<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Indonesia Paling Mahal di Asean, Ini Buktinya</title><description>Harga beras Indonesia paling mahal di Asean dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731155/harga-beras-indonesia-paling-mahal-di-asean-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731155/harga-beras-indonesia-paling-mahal-di-asean-ini-buktinya"/><item><title>Harga Beras Indonesia Paling Mahal di Asean, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731155/harga-beras-indonesia-paling-mahal-di-asean-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731155/harga-beras-indonesia-paling-mahal-di-asean-ini-buktinya</guid><pubDate>Rabu 21 Desember 2022 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/21/320/2731155/harga-beras-indonesia-paling-mahal-di-asean-ini-buktinya-RvhV3f9fLT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga beras Indonesia paling mahal di Asean (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/21/320/2731155/harga-beras-indonesia-paling-mahal-di-asean-ini-buktinya-RvhV3f9fLT.jpg</image><title>Harga beras Indonesia paling mahal di Asean (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Harga beras Indonesia paling mahal di Asean dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Mahalnya harga beras di Indonesia terungkap dalam laporan Bank Dunia yang bertajuk Indonesia Economic Prospect (IEP) edisi Desember 2022.
&amp;ldquo;(Harga beras di Indonesia) 28% lebih tinggi dari harga beras di Filipina, bahkan harganya dua kali lipat lebih mahal dibandingkan harga beras di Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Thailand,&amp;rdquo; demikian isi laporan Bank Dunia dikutip VOA, Rabu (21/12/2022).
BACA JUGA:Harga Beras Naik Jelang Natal 2022, Mentan: Kalau Mau Murah Beli di Maret-Agustus

Bank Dunia mencatat, mahalnya harga beras di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain, kebijakan pemerintah yang mendukung harga pasar bagi produsen di sektor pertanian.
&amp;ldquo;Kebijakan ini meliputi pembatasan perdagangan. Misalnya, tarif impor, pembatasan kuantitatif, monopoli impor BUMN untuk komoditas utama, dan tindakan non-tarif lainnya. Dan (kebijakan) pembelian harga minimum di tingkat petani misalnya, untuk beras,&amp;rdquo; jelas Bank Dunia.
BACA JUGA:Waduh! Harga Beras Medium Naik Tembus Rp12.550/Kg Jelang Nataru 2023

Lebih jauh, Bank Dunia menjelaskan faktor lain yang menunjang tingginya harga beras di Indonesia adalah kurangnya investasi jangka panjang dalam riset dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Rantai pasokan yang panjang dan biaya distribusi tinggi di sebagian wilayah Indonesia, mengingat kondisi geografis yang cukup kompleks, juga turut mempengaruhi harga beras.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMC80LzE1OTE0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Laporan Bank Dunia juga menyebutkan bahwa harga beras yang tinggi ini  berkontribusi terhadap laju inflasi di tanah air. Bank Dunia mencatat,  inflasi yang bersumber dari pangan secara tahunan telah menyentuh level  tertinggi dalam 8 tahun terakhir pada Juli 2022 yakni sebesar 10,3%,  meskipun akhirnya inflasi pangan ini turun menjadi 6,9% pada Oktober  2022.
Menurut Bank Dunia, inflasi pangan di Indonesia tidak hanya  disebabkan oleh beras melainkan beberapa kmoditas lain, termasuk cabai,  bawang merah, daging, telur, kedelai, gandum, dan minyak goreng.
Untuk memitigasi dampak inflasi pangan terhadap masyarakat ini, kata  Bank Dunia, pemerintah perlu mengambil sejumlah langkah termasuk  investasi jangka panjang untuk mengatasi tiga tantangan ketahanan  pangan. Tiga tantangan tersebut yakni ketersediaan pangan (pasokan yang  memadai), akses pangan (akses ekonomi di tingkat rumah tangga) dan  stabilitas pangan dari waktu ke waktu.
&amp;ldquo;Namun, untuk memperkuat ketahanan pangan dalam jangka panjang,  diperlukan kebijakan yang fokus pada perbaikan gizi, penurunan harga  pangan, peningkatan keterjangkauan (akses masyarakat), dan peningkatan  ketahanan pangan,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Harga beras Indonesia paling mahal di Asean dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Mahalnya harga beras di Indonesia terungkap dalam laporan Bank Dunia yang bertajuk Indonesia Economic Prospect (IEP) edisi Desember 2022.
&amp;ldquo;(Harga beras di Indonesia) 28% lebih tinggi dari harga beras di Filipina, bahkan harganya dua kali lipat lebih mahal dibandingkan harga beras di Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Thailand,&amp;rdquo; demikian isi laporan Bank Dunia dikutip VOA, Rabu (21/12/2022).
BACA JUGA:Harga Beras Naik Jelang Natal 2022, Mentan: Kalau Mau Murah Beli di Maret-Agustus

Bank Dunia mencatat, mahalnya harga beras di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain, kebijakan pemerintah yang mendukung harga pasar bagi produsen di sektor pertanian.
&amp;ldquo;Kebijakan ini meliputi pembatasan perdagangan. Misalnya, tarif impor, pembatasan kuantitatif, monopoli impor BUMN untuk komoditas utama, dan tindakan non-tarif lainnya. Dan (kebijakan) pembelian harga minimum di tingkat petani misalnya, untuk beras,&amp;rdquo; jelas Bank Dunia.
BACA JUGA:Waduh! Harga Beras Medium Naik Tembus Rp12.550/Kg Jelang Nataru 2023

Lebih jauh, Bank Dunia menjelaskan faktor lain yang menunjang tingginya harga beras di Indonesia adalah kurangnya investasi jangka panjang dalam riset dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Rantai pasokan yang panjang dan biaya distribusi tinggi di sebagian wilayah Indonesia, mengingat kondisi geografis yang cukup kompleks, juga turut mempengaruhi harga beras.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMC80LzE1OTE0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Laporan Bank Dunia juga menyebutkan bahwa harga beras yang tinggi ini  berkontribusi terhadap laju inflasi di tanah air. Bank Dunia mencatat,  inflasi yang bersumber dari pangan secara tahunan telah menyentuh level  tertinggi dalam 8 tahun terakhir pada Juli 2022 yakni sebesar 10,3%,  meskipun akhirnya inflasi pangan ini turun menjadi 6,9% pada Oktober  2022.
Menurut Bank Dunia, inflasi pangan di Indonesia tidak hanya  disebabkan oleh beras melainkan beberapa kmoditas lain, termasuk cabai,  bawang merah, daging, telur, kedelai, gandum, dan minyak goreng.
Untuk memitigasi dampak inflasi pangan terhadap masyarakat ini, kata  Bank Dunia, pemerintah perlu mengambil sejumlah langkah termasuk  investasi jangka panjang untuk mengatasi tiga tantangan ketahanan  pangan. Tiga tantangan tersebut yakni ketersediaan pangan (pasokan yang  memadai), akses pangan (akses ekonomi di tingkat rumah tangga) dan  stabilitas pangan dari waktu ke waktu.
&amp;ldquo;Namun, untuk memperkuat ketahanan pangan dalam jangka panjang,  diperlukan kebijakan yang fokus pada perbaikan gizi, penurunan harga  pangan, peningkatan keterjangkauan (akses masyarakat), dan peningkatan  ketahanan pangan,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
