<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pak Basuki Dapat Tambahan Anggaran dari Sri Mulyani, Totalnya Rp125,18 Triliun</title><description>Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mendapat tambahan anggaran dari Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membangun infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730520/pak-basuki-dapat-tambahan-anggaran-dari-sri-mulyani-totalnya-rp125-18-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730520/pak-basuki-dapat-tambahan-anggaran-dari-sri-mulyani-totalnya-rp125-18-triliun"/><item><title>Pak Basuki Dapat Tambahan Anggaran dari Sri Mulyani, Totalnya Rp125,18 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730520/pak-basuki-dapat-tambahan-anggaran-dari-sri-mulyani-totalnya-rp125-18-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730520/pak-basuki-dapat-tambahan-anggaran-dari-sri-mulyani-totalnya-rp125-18-triliun</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2022 09:41 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730520/pak-basuki-dapat-tambahan-anggaran-dari-sri-mulyani-totalnya-rp125-18-triliun-XVWUkrOjTy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Basuki dapat tambahan anggaran dari Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730520/pak-basuki-dapat-tambahan-anggaran-dari-sri-mulyani-totalnya-rp125-18-triliun-XVWUkrOjTy.jpg</image><title>Menteri Basuki dapat tambahan anggaran dari Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mendapat tambahan anggaran dari Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membangun infrastruktur. Pembangunan infrastruktur sangat penting terlebih bagi Indonesia, negara kepulauan dengan kekhasan kondisi geografis di dalamnya.
Untuk itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan konektivitas antar kawasan serta berupaya melakukan pemerataan dengan memprioritaskan pembangunan di daerah dan desa. Mengusung peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Maju 2045, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah di tahun 2023 mendatang.
BACA JUGA:Proyek Infrastruktur Nikel Rp1,9 Triliun di Morowali Dibangun 2023 

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Made Arya Wijaya menjelaskan ada dua prioritas pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur di 2023. Pertama, mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur prioritas nasional. Kedua, mendorong pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
&amp;ldquo;Untuk kawasan inti pusat pemerintahan, ini menjadi domainnya pemerintah yang dibangun melalui APBN. Tetapi untuk kawasan-kawasan penyangganya, itu yang ditawarkan kepada investor atau kepada pihak lain untuk ikut membangun IKN,&amp;rdquo; jelas Made di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Infrastruktur Hasil Nyata APBN untuk Masyarakat

Salah satu instansi yang berperan penting dalam pembangunan infrastruktur adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pada 2023, Kementerian PUPR memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp125,18 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pagu anggaran tahun 2022 sejumlah Rp116,37 triliun.
Kendati demikian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dalam pelaksanaan program belanja infrastruktur tahun anggaran 2023, Kementerian PUPR akan fokus pada penyelesaian pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan dapat rampung pada semester I Tahun 2024 atau sebelum periode Pemerintahan Kabinet Indonesia Maju berakhir.
&amp;ldquo;Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian pembangunan infrastruktur prioritas dan infrastruktur dasar atau konektivitas pada tahun 2023, atau paling lambat pada semester I tahun 2024,&amp;rdquo; ungkap Basuki.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yOS8xLzE1NzgwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, Kementerian PUPR juga akan membangun infrastruktur pada  empat bidang utama yaitu sumber daya air, jalan dan jembatan,  permukiman, serta perumahan. Pada bidang sumber daya air, salah satu  yang vital adalah pembangunan bendungan yang akan menopang kebutuhan  pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
Di samping itu, Kementerian PUPR akan terus mengoptimalkan  infrastruktur yang sudah terbangun melalui pendekatan Operasi,  Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi (OPOR). Harapannya agar  infrastruktur yang telah dibangun PUPR benar-benar bisa bermanfaat bagi  masyarakat.
Di samping pendekatan OPOR, pada 2023 Kementerian PUPR juga akan  memfokuskan alokasi anggaran untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi  melalui program padat karya dengan alokasi anggaran sebesar Rp14,34  triliun untuk penyerapan tenaga kerja sebanyak 701 ribu orang, yang  tersebar pada beberapa kegiatan padat karya, di antaranya di bidang  sumber daya air, jalan dan jembatan, infrastruktur permukiman, dan  perumahan.
Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja dalam skala besar serta membantu menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, Basuki menyebutkan bahwa ke depan tantangan pembangunan  infrastruktur akan semakin besar, khususnya kebutuhan pendanaan yang  terus meningkat setiap tahunnya. Sebab itu, Basuki berharap dapat  tercipta terobosan sumber-sumber pembiayaan baru.
Dia menilai penerbitan Sukuk Negara untuk pembiayaan infrastruktur  serta pelibatan swasta dalam membangun infrastruktur dengan skema kerja  sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU)  adalah sebuah langkah  awal yang baik.
&amp;ldquo;Kami terus mendorong pengembangan creative innovative financing  melalui sinergitas dengan berbagai instrumen pendanaan lainnya agar  pembangunan infrastruktur dapat berlangsung secara berkelanjutan,&amp;rdquo;  pungkas Basuki.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mendapat tambahan anggaran dari Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membangun infrastruktur. Pembangunan infrastruktur sangat penting terlebih bagi Indonesia, negara kepulauan dengan kekhasan kondisi geografis di dalamnya.
Untuk itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan konektivitas antar kawasan serta berupaya melakukan pemerataan dengan memprioritaskan pembangunan di daerah dan desa. Mengusung peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Maju 2045, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah di tahun 2023 mendatang.
BACA JUGA:Proyek Infrastruktur Nikel Rp1,9 Triliun di Morowali Dibangun 2023 

