<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Kritik OTT KPK: Jangan Sedikit-Sedikit Tangkap!</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan meyatakan bahwa langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas pelaku korupsi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730747/menko-luhut-kritik-ott-kpk-jangan-sedikit-sedikit-tangkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730747/menko-luhut-kritik-ott-kpk-jangan-sedikit-sedikit-tangkap"/><item><title>Menko Luhut Kritik OTT KPK: Jangan Sedikit-Sedikit Tangkap!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730747/menko-luhut-kritik-ott-kpk-jangan-sedikit-sedikit-tangkap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730747/menko-luhut-kritik-ott-kpk-jangan-sedikit-sedikit-tangkap</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2022 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730747/menko-luhut-kritik-ott-kpk-jangan-sedikit-sedikit-tangkap-X1vEGhR1p1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730747/menko-luhut-kritik-ott-kpk-jangan-sedikit-sedikit-tangkap-X1vEGhR1p1.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyatakan bahwa langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas pelaku korupsi dengan metode Operasi Tangkap Tangan (OTT) kurang efektif.
&quot;Kita tak usah bicara korupsi ke mana-mana dulu lah OTT segala macam itu. OTT kan jelek buat kita,&quot; katanya saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024 di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:Ada Kecelakaan di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Luhut: Enggak Masalah, Target Tetap Sesuai

Luhut mengatakan dalam memberantas korupsi perlu adanya sistem yang efektif. Dia memberikan contoh yakni dengan mendorong segala kebutuhan dari pemerintah maupun BUMN.
Menurutnya dengan adanya barang keperluan yang dibutuhkan oleh Pemerintah dan BUMN masuk ke E-katalog, maka hal itu akan mencegah tindak korupsi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC8yMC8xNTkwMTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, juga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, terlebih lagi kepada para pelaku UMKM yang menjajakan barangnya di E-katalog.
BACA JUGA:Ada Kecelakaan di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Luhut: Enggak Masalah, Target Tetap Sesuai

&quot;Jadi KPK jangan pula sedikit-sedikit tangkap tangkap, ya lihat-lihatlah. Tapi kalau digitalisasi ini sudah jalan tidak akan bisa main-main dan kalau semua sudah digital tidak akan ada lagi OTT,&quot; katanya.Luhut menyebutkan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah tersebut sama dengan penyediaan dua juta lapangan kerja dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 1,7%.
&amp;ldquo;Kalau negeri kita ingin maju, kuncinya bukan di investasi, tapi dari penggunaan produk dalam negeri ini,&amp;rdquo; pungkas Menko Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyatakan bahwa langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas pelaku korupsi dengan metode Operasi Tangkap Tangan (OTT) kurang efektif.
&quot;Kita tak usah bicara korupsi ke mana-mana dulu lah OTT segala macam itu. OTT kan jelek buat kita,&quot; katanya saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024 di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:Ada Kecelakaan di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Luhut: Enggak Masalah, Target Tetap Sesuai

Luhut mengatakan dalam memberantas korupsi perlu adanya sistem yang efektif. Dia memberikan contoh yakni dengan mendorong segala kebutuhan dari pemerintah maupun BUMN.
Menurutnya dengan adanya barang keperluan yang dibutuhkan oleh Pemerintah dan BUMN masuk ke E-katalog, maka hal itu akan mencegah tindak korupsi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC8yMC8xNTkwMTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, juga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, terlebih lagi kepada para pelaku UMKM yang menjajakan barangnya di E-katalog.
BACA JUGA:Ada Kecelakaan di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Luhut: Enggak Masalah, Target Tetap Sesuai

&quot;Jadi KPK jangan pula sedikit-sedikit tangkap tangkap, ya lihat-lihatlah. Tapi kalau digitalisasi ini sudah jalan tidak akan bisa main-main dan kalau semua sudah digital tidak akan ada lagi OTT,&quot; katanya.Luhut menyebutkan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah tersebut sama dengan penyediaan dua juta lapangan kerja dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 1,7%.
&amp;ldquo;Kalau negeri kita ingin maju, kuncinya bukan di investasi, tapi dari penggunaan produk dalam negeri ini,&amp;rdquo; pungkas Menko Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
