<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Siap Sambut Santa Claus Rally?</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan dibuka dengan koreksi 0,48% di 6.779,69.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/278/2730454/ihsg-siap-sambut-santa-claus-rally</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/278/2730454/ihsg-siap-sambut-santa-claus-rally"/><item><title>IHSG Siap Sambut Santa Claus Rally?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/278/2730454/ihsg-siap-sambut-santa-claus-rally</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/278/2730454/ihsg-siap-sambut-santa-claus-rally</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2022 07:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/20/278/2730454/ihsg-siap-sambut-santa-claus-rally-uZouDfo4vc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah hari ini (Ilustrasi: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/20/278/2730454/ihsg-siap-sambut-santa-claus-rally-uZouDfo4vc.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah hari ini (Ilustrasi: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan dibuka dengan koreksi 0,48% di 6.779,69. Beragam sentimen mulai dari inflasi hingga suku bunga yang masih menjerat indeks menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar modal, akankah IHSG mampu menyambut 'Santa Claus Rally'?
Secara umum istilah reli Sinterklas tersebut mengacu pada kenaikan sejumlah harga saham pada pekan menjelang perayaan Natal pada 25 Desember. Optimisme investor sebelum tutup tahun menjadi katalis positif bagi market, termasuk bursa saham di Indonesia.
BACA JUGA:IHSG Turun ke 6.779, 349 Saham Kebakaran di Akhir Perdagangan

Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project William Hartanto menilai, fenomena Santa Claus Rally masih sulit untuk terjadi. William mencermati indeks masih terbebani koreksi lanjutan dari sejumlah emiten berkapitalisasi besar.
&quot;Menurut saya (Santau Claus Rally( tidak terjadi, karena saham-saham big caps tidak kompak mendongkrak IHSG,&quot; kata William, Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:IHSG Merosot 25 Poin, Ambil Jeda di Level 6.786

Menurutnya, tekanan yang dialami PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Astra International Tbk (ASII) hingga sejumlah emiten perbankan seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masih berdampak terhadap penurunan indeks. Sebaliknya gerak naik bank big caps lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memberi optimisme bagi pasar.
&quot;Tidak kompak inilah yang membuat IHSG jadi sideways,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bagaimana Respons Pasar Pekan Lalu?
Risalah perdagangan periode 12-16 Desember 2022 menunjukkan rata-rata  volume dan nilai transaksi bursa mengalami peningkatan masing-masing  16,95% dan 3,07%. Namun, frekuensi investor masih turun 6,67%.
Memahami kondisi itu, praktisi pasar modal Oktavianus Audi melihat  bulan Desember tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.  Serangkaian krisis multidimensi masih menjadi pemberat indeks acuan, dan  diproyeksikan akan bertahan hingga tutup tahun.
&quot;Kita tahu konflik geopolitik masih belum usai yang menyebabkan suku  bunga melonjak. Inilah yang membedakan dan membuat IHSG semakin menjauhi  7.000,&quot; kata Audi dalam  2nd Session Closing kemarin.
Koreksi juga diperkirakan akan berlanjut, terutama menjelang  pengumuman suku bunga Bank Indonesia pada pekan ini di mana pelaku pasar  sebelumnya memproyeksikan akan ada suku bunga lanjutan BI demi meredam  inflasi. Kendati demikian, Audi memandang tekanan yang terjadi di indeks  masih terbilang wajar
&quot;Dalam jangka pendek masih bearish,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan dibuka dengan koreksi 0,48% di 6.779,69. Beragam sentimen mulai dari inflasi hingga suku bunga yang masih menjerat indeks menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar modal, akankah IHSG mampu menyambut 'Santa Claus Rally'?
Secara umum istilah reli Sinterklas tersebut mengacu pada kenaikan sejumlah harga saham pada pekan menjelang perayaan Natal pada 25 Desember. Optimisme investor sebelum tutup tahun menjadi katalis positif bagi market, termasuk bursa saham di Indonesia.
BACA JUGA:IHSG Turun ke 6.779, 349 Saham Kebakaran di Akhir Perdagangan

Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project William Hartanto menilai, fenomena Santa Claus Rally masih sulit untuk terjadi. William mencermati indeks masih terbebani koreksi lanjutan dari sejumlah emiten berkapitalisasi besar.
&quot;Menurut saya (Santau Claus Rally( tidak terjadi, karena saham-saham big caps tidak kompak mendongkrak IHSG,&quot; kata William, Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:IHSG Merosot 25 Poin, Ambil Jeda di Level 6.786

Menurutnya, tekanan yang dialami PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Astra International Tbk (ASII) hingga sejumlah emiten perbankan seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masih berdampak terhadap penurunan indeks. Sebaliknya gerak naik bank big caps lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memberi optimisme bagi pasar.
&quot;Tidak kompak inilah yang membuat IHSG jadi sideways,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bagaimana Respons Pasar Pekan Lalu?
Risalah perdagangan periode 12-16 Desember 2022 menunjukkan rata-rata  volume dan nilai transaksi bursa mengalami peningkatan masing-masing  16,95% dan 3,07%. Namun, frekuensi investor masih turun 6,67%.
Memahami kondisi itu, praktisi pasar modal Oktavianus Audi melihat  bulan Desember tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.  Serangkaian krisis multidimensi masih menjadi pemberat indeks acuan, dan  diproyeksikan akan bertahan hingga tutup tahun.
&quot;Kita tahu konflik geopolitik masih belum usai yang menyebabkan suku  bunga melonjak. Inilah yang membedakan dan membuat IHSG semakin menjauhi  7.000,&quot; kata Audi dalam  2nd Session Closing kemarin.
Koreksi juga diperkirakan akan berlanjut, terutama menjelang  pengumuman suku bunga Bank Indonesia pada pekan ini di mana pelaku pasar  sebelumnya memproyeksikan akan ada suku bunga lanjutan BI demi meredam  inflasi. Kendati demikian, Audi memandang tekanan yang terjadi di indeks  masih terbilang wajar
&quot;Dalam jangka pendek masih bearish,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
