<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Rusia-Ukraina Ternyata Bikin Indonesia Untung, Beneran Nih?</title><description>Perang Rusia-Ukraina ternyata bikin Indonesia untung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/19/320/2730033/perang-rusia-ukraina-ternyata-bikin-indonesia-untung-beneran-nih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/19/320/2730033/perang-rusia-ukraina-ternyata-bikin-indonesia-untung-beneran-nih"/><item><title>Perang Rusia-Ukraina Ternyata Bikin Indonesia Untung, Beneran Nih?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/19/320/2730033/perang-rusia-ukraina-ternyata-bikin-indonesia-untung-beneran-nih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/19/320/2730033/perang-rusia-ukraina-ternyata-bikin-indonesia-untung-beneran-nih</guid><pubDate>Senin 19 Desember 2022 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/19/320/2730033/perang-rusia-ukraina-ternyata-bikin-indonesia-untung-beneran-nih-aH9D2dwHih.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak perang Rusia-Ukraina (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/19/320/2730033/perang-rusia-ukraina-ternyata-bikin-indonesia-untung-beneran-nih-aH9D2dwHih.jpeg</image><title>Dampak perang Rusia-Ukraina (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perang Rusia-Ukraina ternyata bikin Indonesia untung. Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menyebut, selain dampak negatif perang Rusia dan Ukraina juga memiliki dampak positif bagi Indonesia.
BACA JUGA:Dampak Perang Rusia-Ukraina, Sri Mulyani: Inflasi Sangat Tajam di Banyak Negara

Dia mengatakan, dari satu sisi Indonesia mendapatkan keuntungan, di mana berbagai komoditas yang dihasilkan permintaannya menjadi lebih tinggi, kemudian ada peralihan-peralihan permintaan yang datangnya dari berbagai negara.
BACA JUGA:Soroti Perang Rusia-Ukraina, Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Tak Akan Tercapai tanpa Perdamaian

&quot;Contohnya misalkan karena terhambatnya supply gas ke Eropa, Eropa mulai lagi melihat bagaimana menggunakan batu bara kembali,&quot; ujar Yose Rizal dalam siaran Market Review di IDX Channel, Senin (19/12/2022).
Di satu sisi lainnya, kata dia, Indonesia mengalami kerugian karena bahan pangan dunia harganya meningkat akibat terjadinya perang yang mendorong peningkatan harga pangan di dalam negeri, serta harga pangan yang diimpor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS8xMC8xNTkwNTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Hal seperti ini ada baik buruknya, tetapi kalau dari sisi ekspor  masih menguntungkan, dari sisi impornya memang agak merugikan karena  mengalami peningkatan juga,&quot; ucapnya.
Namun menurutnya, ada satu catatan lagi yang perlu diperhatikan, ada  tren perlambatan permintaan terhadap barang-barang yang sifatnya bukan  barang kebutuhan pokok dan kemungkinan akan mengalami penurunan di masa  mendatang.
&quot;Oleh karena itu barang-barang yang kita hasilkan terutama produk  manufaktur yang memang bukan merupakan kebutuhan pokok mungkin ekspornya  pun akan terpengaruh ke depannya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perang Rusia-Ukraina ternyata bikin Indonesia untung. Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menyebut, selain dampak negatif perang Rusia dan Ukraina juga memiliki dampak positif bagi Indonesia.
BACA JUGA:Dampak Perang Rusia-Ukraina, Sri Mulyani: Inflasi Sangat Tajam di Banyak Negara

Dia mengatakan, dari satu sisi Indonesia mendapatkan keuntungan, di mana berbagai komoditas yang dihasilkan permintaannya menjadi lebih tinggi, kemudian ada peralihan-peralihan permintaan yang datangnya dari berbagai negara.
BACA JUGA:Soroti Perang Rusia-Ukraina, Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Tak Akan Tercapai tanpa Perdamaian

&quot;Contohnya misalkan karena terhambatnya supply gas ke Eropa, Eropa mulai lagi melihat bagaimana menggunakan batu bara kembali,&quot; ujar Yose Rizal dalam siaran Market Review di IDX Channel, Senin (19/12/2022).
Di satu sisi lainnya, kata dia, Indonesia mengalami kerugian karena bahan pangan dunia harganya meningkat akibat terjadinya perang yang mendorong peningkatan harga pangan di dalam negeri, serta harga pangan yang diimpor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOS8xMC8xNTkwNTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Hal seperti ini ada baik buruknya, tetapi kalau dari sisi ekspor  masih menguntungkan, dari sisi impornya memang agak merugikan karena  mengalami peningkatan juga,&quot; ucapnya.
Namun menurutnya, ada satu catatan lagi yang perlu diperhatikan, ada  tren perlambatan permintaan terhadap barang-barang yang sifatnya bukan  barang kebutuhan pokok dan kemungkinan akan mengalami penurunan di masa  mendatang.
&quot;Oleh karena itu barang-barang yang kita hasilkan terutama produk  manufaktur yang memang bukan merupakan kebutuhan pokok mungkin ekspornya  pun akan terpengaruh ke depannya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
