<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beras Impor 'Banjiri' RI Lewat 14 Pelabuhan</title><description>Beras impor akan membanjiri Indonesia melalui 14 pelabuhan. Hal ini untuk mencegah adanya penumpukan beras di pelabuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728325/beras-impor-banjiri-ri-lewat-14-pelabuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728325/beras-impor-banjiri-ri-lewat-14-pelabuhan"/><item><title>Beras Impor 'Banjiri' RI Lewat 14 Pelabuhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728325/beras-impor-banjiri-ri-lewat-14-pelabuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728325/beras-impor-banjiri-ri-lewat-14-pelabuhan</guid><pubDate>Jum'at 16 Desember 2022 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/16/320/2728325/beras-impor-banjiri-ri-lewat-14-pelabuhan-HLSeYShpV7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">beras impor banjiri RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/16/320/2728325/beras-impor-banjiri-ri-lewat-14-pelabuhan-HLSeYShpV7.jpg</image><title>beras impor banjiri RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Beras impor akan membanjiri Indonesia melalui 14 pelabuhan. Hal ini untuk mencegah adanya penumpukan beras di pelabuhan.
Direktur Utama Bulog Budi Waseso atau Buwas telah menerima 4.900 ton impor beras di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia mengatakan, impor beras selanjutnya akan terus didatangkan ke 14 titik pelabuhan besar yang ada di seluruh wilayah Indonesia.
BACA JUGA:Beras Impor 4.900 Ton dari Vietnam Tiba di Indonesia

Menurut Buwas, pengiriman ke 14 titik pelabuhan itu akan jauh lebih efektif mendistribusikan beras untuk cepat sampai ke wilayah-wilayah Indonesia. Dibandingkan mendatangkan impor beras hanya di beberapa pelabuhan saja, yang di mana itu bisa mengakibatkan penumpukan stok.
&quot;Kita belajar dari 2018. Kita mendatangkan 1,8 juta ton impor beras itu langsung dipusatkan di DKI dan Surabaya. Sebagian ada yang di Medan akhirnya terjadi penumpukan terus kita dua kali kerja kan, nah abis itu kita bagikan ke wilayah wilayah,&quot; kata Buwas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/12/2022).
BACA JUGA:Pengiriman 403.200 Pisau Cukur Impor Palsu dari China Berhasil Digagalkan

&quot;Untuk kali ini kita langsung. Jadi untuk kebutuhan DKI Jakarta berapa banyak itu kita taruh di Tanjung Priok nanti yang di Jawa timur, Jawa tengah itu di Tanjung Barat,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemudian lanjut Buwas, untuk kebutuhan masyarakat Banten, impor beras  akan didatangkan langsung ke Pelabuhan Banten. Begitu juga wilayah  Aceh, Medan, serta Indonesia Timur lainnya akan langsung diberangkatkan  dari negara importir ke tempat tujuan.
&quot;Jadi tidak lagi ditumpuk dalam satu tempat. Jadi langsung. Jadi ini  juga praktis lebih murah dan ini merupakan suatu kecepatan kita untuk  menyiapkan CBP karena ini kan masalah CBPnya kan,&quot; tuturnya.
Tekait jenis beras, Buwas menambahkan, perum Bulog menyesuaikan  dengan tiap-tiap wilayah di Indonesia. Seperti misalnya di daerah  Kalimantan dan Padang, mayoritas masyarakat daerah tersebut mengonsumsi  beras pera. Sementara di wilayah Jawa masyarakatnya mengonsumsi beras  pulen.
&quot;Tetap kita sesuaikan dengan kondisi kebutuhan masyarakatnya di tiap provinsi,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Beras impor akan membanjiri Indonesia melalui 14 pelabuhan. Hal ini untuk mencegah adanya penumpukan beras di pelabuhan.
Direktur Utama Bulog Budi Waseso atau Buwas telah menerima 4.900 ton impor beras di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia mengatakan, impor beras selanjutnya akan terus didatangkan ke 14 titik pelabuhan besar yang ada di seluruh wilayah Indonesia.
BACA JUGA:Beras Impor 4.900 Ton dari Vietnam Tiba di Indonesia

Menurut Buwas, pengiriman ke 14 titik pelabuhan itu akan jauh lebih efektif mendistribusikan beras untuk cepat sampai ke wilayah-wilayah Indonesia. Dibandingkan mendatangkan impor beras hanya di beberapa pelabuhan saja, yang di mana itu bisa mengakibatkan penumpukan stok.
&quot;Kita belajar dari 2018. Kita mendatangkan 1,8 juta ton impor beras itu langsung dipusatkan di DKI dan Surabaya. Sebagian ada yang di Medan akhirnya terjadi penumpukan terus kita dua kali kerja kan, nah abis itu kita bagikan ke wilayah wilayah,&quot; kata Buwas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/12/2022).
BACA JUGA:Pengiriman 403.200 Pisau Cukur Impor Palsu dari China Berhasil Digagalkan

&quot;Untuk kali ini kita langsung. Jadi untuk kebutuhan DKI Jakarta berapa banyak itu kita taruh di Tanjung Priok nanti yang di Jawa timur, Jawa tengah itu di Tanjung Barat,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNC80LzE1ODc3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemudian lanjut Buwas, untuk kebutuhan masyarakat Banten, impor beras  akan didatangkan langsung ke Pelabuhan Banten. Begitu juga wilayah  Aceh, Medan, serta Indonesia Timur lainnya akan langsung diberangkatkan  dari negara importir ke tempat tujuan.
&quot;Jadi tidak lagi ditumpuk dalam satu tempat. Jadi langsung. Jadi ini  juga praktis lebih murah dan ini merupakan suatu kecepatan kita untuk  menyiapkan CBP karena ini kan masalah CBPnya kan,&quot; tuturnya.
Tekait jenis beras, Buwas menambahkan, perum Bulog menyesuaikan  dengan tiap-tiap wilayah di Indonesia. Seperti misalnya di daerah  Kalimantan dan Padang, mayoritas masyarakat daerah tersebut mengonsumsi  beras pera. Sementara di wilayah Jawa masyarakatnya mengonsumsi beras  pulen.
&quot;Tetap kita sesuaikan dengan kondisi kebutuhan masyarakatnya di tiap provinsi,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
