<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi PNBP Tembus Rp551,1 Triliun hingga Desember 2022</title><description>PNBP tercatat telah mencapai target tahun 2022 per 14 Desember 2022. Penerimaan PNBP sebesar Rp551,1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730898/realisasi-pnbp-tembus-rp551-1-triliun-hingga-desember-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730898/realisasi-pnbp-tembus-rp551-1-triliun-hingga-desember-2022"/><item><title>Realisasi PNBP Tembus Rp551,1 Triliun hingga Desember 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730898/realisasi-pnbp-tembus-rp551-1-triliun-hingga-desember-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/20/320/2730898/realisasi-pnbp-tembus-rp551-1-triliun-hingga-desember-2022</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2022 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730898/realisasi-pnbp-tembus-rp551-1-triliun-hingga-desember-2022-4MpjX0Wihh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi PNBP (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/20/320/2730898/realisasi-pnbp-tembus-rp551-1-triliun-hingga-desember-2022-4MpjX0Wihh.jpg</image><title>Realisasi PNBP (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat telah mencapai target tahun 2022 per 14 Desember 2022. Penerimaan PNBP sebesar Rp551,1 triliun atau 114,4% dari APBN Perpres 98 tahun 2022.
&quot;Pertumbuhan PNBP adalah sebesar 33,2% secara year-on-year (yoy) atau meningkat sebesar Rp137,4 triliun dari tahun sebelumnya,&quot; ujar Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Desember 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.634,4 Triliun Jelang Akhir Tahun
PNBP sumber daya alam (SDA) migas mencapai Rp136,4 triliun. Angka ini tumbuh 56,6% yoy dan telah mencapai 98% dari target APBN Perpres 98 utamanya disebabkan kenaikan ICP.
&quot;Sementara itu, PNBP SDA nonmigas tercatat sebesar Rp109,6 triliun, tumbuh 121,8% yoy dan telah mencapai 125,4% dari target APBN utamanya karena kenaikan harga minerba,&quot; ucap Sri.



Kemudian pendapatan kekayaan negara dipisahkan (KND) tumbuh 33,1% atau 109,5% dari target APBN. Ini karena adanya kenaikan setoran dividen BUMN, seperti dividen BUMN Perbankan (Himbara) dengan kenaikan 80,9% meskipun dividen BUMN non perbankan menurun 5%.
BACA JUGA:Sri Mulyai Kantongi Rp198,06 Triliun dari Kenaikan Tarif Cukai
&quot;Pendapatan PNBP lainnya tumbuh 37,3% atau 167,2% dari target APBN karena adanya kenaikan pendapatan penjualan hasil tambang sebesar 132,7%, pendapatan minyak mentah sebesar 539,8%, dan layanan pada Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar 3,7%,&quot; ungkap Sri.Hanya saja, pendapatan badan layanan umum (BLU) menurun hingga 30,1% atau 72,7% dari target APBN karena disebabkan dari berkurangnya pendapatan.
&quot;Ini karena berkurangnya pendapatan dari pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit yakni pengenaan tarif USD0 dan dampak pelarangan ekspor.</description><content:encoded>JAKARTA - Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat telah mencapai target tahun 2022 per 14 Desember 2022. Penerimaan PNBP sebesar Rp551,1 triliun atau 114,4% dari APBN Perpres 98 tahun 2022.
&quot;Pertumbuhan PNBP adalah sebesar 33,2% secara year-on-year (yoy) atau meningkat sebesar Rp137,4 triliun dari tahun sebelumnya,&quot; ujar Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Desember 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa (20/12/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.634,4 Triliun Jelang Akhir Tahun
PNBP sumber daya alam (SDA) migas mencapai Rp136,4 triliun. Angka ini tumbuh 56,6% yoy dan telah mencapai 98% dari target APBN Perpres 98 utamanya disebabkan kenaikan ICP.
&quot;Sementara itu, PNBP SDA nonmigas tercatat sebesar Rp109,6 triliun, tumbuh 121,8% yoy dan telah mencapai 125,4% dari target APBN utamanya karena kenaikan harga minerba,&quot; ucap Sri.



Kemudian pendapatan kekayaan negara dipisahkan (KND) tumbuh 33,1% atau 109,5% dari target APBN. Ini karena adanya kenaikan setoran dividen BUMN, seperti dividen BUMN Perbankan (Himbara) dengan kenaikan 80,9% meskipun dividen BUMN non perbankan menurun 5%.
BACA JUGA:Sri Mulyai Kantongi Rp198,06 Triliun dari Kenaikan Tarif Cukai
&quot;Pendapatan PNBP lainnya tumbuh 37,3% atau 167,2% dari target APBN karena adanya kenaikan pendapatan penjualan hasil tambang sebesar 132,7%, pendapatan minyak mentah sebesar 539,8%, dan layanan pada Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar 3,7%,&quot; ungkap Sri.Hanya saja, pendapatan badan layanan umum (BLU) menurun hingga 30,1% atau 72,7% dari target APBN karena disebabkan dari berkurangnya pendapatan.
&quot;Ini karena berkurangnya pendapatan dari pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit yakni pengenaan tarif USD0 dan dampak pelarangan ekspor.</content:encoded></item></channel></rss>
