<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simak Ya! Ini Kiat Jaga Finansial Stabil Hadapi Ancaman Resesi 2023</title><description>Prita Hapsari Ghozie memberi kiat sederhana bagi masyarakat agar bisa menjaga kondisi finansial pribadi maupun keluarganya tetap stabil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/622/2728687/simak-ya-ini-kiat-jaga-finansial-stabil-hadapi-ancaman-resesi-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/622/2728687/simak-ya-ini-kiat-jaga-finansial-stabil-hadapi-ancaman-resesi-2023"/><item><title>Simak Ya! Ini Kiat Jaga Finansial Stabil Hadapi Ancaman Resesi 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/622/2728687/simak-ya-ini-kiat-jaga-finansial-stabil-hadapi-ancaman-resesi-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/16/622/2728687/simak-ya-ini-kiat-jaga-finansial-stabil-hadapi-ancaman-resesi-2023</guid><pubDate>Jum'at 16 Desember 2022 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/16/622/2728687/simak-ya-ini-kiat-jaga-finansial-stabil-hadapi-ancaman-resesi-2023-lncxGjhfym.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Kiat Hadapi Resesi Ekonomi 2023 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/16/622/2728687/simak-ya-ini-kiat-jaga-finansial-stabil-hadapi-ancaman-resesi-2023-lncxGjhfym.jfif</image><title>Kiat Hadapi Resesi Ekonomi 2023 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie memberi kiat-kiat sederhana bagi masyarakat agar bisa menjaga kondisi finansial pribadi maupun keluarganya tetap stabil dalam menghadapi ancaman resesi 2023.
&quot;Pertama harus selalu miliki dana darurat yang cukup, tempatinnya di mana? Tempatkan di tempat yang likuid seperti tabungan biasa, reksadana pasar uang, atau bisa di deposito tanpa pinalti,&quot; ujar Prita dalam webinar di Jakarta, Jumat (16/12/2022).
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, OJK: UMKM Harus Tetap Perlu Waspada&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dengan memiliki dana yang likuid, apabila terjadi sesuatu yang di luar perencanaan keuangan di masa ketidakpastian maka pemilik dana bisa mengambilnya tanpa perlu kesulitan akses.
Kiat kedua yang disarankan Prita menghadapi ancaman resesi global 2023 ialah merendahkan angsuran dan cicilan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNi80LzE1ODg4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pemilik dana sebaiknya mengambil keputusan untuk mengangsur atau mencicil dengan lebih bijak mengingat adanya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga.
BACA JUGA:Waspada! Bank Dunia Sebut Indonesia Bisa Kena Dampak Resesi Global

&quot;2023 itu ditakuti orang-orang karena potensi naiknya suku bunga. Apalagi untuk suku bunga yang floating itu bisa mengubah kondisi keuangan kita. Bisa jadi yang tadinya keuangannya sehat malah menjadi tidak baik,&quot; ujarnya.Selanjutnya untuk kiat ketiga, Prita menyarankan agar masyarakat bisa lebih aktif menabung jika memiliki dana berlebih.
Sesuaikan profil risiko dengan instrumen untuk menabung.
Misalnya anda termasuk orang yang takut berinvestasi di saham karena kenaikan atau turunnya harga saham, maka anda bisa memilih investasi deposito atau reksadana pasar uang.
Menurut Prita di tengah masa ketidakpastian, masih tetap ada peluang ekonomi yang bisa tercipta dan justru dapat menjadi momen seseorang untuk menata keuangannya menjadi lebih optimal.
Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat agar bisa berinvestasi di pihak resmi atau telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
&quot;Perlu diingat hindari tawaran-tawaran investasi yang terkesan memberi keuntungan dalam waktu instan. Ketika untungnya besar dan terasa tidak masuk akal itu harus ditolak jauh-jauh,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie memberi kiat-kiat sederhana bagi masyarakat agar bisa menjaga kondisi finansial pribadi maupun keluarganya tetap stabil dalam menghadapi ancaman resesi 2023.
&quot;Pertama harus selalu miliki dana darurat yang cukup, tempatinnya di mana? Tempatkan di tempat yang likuid seperti tabungan biasa, reksadana pasar uang, atau bisa di deposito tanpa pinalti,&quot; ujar Prita dalam webinar di Jakarta, Jumat (16/12/2022).
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, OJK: UMKM Harus Tetap Perlu Waspada&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dengan memiliki dana yang likuid, apabila terjadi sesuatu yang di luar perencanaan keuangan di masa ketidakpastian maka pemilik dana bisa mengambilnya tanpa perlu kesulitan akses.
Kiat kedua yang disarankan Prita menghadapi ancaman resesi global 2023 ialah merendahkan angsuran dan cicilan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNi80LzE1ODg4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pemilik dana sebaiknya mengambil keputusan untuk mengangsur atau mencicil dengan lebih bijak mengingat adanya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga.
BACA JUGA:Waspada! Bank Dunia Sebut Indonesia Bisa Kena Dampak Resesi Global

&quot;2023 itu ditakuti orang-orang karena potensi naiknya suku bunga. Apalagi untuk suku bunga yang floating itu bisa mengubah kondisi keuangan kita. Bisa jadi yang tadinya keuangannya sehat malah menjadi tidak baik,&quot; ujarnya.Selanjutnya untuk kiat ketiga, Prita menyarankan agar masyarakat bisa lebih aktif menabung jika memiliki dana berlebih.
Sesuaikan profil risiko dengan instrumen untuk menabung.
Misalnya anda termasuk orang yang takut berinvestasi di saham karena kenaikan atau turunnya harga saham, maka anda bisa memilih investasi deposito atau reksadana pasar uang.
Menurut Prita di tengah masa ketidakpastian, masih tetap ada peluang ekonomi yang bisa tercipta dan justru dapat menjadi momen seseorang untuk menata keuangannya menjadi lebih optimal.
Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat agar bisa berinvestasi di pihak resmi atau telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
&quot;Perlu diingat hindari tawaran-tawaran investasi yang terkesan memberi keuntungan dalam waktu instan. Ketika untungnya besar dan terasa tidak masuk akal itu harus ditolak jauh-jauh,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
