<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Rp15.619/USD meski Neraca Dagang Surplus</title><description>Nilai tukar rupiah ditutup melemah 26 point di level Rp 15.619 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727849/rupiah-ambruk-lawan-dolar-as-ke-rp15-619-usd-meski-neraca-dagang-surplus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727849/rupiah-ambruk-lawan-dolar-as-ke-rp15-619-usd-meski-neraca-dagang-surplus"/><item><title>Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Rp15.619/USD meski Neraca Dagang Surplus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727849/rupiah-ambruk-lawan-dolar-as-ke-rp15-619-usd-meski-neraca-dagang-surplus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727849/rupiah-ambruk-lawan-dolar-as-ke-rp15-619-usd-meski-neraca-dagang-surplus</guid><pubDate>Kamis 15 Desember 2022 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727849/rupiah-ambruk-lawan-dolar-as-ke-rp15-619-usd-meski-neraca-dagang-surplus-rFsmvygosD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah melemah hari ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727849/rupiah-ambruk-lawan-dolar-as-ke-rp15-619-usd-meski-neraca-dagang-surplus-rFsmvygosD.jpg</image><title>Rupiah melemah hari ini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 26 point di level Rp15.619 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Rabu (14/12/2022).
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah ini berbanding terbalik dengan kondisi di dalam negeri. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan pada November 2022 sebesar USD5,16 miliar.
BACA JUGA:Kebijakan BI Dinilai Bisa Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

&quot;Jika melihat trennya ke belakang, neraca perdagangan pada periode ini mengalami surplus selama 31 bulan berturut-turut, sejak Mei 2020,&quot; jelas Ibrahim dalam rilis hariannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lanjut ia menerangkan, surplus neraca perdagangan barang ini terjadi lantaran nilai ekspor masih lebih tinggi dari nilai impor pada bulan tersebut. Adapun nilai ekspor tercatat sebesar USD24,12 miliar dan nilai impor tercatat sebesar USD18,96 miliar.
BACA JUGA:Gubernur BI Prediksi Rupiah Menguat saat Ketegangan Global Mereda

&quot;Sedangkan, neraca perdagangan secara kumulatif dari Januari 2022 hingga November 2022 mencatat total surplus sebesar USD50,59 miliar,&quot; ujarnya.Sementara itu, lanjut Ibrahim, dolar naik setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar setengah persentase poin yang diharapkan secara luas dalam semalam, dan pembuat kebijakan memperkirakan akan membuat kenaikan lebih lanjut serta mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diharapkan sebelumnya.
Di samping itu, ia memprediksi, untuk perdagangan besok, Jumat (16/12/2022) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.600 - Rp 15.650.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 26 point di level Rp15.619 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Rabu (14/12/2022).
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah ini berbanding terbalik dengan kondisi di dalam negeri. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan pada November 2022 sebesar USD5,16 miliar.
BACA JUGA:Kebijakan BI Dinilai Bisa Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

&quot;Jika melihat trennya ke belakang, neraca perdagangan pada periode ini mengalami surplus selama 31 bulan berturut-turut, sejak Mei 2020,&quot; jelas Ibrahim dalam rilis hariannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lanjut ia menerangkan, surplus neraca perdagangan barang ini terjadi lantaran nilai ekspor masih lebih tinggi dari nilai impor pada bulan tersebut. Adapun nilai ekspor tercatat sebesar USD24,12 miliar dan nilai impor tercatat sebesar USD18,96 miliar.
BACA JUGA:Gubernur BI Prediksi Rupiah Menguat saat Ketegangan Global Mereda

&quot;Sedangkan, neraca perdagangan secara kumulatif dari Januari 2022 hingga November 2022 mencatat total surplus sebesar USD50,59 miliar,&quot; ujarnya.Sementara itu, lanjut Ibrahim, dolar naik setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar setengah persentase poin yang diharapkan secara luas dalam semalam, dan pembuat kebijakan memperkirakan akan membuat kenaikan lebih lanjut serta mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diharapkan sebelumnya.
Di samping itu, ia memprediksi, untuk perdagangan besok, Jumat (16/12/2022) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.600 - Rp 15.650.</content:encoded></item></channel></rss>
