<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Ekonomi RI 2023 Dibayangi Harga Pangan hingga Energi</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kondisi ekonomi dunia masih dihadapkan dengan beberapa dinamika</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730768/sri-mulyani-ekonomi-ri-2023-dibayangi-harga-pangan-hingga-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730768/sri-mulyani-ekonomi-ri-2023-dibayangi-harga-pangan-hingga-energi"/><item><title>Sri Mulyani: Ekonomi RI 2023 Dibayangi Harga Pangan hingga Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730768/sri-mulyani-ekonomi-ri-2023-dibayangi-harga-pangan-hingga-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730768/sri-mulyani-ekonomi-ri-2023-dibayangi-harga-pangan-hingga-energi</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2022 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730768/sri-mulyani-ekonomi-ri-2023-dibayangi-harga-pangan-hingga-energi-X48lWxuubS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730768/sri-mulyani-ekonomi-ri-2023-dibayangi-harga-pangan-hingga-energi-X48lWxuubS.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kondisi ekonomi dunia masih dihadapkan dengan beberapa dinamika, seperti volatilitas dari harga komoditas yang merupakan dinamika yang sulit untuk terus diprediksi.
Dia menyebut bahwa ini disebabkan oleh faktor geopolitik yang terus berkembang dan perkembangannya tidak mudah diprediksi.
BACA JUGA:Ekspor RI Surplus 30 Bulan Berturut, Sri Mulyani: Tetap Waspada

&quot;Harga komoditas masih relatif tinggi meski beberapa menunjukkan kecenderungan penurunan seperti harga gas alam, harga CPO Indonesia yang menurun dari puncaknya di USD1.700 per ton sekarang di USD800 atau mendekati USD900 per ton. Ini membaik dibandingkan sebelumnya sempat turun pad level USD700,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Desember 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
Tak hanya itu, dia menambahkan bahwa harga gandum juga sempat melonjak pada awal perang di Ukraina, dan sekarang sudah menunjukkan penurunan pada level USD740 per bushels.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC8yMC8xNTkwMTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Untuk komoditas batu bara mengalami kenaikan harga dan tetap bertahan pada level yang sangat tinggi dikarenakan situasi geopolitik yang kemudian dikombinasikan dengan musim dingin di negara-negara yang mengalami perang seperti di Ukraina dan dampaknya langsung ke Eropa yang kemudian menyebabkan komoditas energi menjadi salah satu instrumen dalam menghadapi satu sama lain.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Inflasi RI 5,4% Lebih Rendah, Inggris 10% hingga Brasil 7,89%

&quot;Dalam hal ini, seperti sanksi energi, sanksi ekonomi, maupun dari sisi berbagai policy untuk mengamankan pasokan energi,&quot; ucap Sri.Sehingga, lanjut dia, memang harga energi menjadi sangat tidak mudah diprediksi. Di satu sisi, harga minyak menurun karena disampaikan adanya perkembangan dari ekonomi-ekonomi negara maju yang melemah dan kemudian ada langkah untuk melakukan price capping.
Tapi disisi lain, memasuki musim dingin, dimana pasokan energi terutama di Eropa menjadi sangat terkendala dengan adanya penghentian pasokan gas menyebabkan alternatif energi seperti batu bara menjadi meningkat.
&quot;Jadi kita akan melihat komoditas ini, terutama yang berhubungan dengan pangan dan energi masih akan mewarnai perekonomian Indonesia dan global,&quot; tandas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kondisi ekonomi dunia masih dihadapkan dengan beberapa dinamika, seperti volatilitas dari harga komoditas yang merupakan dinamika yang sulit untuk terus diprediksi.
Dia menyebut bahwa ini disebabkan oleh faktor geopolitik yang terus berkembang dan perkembangannya tidak mudah diprediksi.
BACA JUGA:Ekspor RI Surplus 30 Bulan Berturut, Sri Mulyani: Tetap Waspada

&quot;Harga komoditas masih relatif tinggi meski beberapa menunjukkan kecenderungan penurunan seperti harga gas alam, harga CPO Indonesia yang menurun dari puncaknya di USD1.700 per ton sekarang di USD800 atau mendekati USD900 per ton. Ini membaik dibandingkan sebelumnya sempat turun pad level USD700,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Desember 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
Tak hanya itu, dia menambahkan bahwa harga gandum juga sempat melonjak pada awal perang di Ukraina, dan sekarang sudah menunjukkan penurunan pada level USD740 per bushels.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC8yMC8xNTkwMTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Untuk komoditas batu bara mengalami kenaikan harga dan tetap bertahan pada level yang sangat tinggi dikarenakan situasi geopolitik yang kemudian dikombinasikan dengan musim dingin di negara-negara yang mengalami perang seperti di Ukraina dan dampaknya langsung ke Eropa yang kemudian menyebabkan komoditas energi menjadi salah satu instrumen dalam menghadapi satu sama lain.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Inflasi RI 5,4% Lebih Rendah, Inggris 10% hingga Brasil 7,89%

&quot;Dalam hal ini, seperti sanksi energi, sanksi ekonomi, maupun dari sisi berbagai policy untuk mengamankan pasokan energi,&quot; ucap Sri.Sehingga, lanjut dia, memang harga energi menjadi sangat tidak mudah diprediksi. Di satu sisi, harga minyak menurun karena disampaikan adanya perkembangan dari ekonomi-ekonomi negara maju yang melemah dan kemudian ada langkah untuk melakukan price capping.
Tapi disisi lain, memasuki musim dingin, dimana pasokan energi terutama di Eropa menjadi sangat terkendala dengan adanya penghentian pasokan gas menyebabkan alternatif energi seperti batu bara menjadi meningkat.
&quot;Jadi kita akan melihat komoditas ini, terutama yang berhubungan dengan pangan dan energi masih akan mewarnai perekonomian Indonesia dan global,&quot; tandas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
