<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kartu Prakerja Dibuka Lagi di 2023! Insentif Naik untuk 1 Juta Orang</title><description>Program Kartu Prakerja akan dibuka lagi tahun depan pada kuartal I.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730513/kartu-prakerja-dibuka-lagi-di-2023-insentif-naik-untuk-1-juta-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730513/kartu-prakerja-dibuka-lagi-di-2023-insentif-naik-untuk-1-juta-orang"/><item><title>Kartu Prakerja Dibuka Lagi di 2023! Insentif Naik untuk 1 Juta Orang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730513/kartu-prakerja-dibuka-lagi-di-2023-insentif-naik-untuk-1-juta-orang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730513/kartu-prakerja-dibuka-lagi-di-2023-insentif-naik-untuk-1-juta-orang</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2022 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730513/kartu-prakerja-dibuka-lagi-di-2023-insentif-naik-untuk-1-juta-orang-kyh5ivGZeM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Program kartu prakerja (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730513/kartu-prakerja-dibuka-lagi-di-2023-insentif-naik-untuk-1-juta-orang-kyh5ivGZeM.jpg</image><title>Program kartu prakerja (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Program Kartu Prakerja akan dibuka lagi tahun depan pada kuartal I. Di tahun 2023 nanti, Program Kartu Prakerja dengan Skema Normal ditargetkan akan menjangkau 1 juta penerima.
Kartu Prakerja telah menjadi satu-satunya program Government to People yang paling masif di Indonesia. Inklusivitas Program Kartu Prakerja yang menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilannya. Pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan program ini juga sejalan dengan kondisi pandemi yang sedang dihadapi.
BACA JUGA:Pengumuman! Hari Ini Batas Terakhir Tautkan Akun Bank atau E-wallet Kartu Prakerja

Inklusivitas Program Kartu Prakerja telah menjangkau sekitar 3% penyandang disabilitas, 2,9% Pekerja Migran Indonesia, 47,59% penerima dari 212 Kabupaten/Kota lokus prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem tahun 2020-2022, 19% berpendidikan SD atau sederajat, dan 49% perempuan. Di tahun 2022, sedikitnya sekitar Rp8,72 triliun insentif telah disalurkan.
&amp;ldquo;Yang daftar lebih dari 40 juta, yang diterima sekitar 16,4 juta. Semuanya dari 514 kabupaten/kota. Artinya, selama pandemi kita bisa melihat bahwa infrastruktur digital kita relatif merata. Dari kuota yang diberikan ke daerah-daerah itu bisa terisi, dengan demikian sifat inklusif kartu prakerja menjadi tinggi. 212 kabupaten/kota di antaranya merupakan daerah miskin, sehingga target menjangkau banyak pihak dengan teknologi digital itu bisa diwujudkan,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual di Jakarta, dikutip Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:Peserta Kartu Prakerja Diingatkan Batas Selesaikan Pelatihan Sebelum 4 Desember 2022, Ini Sanksinya 

Penyelenggaraan kartu pekerja dilakukan 100% secara online, sehingga dapat menjangkau dengan sangat luas. Pemanfaatan teknologi digital juga digunakan untuk pendaftaran, penyaringan peserta, hingga penyelenggaraan pelatihan. Terlebih di masa pandemi, pelatihan dilaksanakan 100% secara online, menyesuaikan dengan kebijakan Pemerintah dalam penanggulangan Covid-19.
&amp;ldquo;(Kartu Prakerja) menjadi program dengan platform teknologi. Karena apabila dengan sistem analog atau manual, tidak mungkin ada satu kementerian bisa meng-handle pendaftaran 40,8 juta dan memprosesnya. Jadi kalau tidak menggunakan digital, tidak menggunakan AI, ini tidak bisa. Termasuk juga bagaimana menyeleksi inclusiveness, kalau kita tidak menyaring dengan teknologi, tentu akan sulit,&amp;rdquo; imbuh Airlangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xNi80LzEzOTIxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Seiring dengan mulai pulihnya pandemi Covid-19 yang akan menjadi  endemi, Komite Cipta Kerja diharapkan segera menjalankan Skema Normal  dengan pelatihan offline yang merupakan desain awal Program Kartu  Prakerja. Skema Normal merupakan skema program Kartu Prakerja yang lebih  memfokuskan bantuan untuk meningkatkan skill dan produktivitas angkatan  kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta  dan juga insentif usai menyelesaikan pelatihan, dengan ragam pelatihan  skilling, reskilling, dan upskilling.
Dalam menyiapkan Skema Normal, Perubahan Kedua Peraturan Presiden  terkait Kartu Prakerja telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI  Nomor 113 Tahun 2022. Perubahan Peraturan Menteri Koordinator Bidang  Perekonomian sebagai peraturan pelaksanaan juga telah ditetapkan melalui  Permenko Nomor 17 Tahun 2022.
Airlangga menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Kartu Prakerja  dengan Skema Normal akan dimulai di Triwulan pertama tahun 2023, namun  demikian persiapan pelaksanaan sudah mulai dijalankan pada akhir tahun  ini.
&quot;Di tahun 2023 nanti, Program Kartu Prakerja dengan Skema Normal  ditargetkan akan menjangkau 1 juta penerima. Dengan Skema Normal ini,  metode pelatihan akan dilakukan secara offline, online, dan hybrid serta  insentif yang diberikan akan dilakukan penyesuaian,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Program Kartu Prakerja akan dibuka lagi tahun depan pada kuartal I. Di tahun 2023 nanti, Program Kartu Prakerja dengan Skema Normal ditargetkan akan menjangkau 1 juta penerima.
Kartu Prakerja telah menjadi satu-satunya program Government to People yang paling masif di Indonesia. Inklusivitas Program Kartu Prakerja yang menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilannya. Pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan program ini juga sejalan dengan kondisi pandemi yang sedang dihadapi.
BACA JUGA:Pengumuman! Hari Ini Batas Terakhir Tautkan Akun Bank atau E-wallet Kartu Prakerja

