<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Prediksi Inflasi Desember 0,44%</title><description>BI memperkirakan inflasi pada Desember 2022 mencapai 0,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728753/bi-prediksi-inflasi-desember-0-44</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728753/bi-prediksi-inflasi-desember-0-44"/><item><title>BI Prediksi Inflasi Desember 0,44%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728753/bi-prediksi-inflasi-desember-0-44</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728753/bi-prediksi-inflasi-desember-0-44</guid><pubDate>Jum'at 16 Desember 2022 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/16/320/2728753/bi-prediksi-inflasi-desember-0-44-JRuJZyoy0J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/16/320/2728753/bi-prediksi-inflasi-desember-0-44-JRuJZyoy0J.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Desember 2022 mencapai 0,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, menyebutkan perkiraan tersebut berasal dari Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu ketiga bulan Desember 2022.
BACA JUGA:Adu Kuat Jurus Jokowi dan Biden Atasi Inflasi
Komoditas utama penyumbang inflasi Desember 2022 sampai dengan minggu kedua yaitu telur ayam ras sebesar 0,07% (mtm), serta beras, tomat dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,03% (mtm).
Komoditas utama penyumbang inflasi Desember 2022 sampai dengan minggu ketiga yaitu telur ayam ras sebesar 0,08% (mtm), beras, tomat dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,03% (mtm), dan cabai rawit, daging ayam ras, minyak goreng, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,02% (mtm).



Di samping itu, kangkung, tarif air minum PAM, bensin, dan angkutan udara juga menyumbang kepada inflasi di Desember 2022 masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Sementara itu, sejumlah komoditas juga menyumbang deflasi pada periode ini yaitu cabai merah dan bawang merah masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
BACA JUGA:Dampak Perang Rusia-Ukraina, Sri Mulyani: Inflasi Sangat Tajam di Banyak Negara
&quot;Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,&quot; kata Erwin.Bank Indonesia (BI) dalam Rencana Anggaran Tahunan BI (RATBI) menargetkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2023 menurun ke level 3,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Selain mengendalikan inflasi, pada tahun depan BI juga akan terus mengendalikan nilai tukar rupiah agar lebih stabil, bahkan lebih menguat ke level Rp15.070 per dolar AS.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Desember 2022 mencapai 0,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, menyebutkan perkiraan tersebut berasal dari Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu ketiga bulan Desember 2022.
BACA JUGA:Adu Kuat Jurus Jokowi dan Biden Atasi Inflasi
Komoditas utama penyumbang inflasi Desember 2022 sampai dengan minggu kedua yaitu telur ayam ras sebesar 0,07% (mtm), serta beras, tomat dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,03% (mtm).
Komoditas utama penyumbang inflasi Desember 2022 sampai dengan minggu ketiga yaitu telur ayam ras sebesar 0,08% (mtm), beras, tomat dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,03% (mtm), dan cabai rawit, daging ayam ras, minyak goreng, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,02% (mtm).



Di samping itu, kangkung, tarif air minum PAM, bensin, dan angkutan udara juga menyumbang kepada inflasi di Desember 2022 masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Sementara itu, sejumlah komoditas juga menyumbang deflasi pada periode ini yaitu cabai merah dan bawang merah masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
BACA JUGA:Dampak Perang Rusia-Ukraina, Sri Mulyani: Inflasi Sangat Tajam di Banyak Negara
&quot;Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,&quot; kata Erwin.Bank Indonesia (BI) dalam Rencana Anggaran Tahunan BI (RATBI) menargetkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2023 menurun ke level 3,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Selain mengendalikan inflasi, pada tahun depan BI juga akan terus mengendalikan nilai tukar rupiah agar lebih stabil, bahkan lebih menguat ke level Rp15.070 per dolar AS.</content:encoded></item></channel></rss>
