<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terima Laporan Bank Dunia, Sri Mulyani Ungkap Segudang PR Ekonomi Indonesia</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap segudang pekerjaan rumah (PR) yang menanti perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727963/terima-laporan-bank-dunia-sri-mulyani-ungkap-segudang-pr-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727963/terima-laporan-bank-dunia-sri-mulyani-ungkap-segudang-pr-ekonomi-indonesia"/><item><title>Terima Laporan Bank Dunia, Sri Mulyani Ungkap Segudang PR Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727963/terima-laporan-bank-dunia-sri-mulyani-ungkap-segudang-pr-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/15/320/2727963/terima-laporan-bank-dunia-sri-mulyani-ungkap-segudang-pr-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Kamis 15 Desember 2022 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727963/terima-laporan-bank-dunia-sri-mulyani-ungkap-segudang-pr-ekonomi-indonesia-PtMRbw6Z36.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani terima laporan dari Bank Dunia (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/15/320/2727963/terima-laporan-bank-dunia-sri-mulyani-ungkap-segudang-pr-ekonomi-indonesia-PtMRbw6Z36.jpg</image><title>Sri Mulyani terima laporan dari Bank Dunia (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap segudang pekerjaan rumah (PR) yang menanti perekonomian Indonesia. Mulai dari sisi infrastruktur, birokrasi, regulasi, kebijakan, hingga sumber daya manusia.
&amp;ldquo;Indonesia akan terus menggunakan beragam instrumen kebijakannya untuk terus mereformasi perekonomiannya. Hal ini berarti tidak hanya bertahan dari pandemi, namun terus berbenah agar Indonesia dapat menjadi high-income economy dengan cara yang inklusif dan adil,&amp;rdquo; tulisnya dalam akun Instagram, Kamis (15/12/2022).
BACA JUGA:Waspada! Bank Dunia Sebut Indonesia Bisa Kena Dampak Resesi Global
Sri Mulyani pun merinci laporan yang disusun World Bank setiap enam bulan sekali. Indonesia Economic Prospects (IEP) Report merupakan sebuah analisis komprehensif mengenai lansekap perekonomian di Indonesia.
&amp;ldquo;Pada edisi Desember 2022, report kali ini membahas mengenai perdagangan untuk pertumbuhan dan transformasi perekonomian. Topik yang selaras dan beresonansi dengan strategi pembangunan di Indonesia. Indonesia memang negara yang sangat besar, tapi kita pastikan seluruh PR ini dikerjakan dengan sebaik mungkin,&amp;rdquo; ucapnya.
BACA JUGA:Ekonomi China Melemah, Bank Dunia Minta Indonesia Tak Perlu Khawatir
Dalam laporan tersebut, Bank Dunia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% di tahun 2022 dan rata-rata 4,8% dalam jangka menengah 2023-2025.
Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen mengatakan bahwa kendati demikian, risiko penurunan cukup besar dan dapat sangat membebani pertumbuhan Indonesia jika terwujud.&quot;Permintaan global yang lebih lemah, keuangan global yang lebih  ketat, arus keluar modal yang meluas, dan tekanan mata uang dapat memicu  siklus pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat,&quot; ucap Satu.
Inflasi rata-rata diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada tahun  2023 sebesar 4,5%, lalu berada di batas atas BI dengan rata-rata 3,5%  selama 2024-2025. Defisit fiskal diproyeksikan tetap berada di bawah 3%  dari target PDB pemerintah pada tahun 2023 karena penerimaan dari  reformasi pajak terwujud dan pengeluaran terkait COVID dihentikan.
&quot;Posisi eksternal diproyeksikan sedikit memburuk dengan risiko  kerentanan rendah hingga sedang. Neraca transaksi berjalan diproyeksikan  berubah menjadi defisit kecil dalam jangka menengah,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap segudang pekerjaan rumah (PR) yang menanti perekonomian Indonesia. Mulai dari sisi infrastruktur, birokrasi, regulasi, kebijakan, hingga sumber daya manusia.
&amp;ldquo;Indonesia akan terus menggunakan beragam instrumen kebijakannya untuk terus mereformasi perekonomiannya. Hal ini berarti tidak hanya bertahan dari pandemi, namun terus berbenah agar Indonesia dapat menjadi high-income economy dengan cara yang inklusif dan adil,&amp;rdquo; tulisnya dalam akun Instagram, Kamis (15/12/2022).
BACA JUGA:Waspada! Bank Dunia Sebut Indonesia Bisa Kena Dampak Resesi Global
Sri Mulyani pun merinci laporan yang disusun World Bank setiap enam bulan sekali. Indonesia Economic Prospects (IEP) Report merupakan sebuah analisis komprehensif mengenai lansekap perekonomian di Indonesia.
&amp;ldquo;Pada edisi Desember 2022, report kali ini membahas mengenai perdagangan untuk pertumbuhan dan transformasi perekonomian. Topik yang selaras dan beresonansi dengan strategi pembangunan di Indonesia. Indonesia memang negara yang sangat besar, tapi kita pastikan seluruh PR ini dikerjakan dengan sebaik mungkin,&amp;rdquo; ucapnya.
BACA JUGA:Ekonomi China Melemah, Bank Dunia Minta Indonesia Tak Perlu Khawatir
Dalam laporan tersebut, Bank Dunia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% di tahun 2022 dan rata-rata 4,8% dalam jangka menengah 2023-2025.
Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen mengatakan bahwa kendati demikian, risiko penurunan cukup besar dan dapat sangat membebani pertumbuhan Indonesia jika terwujud.&quot;Permintaan global yang lebih lemah, keuangan global yang lebih  ketat, arus keluar modal yang meluas, dan tekanan mata uang dapat memicu  siklus pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat,&quot; ucap Satu.
Inflasi rata-rata diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada tahun  2023 sebesar 4,5%, lalu berada di batas atas BI dengan rata-rata 3,5%  selama 2024-2025. Defisit fiskal diproyeksikan tetap berada di bawah 3%  dari target PDB pemerintah pada tahun 2023 karena penerimaan dari  reformasi pajak terwujud dan pengeluaran terkait COVID dihentikan.
&quot;Posisi eksternal diproyeksikan sedikit memburuk dengan risiko  kerentanan rendah hingga sedang. Neraca transaksi berjalan diproyeksikan  berubah menjadi defisit kecil dalam jangka menengah,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