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Made Arya Wijaya menjelaskan ada dua prioritas pemerintah yang berkaitan dengan infrastruktur di 2023. Pertama, mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur prioritas nasional. Kedua, mendorong pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
&amp;ldquo;Untuk kawasan inti pusat pemerintahan, ini menjadi domainnya pemerintah yang dibangun melalui APBN. Tetapi untuk kawasan-kawasan penyangganya, itu yang ditawarkan kepada investor atau kepada pihak lain untuk ikut membangun IKN,&amp;rdquo; jelas Made di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Infrastruktur Hasil Nyata APBN untuk Masyarakat

Salah satu instansi yang berperan penting dalam pembangunan infrastruktur adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pada 2023, Kementerian PUPR memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp125,18 triliun. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pagu anggaran tahun 2022 sejumlah Rp116,37 triliun.
Kendati demikian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dalam pelaksanaan program belanja infrastruktur tahun anggaran 2023, Kementerian PUPR akan fokus pada penyelesaian pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan dapat rampung pada semester I Tahun 2024 atau sebelum periode Pemerintahan Kabinet Indonesia Maju berakhir.
&amp;ldquo;Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian pembangunan infrastruktur prioritas dan infrastruktur dasar atau konektivitas pada tahun 2023, atau paling lambat pada semester I tahun 2024,&amp;rdquo; ungkap Basuki.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yOS8xLzE1NzgwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, Kementerian PUPR juga akan membangun infrastruktur pada  empat bidang utama yaitu sumber daya air, jalan dan jembatan,  permukiman, serta perumahan. Pada bidang sumber daya air, salah satu  yang vital adalah pembangunan bendungan yang akan menopang kebutuhan  pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
Di samping itu, Kementerian PUPR akan terus mengoptimalkan  infrastruktur yang sudah terbangun melalui pendekatan Operasi,  Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi (OPOR). Harapannya agar  infrastruktur yang telah dibangun PUPR benar-benar bisa bermanfaat bagi  masyarakat.
Di samping pendekatan OPOR, pada 2023 Kementerian PUPR juga akan  memfokuskan alokasi anggaran untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi  melalui program padat karya dengan alokasi anggaran sebesar Rp14,34  triliun untuk penyerapan tenaga kerja sebanyak 701 ribu orang, yang  tersebar pada beberapa kegiatan padat karya, di antaranya di bidang  sumber daya air, jalan dan jembatan, infrastruktur permukiman, dan  perumahan.
Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja dalam skala besar serta membantu menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, Basuki menyebutkan bahwa ke depan tantangan pembangunan  infrastruktur akan semakin besar, khususnya kebutuhan pendanaan yang  terus meningkat setiap tahunnya. Sebab itu, Basuki berharap dapat  tercipta terobosan sumber-sumber pembiayaan baru.
Dia menilai penerbitan Sukuk Negara untuk pembiayaan infrastruktur  serta pelibatan swasta dalam membangun infrastruktur dengan skema kerja  sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU)  adalah sebuah langkah  awal yang baik.
&amp;ldquo;Kami terus mendorong pengembangan creative innovative financing  melalui sinergitas dengan berbagai instrumen pendanaan lainnya agar  pembangunan infrastruktur dapat berlangsung secara berkelanjutan,&amp;rdquo;  pungkas Basuki.</content:encoded></item></channel></rss>
