<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.634,4 Triliun Jelang Akhir Tahun</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penerimaan pajak sebesar Rp1.634,4 triliun hingga 14 Desember 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730850/sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-634-4-triliun-jelang-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730850/sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-634-4-triliun-jelang-akhir-tahun"/><item><title>Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.634,4 Triliun Jelang Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730850/sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-634-4-triliun-jelang-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730850/sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-634-4-triliun-jelang-akhir-tahun</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2022 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730850/sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-634-4-triliun-jelang-akhir-tahun-5HOcJ9gb8N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730850/sri-mulyani-kantongi-penerimaan-pajak-rp1-634-4-triliun-jelang-akhir-tahun-5HOcJ9gb8N.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penerimaan pajak sebesar Rp1.634,4 triliun hingga 14 Desember 2022.
&quot;Angka ini tumbuh 41,93% dengan capaian 110,06% dari target Perpres 98 tahun 2022,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Desember 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyai Kantongi Rp198,06 Triliun dari Kenaikan Tarif Cukai

Adapun rinciannya terdiri dari PPh non migas sebesar Rp900 triliun atau 120,2% dari target, PPN dan PPnBM sebesar Rp629,8 triliun atau 98,6% dari target, PPh migas sebesar Rp75,4 triliun atau 116,6% dari target, dan PBB serta pajak lainnya sebesar Rp29,2 triliun atau 90,4% dari target.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC8yMC8xNTkwMTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahkan, realisasi penerimaan pajak di 2022 ini lebih besar dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp1.151,5 triliun.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Dana Asing Keluar Tembus Rp132,69 Triliun

&quot;Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik hingga 14 Desember 2022 masih dipengaruhi oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, serta implementasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP),&quot; ungkap Sri.Namun, pada bulan November dan Desember, kinerja pertumbuhan penerimaan pajak mengalami perlambatan seiring dengan basis penerimaan November-Desember 2021 yang sangat tinggi.
&quot;Tahun 2023 ini target penerimaan pajak kita cukup modest karena kita sudah dua tahun tumbuh relatif tinggi, yaitu double digit bahkan di atas 20-30%,&quot; tandas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penerimaan pajak sebesar Rp1.634,4 triliun hingga 14 Desember 2022.
&quot;Angka ini tumbuh 41,93% dengan capaian 110,06% dari target Perpres 98 tahun 2022,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Desember 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyai Kantongi Rp198,06 Triliun dari Kenaikan Tarif Cukai

Adapun rinciannya terdiri dari PPh non migas sebesar Rp900 triliun atau 120,2% dari target, PPN dan PPnBM sebesar Rp629,8 triliun atau 98,6% dari target, PPh migas sebesar Rp75,4 triliun atau 116,6% dari target, dan PBB serta pajak lainnya sebesar Rp29,2 triliun atau 90,4% dari target.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC8yMC8xNTkwMTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahkan, realisasi penerimaan pajak di 2022 ini lebih besar dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp1.151,5 triliun.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Dana Asing Keluar Tembus Rp132,69 Triliun

&quot;Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik hingga 14 Desember 2022 masih dipengaruhi oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, serta implementasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP),&quot; ungkap Sri.Namun, pada bulan November dan Desember, kinerja pertumbuhan penerimaan pajak mengalami perlambatan seiring dengan basis penerimaan November-Desember 2021 yang sangat tinggi.
&quot;Tahun 2023 ini target penerimaan pajak kita cukup modest karena kita sudah dua tahun tumbuh relatif tinggi, yaitu double digit bahkan di atas 20-30%,&quot; tandas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
