<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Bank Dunia Sebut Indonesia Bisa Kena Dampak Resesi Global</title><description>Habib Rab menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan tetap kuat di 4,8%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727781/waspada-bank-dunia-sebut-indonesia-bisa-kena-dampak-resesi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727781/waspada-bank-dunia-sebut-indonesia-bisa-kena-dampak-resesi-global"/><item><title>Waspada! Bank Dunia Sebut Indonesia Bisa Kena Dampak Resesi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727781/waspada-bank-dunia-sebut-indonesia-bisa-kena-dampak-resesi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727781/waspada-bank-dunia-sebut-indonesia-bisa-kena-dampak-resesi-global</guid><pubDate>Kamis 15 Desember 2022 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727781/waspada-bank-dunia-sebut-indonesia-bisa-kena-dampak-resesi-global-mAdaMeyQAe.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Resesi Ekonomi Dunia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727781/waspada-bank-dunia-sebut-indonesia-bisa-kena-dampak-resesi-global-mAdaMeyQAe.jfif</image><title>Resesi Ekonomi Dunia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Habib Rab menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan tetap kuat di 4,8%. Terlebih dalam sektor konsumsi swasta, yang porsinya menyumbang setengah dari pertumbuhan ekonomi.
&quot;Apa yang terjadi di bidang itu akan mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan. Konsumsi tetap kuat, meski di awal ada pelemahan,&quot; ujar Habib dalam konferensi pers Indonesia Economic Prospects (IEP) Edisi Desember 2022 di Jakarta, Kamis (15/12/2022).
BACA JUGA:Ekonomi China Melemah, Bank Dunia Minta Indonesia Tak Perlu Khawatir

Dia menyebut terlihat banyak peningkatan konsumsi dan tahun depan akan mengalami penormalan lagi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, Habib mengingatkan bahwa sebagian besar ekonomi atau negara-negara G20 akan masuk resesi dan ini akan berdampak pada Indonesia.
BACA JUGA:Ekspor RI Melambat, Bank Dunia Ungkap Alasannya

&quot;Indonesia tak akan terkecuali, terutama sektor manufaktur non sumberdaya dan 1 digit penurunan dalam G7 dan China akan menimbulkan penurunan di Indonesia,&quot; ungkap Habib.Jadi, dia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tetap baik di 2023, tetapi tetap harus memperhatikan perekonomian global.
&quot;Jika ekonomi global turun, ini akan mempengaruhi Indonesia, tetapi Indonesia pertumbuhannya tetap baik,&quot; pungkas Habib.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Habib Rab menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan tetap kuat di 4,8%. Terlebih dalam sektor konsumsi swasta, yang porsinya menyumbang setengah dari pertumbuhan ekonomi.
&quot;Apa yang terjadi di bidang itu akan mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan. Konsumsi tetap kuat, meski di awal ada pelemahan,&quot; ujar Habib dalam konferensi pers Indonesia Economic Prospects (IEP) Edisi Desember 2022 di Jakarta, Kamis (15/12/2022).
BACA JUGA:Ekonomi China Melemah, Bank Dunia Minta Indonesia Tak Perlu Khawatir

Dia menyebut terlihat banyak peningkatan konsumsi dan tahun depan akan mengalami penormalan lagi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, Habib mengingatkan bahwa sebagian besar ekonomi atau negara-negara G20 akan masuk resesi dan ini akan berdampak pada Indonesia.
BACA JUGA:Ekspor RI Melambat, Bank Dunia Ungkap Alasannya

&quot;Indonesia tak akan terkecuali, terutama sektor manufaktur non sumberdaya dan 1 digit penurunan dalam G7 dan China akan menimbulkan penurunan di Indonesia,&quot; ungkap Habib.Jadi, dia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tetap baik di 2023, tetapi tetap harus memperhatikan perekonomian global.
&quot;Jika ekonomi global turun, ini akan mempengaruhi Indonesia, tetapi Indonesia pertumbuhannya tetap baik,&quot; pungkas Habib.</content:encoded></item></channel></rss>
