<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mayoritas Pengguna Twitter Minta Elon Musk Mundur!</title><description>Mayoritas pengguna Twitter meminta Elon Musk mundur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731184/mayoritas-pengguna-twitter-minta-elon-musk-mundur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731184/mayoritas-pengguna-twitter-minta-elon-musk-mundur"/><item><title>Mayoritas Pengguna Twitter Minta Elon Musk Mundur!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731184/mayoritas-pengguna-twitter-minta-elon-musk-mundur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731184/mayoritas-pengguna-twitter-minta-elon-musk-mundur</guid><pubDate>Rabu 21 Desember 2022 07:59 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/21/320/2731184/mayoritas-pengguna-twitter-minta-elon-musk-mundur-ZpaHlcRvgm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayoritas pengguna Twitter minta Elon Musk mundur (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/21/320/2731184/mayoritas-pengguna-twitter-minta-elon-musk-mundur-ZpaHlcRvgm.jpg</image><title>Mayoritas pengguna Twitter minta Elon Musk mundur (Foto: Twitter)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mayoritas pengguna Twitter meminta Elon Musk mundur. Lebih separuh dari 17,5 juta pengguna Twitter mengikuti jajak pendapat yang dibuat oleh miliarder Elon Musk.
Dalam polling tersebut, Elon bertanya apakah sebaiknya ia mengundurkan diri sebagai pimpinan perusahaan itu atau tidak. Hasilnya, mayoritas pengguna Twitter memilih agar Elon Musk mengundurkan diri dari jabatannya.
BACA JUGA:Harta Elon Musk Lenyap Rp1.600 Triliun 

Dilansir dari VOA, Rabu (21/12/2022), belum ada pengumuman dari Twitter, atau dari Musk, tentang apa yang selanjutnya akan terjadi. Meskipun dalam cuitan itu Musk mengatakan ia akan mematuhi hasil jajak pendapat yang dibuatnya itu.
Musk telah menggelar sejumlah jajak pendapat tidak ilmiah tentang masalah substansial yang dihadapi oleh platform media sosial itu, termasuk soal apakah ia sebaiknya menghidupkan kembali atau tidak akun Twitter para wartawan yang diblokirnya, yang membuatnya dikecam luas di dalam dan luar lingkaran media.
BACA JUGA:Butuh Uang, Elon Musk Jual Saham Tesla Rp56 Triliun

Sebelumnya, Musk telah berselisih paham dengan sebagian pengguna Twitter di berbagai bidang. Dia bahkan meminta pengguna Twitter untuk memutuskan apakah ia harus tetap bertanggung jawab atas platform media sosial itu setelah mengakui bahwa ia melakukan kesalahan ketika meluncurkan aturan baru tentang pembatasan ucapan, dengan melarang penyebutan situs media sosial saingannya di Twitter.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNS85LzE1ODE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hasil survei online tidak ilmiah itu berlangsung selama 12 jam.  Hasilnya menunjukkan 57,5 persen pengguna Twitter yang memilih ingin  agar Musk mengundurkan diri. Sementara 42,5 persen lainnya ingin agar ia  tetap memimpin Twitter.
Jajak pendapat terbaru itu mengikuti perubahan kebijakan signifikan lainnya sejak Musk mengakuisisi Twitter pada Oktober lalu.
Twitter telah mengumumkan bahwa pengguna tidak lagi dapat menautkan  pesan yang dipasangnya di Twitter ke sejumlah situ media sosial seperti  Facebook, Instagram, Mastodon dan platform lain yang digambarkannya  sebagai &amp;ldquo;terlarang.&amp;rdquo;
Keputusan itu memicu reaksi langsung, termasuk kritik dari para  pembela Musk di masa lalu; di mana Musk berjanji untuk tidak membuat  perubahan besar apapun tanpa melakukan survei online yang melibatkan  penggunanya.
Tindakan memblokir pesaingnya itu merupakan upaya terbaru Musk  melarang pidato atau pernyataan tertentu setelah ia menutup sebuah akun  Twitter pekan lalu karena melacak keberadaan pesawat jet pribadinya.
Platform yang dilarang itu mencakup situs-situs arus utama seperti  Facebook dan Instagram, dan saingan pemula seperti Mastodon, Tribel,  Nostr, Post dan Truth Social milik mantan Presiden Donald Trump.
Twitter belum memberikan penjelasan mengapa daftar hitamnya  memasukkan tujuh platform media sosial tersebut, tetapi tidak melarang  Parler, TikTok atau LinkedIn.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mayoritas pengguna Twitter meminta Elon Musk mundur. Lebih separuh dari 17,5 juta pengguna Twitter mengikuti jajak pendapat yang dibuat oleh miliarder Elon Musk.
Dalam polling tersebut, Elon bertanya apakah sebaiknya ia mengundurkan diri sebagai pimpinan perusahaan itu atau tidak. Hasilnya, mayoritas pengguna Twitter memilih agar Elon Musk mengundurkan diri dari jabatannya.
BACA JUGA:Harta Elon Musk Lenyap Rp1.600 Triliun 

