<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Akui Pasar Karbon Jadi Tantangan dan Jawaban Perubahan Iklim</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pasar karbon adalah tantangan sekaligus jawaban dalam memerangi perubahan iklim</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728615/sri-mulyani-akui-pasar-karbon-jadi-tantangan-dan-jawaban-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728615/sri-mulyani-akui-pasar-karbon-jadi-tantangan-dan-jawaban-perubahan-iklim"/><item><title>Sri Mulyani Akui Pasar Karbon Jadi Tantangan dan Jawaban Perubahan Iklim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728615/sri-mulyani-akui-pasar-karbon-jadi-tantangan-dan-jawaban-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728615/sri-mulyani-akui-pasar-karbon-jadi-tantangan-dan-jawaban-perubahan-iklim</guid><pubDate>Jum'at 16 Desember 2022 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/16/320/2728615/sri-mulyani-akui-pasar-karbon-jadi-tantangan-dan-jawaban-perubahan-iklim-SePWvYhfcW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar karbon jadi jawaban perubahan iklim (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/16/320/2728615/sri-mulyani-akui-pasar-karbon-jadi-tantangan-dan-jawaban-perubahan-iklim-SePWvYhfcW.jpg</image><title>Pasar karbon jadi jawaban perubahan iklim (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pasar karbon adalah tantangan sekaligus jawaban dalam memerangi perubahan iklim. Saat ini satu upaya pemerintah dalam menangani perubahan iklim yaitu dengan mengeluarkan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yaitu melalui penerbitan Peraturan Presiden nomor 98 tahun 2021 mengenai Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon.
Tujuannya adalah untuk memperkenalkan pasar karbon kepada seluruh pengusaha dan pelaku usaha mengenai polluters pay principle. Namun menurut Sri, ini adalah sebuah desain kebijakan yang sangat rumit yang membutuhkan regulasi, administrasi, memerintah, mengawasi dan melaksanakan mekanisme pasar yang kredibel.
BACA JUGA:Erick Thohir: Tahun Politik Rentan Perubahan Iklim, Sosial dan Ekonomi Masyarakat

&amp;ldquo;Maka market karbon akan menjadi salah satu tantangan sekaligus jawaban bagi climate change. Untuk itu, Indonesia harus menyiapkan banyak sekali dari mulai kerangka kebijakan nya, kemampuan teknisnya, reputasi di dalam menghitung karbon secara kredibel, dan juga bagaimana regulasi pasar itu diawasi,&amp;rdquo; ujar Sri di Jakarta, dikutip Jumat (16/12/2022).
Dia juga menjelaskan mengenai pentingnya transisi energi karena kebutuhan akan energi yang terus meningkat. Seperti halnya memikirkan cara memenuhi kebutuhan konsumsi listrik namun dengan CO2 yang makin kecil. Salah satu caranya dengan mengkonversi dari energi yang berbasis bahan dasar fosil menjadi energi listrik terbarukan atau green.
BACA JUGA:Zero Carbon Dinilai Bisa Atasi Dampak Perubahan Iklim

&amp;ldquo;Indonesia selama Presidensi G20, kami sangat agresif untuk terus menegosiasikan menyampaikan bahwa kalau Indonesia sukses di dalam mendesain transisi energi ini, maka ini akan bisa menjadi contoh bagi banyak negara-negara, baik negara berkembang hingga negara maju,&amp;rdquo; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wMS8xLzE1NjA2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk itu, Sri Mulyani berpesan kepada para generasi muda agar dapat  menyalurkan semangatnya, idealismenya, serta energinya untuk dapat  meningkatkan kompetensi di dalam memahami konstelasi baik di dalam  negeri maupun global.
&amp;ldquo;Oleh karena itu belajar terus, pahami dan tunjukan atau dalami itu.  Ambil semua pengalaman dan juga taklukan berbagai tantangan-tantangan  tidak hanya dari sisi retorika dan politis, tapi juga kompetensi teknis  supaya Indonesia betul-betul bisa berjalan konsisten dari determinasi  atau tekad untuk menghindarkan climate change catastrophic disaster  menjadi sebuah kesempatan bagi kalian semua generasi muda untuk mengukir  karya-karya dan juga mengukir karier anda ke depan,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pasar karbon adalah tantangan sekaligus jawaban dalam memerangi perubahan iklim. Saat ini satu upaya pemerintah dalam menangani perubahan iklim yaitu dengan mengeluarkan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yaitu melalui penerbitan Peraturan Presiden nomor 98 tahun 2021 mengenai Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon.
Tujuannya adalah untuk memperkenalkan pasar karbon kepada seluruh pengusaha dan pelaku usaha mengenai polluters pay principle. Namun menurut Sri, ini adalah sebuah desain kebijakan yang sangat rumit yang membutuhkan regulasi, administrasi, memerintah, mengawasi dan melaksanakan mekanisme pasar yang kredibel.
BACA JUGA:Erick Thohir: Tahun Politik Rentan Perubahan Iklim, Sosial dan Ekonomi Masyarakat

&amp;ldquo;Maka market karbon akan menjadi salah satu tantangan sekaligus jawaban bagi climate change. Untuk itu, Indonesia harus menyiapkan banyak sekali dari mulai kerangka kebijakan nya, kemampuan teknisnya, reputasi di dalam menghitung karbon secara kredibel, dan juga bagaimana regulasi pasar itu diawasi,&amp;rdquo; ujar Sri di Jakarta, dikutip Jumat (16/12/2022).
Dia juga menjelaskan mengenai pentingnya transisi energi karena kebutuhan akan energi yang terus meningkat. Seperti halnya memikirkan cara memenuhi kebutuhan konsumsi listrik namun dengan CO2 yang makin kecil. Salah satu caranya dengan mengkonversi dari energi yang berbasis bahan dasar fosil menjadi energi listrik terbarukan atau green.
BACA JUGA:Zero Carbon Dinilai Bisa Atasi Dampak Perubahan Iklim

&amp;ldquo;Indonesia selama Presidensi G20, kami sangat agresif untuk terus menegosiasikan menyampaikan bahwa kalau Indonesia sukses di dalam mendesain transisi energi ini, maka ini akan bisa menjadi contoh bagi banyak negara-negara, baik negara berkembang hingga negara maju,&amp;rdquo; ungkap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wMS8xLzE1NjA2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk itu, Sri Mulyani berpesan kepada para generasi muda agar dapat  menyalurkan semangatnya, idealismenya, serta energinya untuk dapat  meningkatkan kompetensi di dalam memahami konstelasi baik di dalam  negeri maupun global.
&amp;ldquo;Oleh karena itu belajar terus, pahami dan tunjukan atau dalami itu.  Ambil semua pengalaman dan juga taklukan berbagai tantangan-tantangan  tidak hanya dari sisi retorika dan politis, tapi juga kompetensi teknis  supaya Indonesia betul-betul bisa berjalan konsisten dari determinasi  atau tekad untuk menghindarkan climate change catastrophic disaster  menjadi sebuah kesempatan bagi kalian semua generasi muda untuk mengukir  karya-karya dan juga mengukir karier anda ke depan,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