Inklusivitas Program Kartu Prakerja telah menjangkau sekitar 3% penyandang disabilitas, 2,9% Pekerja Migran Indonesia, 47,59% penerima dari 212 Kabupaten/Kota lokus prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem tahun 2020-2022, 19% berpendidikan SD atau sederajat, dan 49% perempuan. Di tahun 2022, sedikitnya sekitar Rp8,72 triliun insentif telah disalurkan.
&amp;ldquo;Yang daftar lebih dari 40 juta, yang diterima sekitar 16,4 juta. Semuanya dari 514 kabupaten/kota. Artinya, selama pandemi kita bisa melihat bahwa infrastruktur digital kita relatif merata. Dari kuota yang diberikan ke daerah-daerah itu bisa terisi, dengan demikian sifat inklusif kartu prakerja menjadi tinggi. 212 kabupaten/kota di antaranya merupakan daerah miskin, sehingga target menjangkau banyak pihak dengan teknologi digital itu bisa diwujudkan,&amp;rdquo; ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual di Jakarta, dikutip Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:Peserta Kartu Prakerja Diingatkan Batas Selesaikan Pelatihan Sebelum 4 Desember 2022, Ini Sanksinya 

Penyelenggaraan kartu pekerja dilakukan 100% secara online, sehingga dapat menjangkau dengan sangat luas. Pemanfaatan teknologi digital juga digunakan untuk pendaftaran, penyaringan peserta, hingga penyelenggaraan pelatihan. Terlebih di masa pandemi, pelatihan dilaksanakan 100% secara online, menyesuaikan dengan kebijakan Pemerintah dalam penanggulangan Covid-19.
&amp;ldquo;(Kartu Prakerja) menjadi program dengan platform teknologi. Karena apabila dengan sistem analog atau manual, tidak mungkin ada satu kementerian bisa meng-handle pendaftaran 40,8 juta dan memprosesnya. Jadi kalau tidak menggunakan digital, tidak menggunakan AI, ini tidak bisa. Termasuk juga bagaimana menyeleksi inclusiveness, kalau kita tidak menyaring dengan teknologi, tentu akan sulit,&amp;rdquo; imbuh Airlangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xNi80LzEzOTIxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Seiring dengan mulai pulihnya pandemi Covid-19 yang akan menjadi  endemi, Komite Cipta Kerja diharapkan segera menjalankan Skema Normal  dengan pelatihan offline yang merupakan desain awal Program Kartu  Prakerja. Skema Normal merupakan skema program Kartu Prakerja yang lebih  memfokuskan bantuan untuk meningkatkan skill dan produktivitas angkatan  kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta  dan juga insentif usai menyelesaikan pelatihan, dengan ragam pelatihan  skilling, reskilling, dan upskilling.
Dalam menyiapkan Skema Normal, Perubahan Kedua Peraturan Presiden  terkait Kartu Prakerja telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI  Nomor 113 Tahun 2022. Perubahan Peraturan Menteri Koordinator Bidang  Perekonomian sebagai peraturan pelaksanaan juga telah ditetapkan melalui  Permenko Nomor 17 Tahun 2022.
Airlangga menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Kartu Prakerja  dengan Skema Normal akan dimulai di Triwulan pertama tahun 2023, namun  demikian persiapan pelaksanaan sudah mulai dijalankan pada akhir tahun  ini.
&quot;Di tahun 2023 nanti, Program Kartu Prakerja dengan Skema Normal  ditargetkan akan menjangkau 1 juta penerima. Dengan Skema Normal ini,  metode pelatihan akan dilakukan secara offline, online, dan hybrid serta  insentif yang diberikan akan dilakukan penyesuaian,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