Dilansir dari VOA, Rabu (21/12/2022), belum ada pengumuman dari Twitter, atau dari Musk, tentang apa yang selanjutnya akan terjadi. Meskipun dalam cuitan itu Musk mengatakan ia akan mematuhi hasil jajak pendapat yang dibuatnya itu.
Musk telah menggelar sejumlah jajak pendapat tidak ilmiah tentang masalah substansial yang dihadapi oleh platform media sosial itu, termasuk soal apakah ia sebaiknya menghidupkan kembali atau tidak akun Twitter para wartawan yang diblokirnya, yang membuatnya dikecam luas di dalam dan luar lingkaran media.
BACA JUGA:Butuh Uang, Elon Musk Jual Saham Tesla Rp56 Triliun

Sebelumnya, Musk telah berselisih paham dengan sebagian pengguna Twitter di berbagai bidang. Dia bahkan meminta pengguna Twitter untuk memutuskan apakah ia harus tetap bertanggung jawab atas platform media sosial itu setelah mengakui bahwa ia melakukan kesalahan ketika meluncurkan aturan baru tentang pembatasan ucapan, dengan melarang penyebutan situs media sosial saingannya di Twitter.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wNS85LzE1ODE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Hasil survei online tidak ilmiah itu berlangsung selama 12 jam.  Hasilnya menunjukkan 57,5 persen pengguna Twitter yang memilih ingin  agar Musk mengundurkan diri. Sementara 42,5 persen lainnya ingin agar ia  tetap memimpin Twitter.
Jajak pendapat terbaru itu mengikuti perubahan kebijakan signifikan lainnya sejak Musk mengakuisisi Twitter pada Oktober lalu.
Twitter telah mengumumkan bahwa pengguna tidak lagi dapat menautkan  pesan yang dipasangnya di Twitter ke sejumlah situ media sosial seperti  Facebook, Instagram, Mastodon dan platform lain yang digambarkannya  sebagai &amp;ldquo;terlarang.&amp;rdquo;
Keputusan itu memicu reaksi langsung, termasuk kritik dari para  pembela Musk di masa lalu; di mana Musk berjanji untuk tidak membuat  perubahan besar apapun tanpa melakukan survei online yang melibatkan  penggunanya.
Tindakan memblokir pesaingnya itu merupakan upaya terbaru Musk  melarang pidato atau pernyataan tertentu setelah ia menutup sebuah akun  Twitter pekan lalu karena melacak keberadaan pesawat jet pribadinya.
Platform yang dilarang itu mencakup situs-situs arus utama seperti  Facebook dan Instagram, dan saingan pemula seperti Mastodon, Tribel,  Nostr, Post dan Truth Social milik mantan Presiden Donald Trump.
Twitter belum memberikan penjelasan mengapa daftar hitamnya  memasukkan tujuh platform media sosial tersebut, tetapi tidak melarang  Parler, TikTok atau LinkedIn.</content:encoded></item></channel></rss>
