mempunyai peluang besar untuk menekan inflasi.
&quot;Kita punya peluang untuk terus menjaga ini terkendali dan bahkan bisa lebih rendah lagi, ini terutama terkait efektivitas dari pengendalian inflasi makanan yang dilakukan oleh tim pengendali inflasi pusat dan daerah yang melibatkan banyak sekali stakeholder dari pusat sampai daerah,&quot; jelasnya.


Lalu, Febrio menyebut, investasi juga diproyeksikan masih tumbuh  stabil dengan likuiditas perbankan yang masih tumbuh serta juga masih  dipengaruhi oleh efek positif dari komoditas boom yang masih ada, serta  di Industri pengolahan berbasis sumberdaya yang hasilnya sudah terlihat  dari hilirisasi.
Berikutnya, kinerja ekspor juga diperkirakan masih bisa tumbuh.  Menurut Febrio, sektor manufaktur berbasis consumer goods mungkin akan  terdampak perlambatan Global namun komposisi ekspor yang cukup besar  pada komoditas akan menahan kinerja ekspor tidak terlalu turun.
Selain itu l, tambah Febrio, terdapat juga tren pergeseran pasar  ekspor Indonesia dengan kuatnya permintaan ekspor oleh India, Jepang,  dan Korea Selatan yang pertumbuhannya meningkat tinggi di Tahun 2022.
&quot;Pasar ekspor lainnya di Tahun 2022 ini meskipun masih tumbuh 2 digit  namun mulai melambat dibandingkan dengan tahun lalu,&quot; tandasnya.
Advenia Elisabeth</content:encoded></item></channel></rss>
