<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Beras 500.000 Ton untuk Cadangan Pangan</title><description>Buwas memberi penjelasan terkait impor 500.000 ton beras. Menurutnya impor itu kebutuhan cadangan pangan dan digunakan operasi pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728760/impor-beras-500-000-ton-untuk-cadangan-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728760/impor-beras-500-000-ton-untuk-cadangan-pangan"/><item><title>Impor Beras 500.000 Ton untuk Cadangan Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728760/impor-beras-500-000-ton-untuk-cadangan-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/320/2728760/impor-beras-500-000-ton-untuk-cadangan-pangan</guid><pubDate>Jum'at 16 Desember 2022 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/16/320/2728760/impor-beras-500-000-ton-untuk-cadangan-pangan-oMBndrqD8Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor Beras (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/16/320/2728760/impor-beras-500-000-ton-untuk-cadangan-pangan-oMBndrqD8Q.jpg</image><title>Impor Beras (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama Bulog, Budi Waseso (Buwas), memberi penjelasan terkait impor 500.000 ton beras. Menurutnya impor itu kebutuhan cadangan pangan dan digunakan operasi pasar.
Dia memastikan 500.000 ton beras premium yang diimpor akan dijual di harga Rp8.300 per kg.
BACA JUGA:Beras Impor Kualitas Premium, Berapa Harganya?

Padahal, harga yang dibeli perusahaan mengikuti harga pasar dunia. Sehingga total pengeluaran Bulog, termasuk biaya operasional, mencapai Rp8.800 per kg beras.
Meski akan mematok tarif di bawah harga pasar, lanjut Buwas, pemerintah harus menyepakati konversi harga beras premium impor ke ketentuan CBP. Sehingga tarif beras premium akan setara dengan harga beras medium yang diserap dari dalam negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNi80LzE1ODg4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Nah, setelah ini, ini kan untuk CBP, kalo CBP-kan aturannya medium, ketentuannya. Maka ini nanti kita mintakan ada perubahan menjadi CBP,&quot; tutur dia ujar Buwas, Jumat (16/12/2022)
Di lain sisi, Buwas mencatat kebutuhan beras naik signifikan di tengah lonjakan harga beras. Di mana, kebutuhan rata-rata beras naik menjadi 170.000 ton per bulan, sebelumnya kebutuhan hanya ada di angka 30.000 ton per bulan.
BACA JUGA:Bulog Pastikan Beras Impor Tak Ganggu Petani

Nahasnya, tingginya permintaan beras berbanding terbalik dengan stok cadangan beras pemerintah di gudang Bulog. Bahkan, beberapa bulan belakangan tingkat serapan BUMN Pangan itu paling rendah sepanjang 2022.Bulog memang menerima penugasan menyerap 1,2 juta ton beras. Namun, serapan beras perusahaan rendah atau baru mencapai 594.856 ton pada November tahun ini.
Adapun rincian stok beras Bulog per 22 November 2022 di antaranya cadangan beras pemerintah sebanyak 426.573 ton. Sementara, stok komersial mencapai 168,283 ton atau setara 28,29 persen dari total stok yang tersimpan.
&quot;Ternyata, untuk tahun ini karena cuaca dan kondisi yang memang ya sulit kita dapatkan dari dalam, nah untuk kecepatan itu, menjamin masyarakat akan ketersediaan ya kita datangkan dari kekurangan, artinya tadi kita bisa menyerap satu juta, ternyata hanya 172.000 ton, berarti mau tidak mau ini kita datangkan (impor).</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama Bulog, Budi Waseso (Buwas), memberi penjelasan terkait impor 500.000 ton beras. Menurutnya impor itu kebutuhan cadangan pangan dan digunakan operasi pasar.
Dia memastikan 500.000 ton beras premium yang diimpor akan dijual di harga Rp8.300 per kg.
BACA JUGA:Beras Impor Kualitas Premium, Berapa Harganya?

Padahal, harga yang dibeli perusahaan mengikuti harga pasar dunia. Sehingga total pengeluaran Bulog, termasuk biaya operasional, mencapai Rp8.800 per kg beras.
Meski akan mematok tarif di bawah harga pasar, lanjut Buwas, pemerintah harus menyepakati konversi harga beras premium impor ke ketentuan CBP. Sehingga tarif beras premium akan setara dengan harga beras medium yang diserap dari dalam negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNi80LzE1ODg4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Nah, setelah ini, ini kan untuk CBP, kalo CBP-kan aturannya medium, ketentuannya. Maka ini nanti kita mintakan ada perubahan menjadi CBP,&quot; tutur dia ujar Buwas, Jumat (16/12/2022)
Di lain sisi, Buwas mencatat kebutuhan beras naik signifikan di tengah lonjakan harga beras. Di mana, kebutuhan rata-rata beras naik menjadi 170.000 ton per bulan, sebelumnya kebutuhan hanya ada di angka 30.000 ton per bulan.
BACA JUGA:Bulog Pastikan Beras Impor Tak Ganggu Petani

Nahasnya, tingginya permintaan beras berbanding terbalik dengan stok cadangan beras pemerintah di gudang Bulog. Bahkan, beberapa bulan belakangan tingkat serapan BUMN Pangan itu paling rendah sepanjang 2022.Bulog memang menerima penugasan menyerap 1,2 juta ton beras. Namun, serapan beras perusahaan rendah atau baru mencapai 594.856 ton pada November tahun ini.
Adapun rincian stok beras Bulog per 22 November 2022 di antaranya cadangan beras pemerintah sebanyak 426.573 ton. Sementara, stok komersial mencapai 168,283 ton atau setara 28,29 persen dari total stok yang tersimpan.
&quot;Ternyata, untuk tahun ini karena cuaca dan kondisi yang memang ya sulit kita dapatkan dari dalam, nah untuk kecepatan itu, menjamin masyarakat akan ketersediaan ya kita datangkan dari kekurangan, artinya tadi kita bisa menyerap satu juta, ternyata hanya 172.000 ton, berarti mau tidak mau ini kita datangkan (impor).</content:encoded></item></channel></rss>
