<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah ke Rp15.607/USD</title><description>Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 6 point di level Rp15.602 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730864/rupiah-sore-ini-ditutup-melemah-ke-rp15-607-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730864/rupiah-sore-ini-ditutup-melemah-ke-rp15-607-usd"/><item><title>Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah ke Rp15.607/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730864/rupiah-sore-ini-ditutup-melemah-ke-rp15-607-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730864/rupiah-sore-ini-ditutup-melemah-ke-rp15-607-usd</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2022 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730864/rupiah-sore-ini-ditutup-melemah-ke-rp15-607-usd-Q8Admqs7En.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah melemah hari ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730864/rupiah-sore-ini-ditutup-melemah-ke-rp15-607-usd-Q8Admqs7En.jpg</image><title>Rupiah melemah hari ini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 6 point di level Rp15.602 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Selasa (20/12/2022).
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah ini didorong oleh prediksi analis yang menyebut Bank Indonesia akan agresif menaikkan suku bunga acuan pada pekan depan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
BACA JUGA:Tekuk Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp15.596

Oleh karena itu, menurut dia pemerintah perlu menurunkan tingkat inflasi segera mungkin, terutama pada Desemeber 2022 dan Januari 2023.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC8yMC8xNTkwMTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pemerintah perlu menurunkan tingkat inflasi, terutama pada bulan Desemeber 2022 dan Januari 2023, khususnya untuk mengantisipasi harga barang yang bergejolak. Sebab ketika pemerintah mampu menurunkan inflasi, maka Bank Indonesia diprediksi tidak akan terlalu agresif untuk menaikan suku bunga acuan,&quot; Ibrahim dalam rilis hariannya.
BACA JUGA:Lamborghini hingga Uang Miliaran Rupiah Doni Salmanan Dikembalikan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ia menilai, jika pemerintah mampu menahan inflasi maka harga barang tidak terlalu tinggi, sehingga akan mempertahankan suku bunga acuan. Namun, ketika kenaikan harga tidak terbendung, BI diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 6% pada 2023.&quot;Hal itu akan mengulang sejarah 2018, ketika suku bunga mencapai 6% pada akhir 2018, pelambatan ekonomi cenderung terjadi pada 2019,&quot; jelas Ibrahim.
Di samping itu, ia memprediksi, untuk perdagangan besok, Rabu (21/12) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.590-Rp 15.650.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 6 point di level Rp15.602 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Selasa (20/12/2022).
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah ini didorong oleh prediksi analis yang menyebut Bank Indonesia akan agresif menaikkan suku bunga acuan pada pekan depan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
BACA JUGA:Tekuk Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp15.596

Oleh karena itu, menurut dia pemerintah perlu menurunkan tingkat inflasi segera mungkin, terutama pada Desemeber 2022 dan Januari 2023.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xOC8yMC8xNTkwMTQvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pemerintah perlu menurunkan tingkat inflasi, terutama pada bulan Desemeber 2022 dan Januari 2023, khususnya untuk mengantisipasi harga barang yang bergejolak. Sebab ketika pemerintah mampu menurunkan inflasi, maka Bank Indonesia diprediksi tidak akan terlalu agresif untuk menaikan suku bunga acuan,&quot; Ibrahim dalam rilis hariannya.
BACA JUGA:Lamborghini hingga Uang Miliaran Rupiah Doni Salmanan Dikembalikan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ia menilai, jika pemerintah mampu menahan inflasi maka harga barang tidak terlalu tinggi, sehingga akan mempertahankan suku bunga acuan. Namun, ketika kenaikan harga tidak terbendung, BI diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 6% pada 2023.&quot;Hal itu akan mengulang sejarah 2018, ketika suku bunga mencapai 6% pada akhir 2018, pelambatan ekonomi cenderung terjadi pada 2019,&quot; jelas Ibrahim.
Di samping itu, ia memprediksi, untuk perdagangan besok, Rabu (21/12) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.590-Rp 15.650.</content:encoded></item></channel></rss>
