<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahas soal Surat Berharga Negara, Jokowi: Jangan Dikuasai Asing!</title><description>Presiden Jokowi mengatakan bahwa porsi kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi salah satu kunci kokohnya ekonomi makro RI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731282/bahas-soal-surat-berharga-negara-jokowi-jangan-dikuasai-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731282/bahas-soal-surat-berharga-negara-jokowi-jangan-dikuasai-asing"/><item><title>Bahas soal Surat Berharga Negara, Jokowi: Jangan Dikuasai Asing!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731282/bahas-soal-surat-berharga-negara-jokowi-jangan-dikuasai-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731282/bahas-soal-surat-berharga-negara-jokowi-jangan-dikuasai-asing</guid><pubDate>Rabu 21 Desember 2022 10:51 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/21/320/2731282/bahas-soal-surat-berharga-negara-jokowi-jangan-dikuasai-asing-CUdZeisGo2.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/21/320/2731282/bahas-soal-surat-berharga-negara-jokowi-jangan-dikuasai-asing-CUdZeisGo2.JPG</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa porsi kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi salah satu kunci kokohnya ekonomi makro RI.

Dia menyebut bahwa SBN pada saat tahun 2014-2015 sebesar 38,5% masih dikuasai oleh asing.

&quot;Sekarang, tinggal 14,8% yang dikuasai asing. Karena kalau masih dikuasai asing, begitu goyah sedikit makro kita, keluar berbondong-bondong mereka, goyah pasti kurs kita. Ini upaya-upaya yang kita lakukan,&quot; ujar Jokowi dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2023 di Jakarta, Rabu (21/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Stop Ekspor Bahan Mentah Selain Nikel, Jokowi: Tidak Apa-Apa Kita Digugat
Dia mengatakan bahwa pada periode 2014-2015, Indonesia masih termasuk dalam golongan fragile state, atau masih dimasukkan dalam negara-negara yang rentan untuk terpuruk bersama 5 negara lain.

&quot;Kalau kita ingat, ada taper tantrum dan kalau kita lihat angka detail di 2014-2015, defisit transaksi berjalan kita berada di angka USD27,5 miliar di 2014. Di 2015, angkanya berada di USD17,5 miliar. Kalau kita lihat lagi lebih detail, di 2014 neraca dagang kita masih defisit USD2,2 miliar,&quot; ungkap Jokowi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMC80LzE1OTE0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh sebab itu, dirinya menyampaikan kepada para menteri agar berani merubah ini, mereformasi struktural RI, termasuk urusan SBN.

Alhasil, neraca transaksi berjalan RI di kuartal III-2022 sudah surplus USD8,9 miliar. Ini mencakup 0,9% dari PDB Indonesia.

&quot;Artinya perbaikan-perbaikan itu betul-betul nyata dan kelihatan dalam angka-angka. Saya selalu pasti meminta angka,&quot; pungkas Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa porsi kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi salah satu kunci kokohnya ekonomi makro RI.

Dia menyebut bahwa SBN pada saat tahun 2014-2015 sebesar 38,5% masih dikuasai oleh asing.

&quot;Sekarang, tinggal 14,8% yang dikuasai asing. Karena kalau masih dikuasai asing, begitu goyah sedikit makro kita, keluar berbondong-bondong mereka, goyah pasti kurs kita. Ini upaya-upaya yang kita lakukan,&quot; ujar Jokowi dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2023 di Jakarta, Rabu (21/12/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Stop Ekspor Bahan Mentah Selain Nikel, Jokowi: Tidak Apa-Apa Kita Digugat
Dia mengatakan bahwa pada periode 2014-2015, Indonesia masih termasuk dalam golongan fragile state, atau masih dimasukkan dalam negara-negara yang rentan untuk terpuruk bersama 5 negara lain.

&quot;Kalau kita ingat, ada taper tantrum dan kalau kita lihat angka detail di 2014-2015, defisit transaksi berjalan kita berada di angka USD27,5 miliar di 2014. Di 2015, angkanya berada di USD17,5 miliar. Kalau kita lihat lagi lebih detail, di 2014 neraca dagang kita masih defisit USD2,2 miliar,&quot; ungkap Jokowi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMC80LzE1OTE0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh sebab itu, dirinya menyampaikan kepada para menteri agar berani merubah ini, mereformasi struktural RI, termasuk urusan SBN.

Alhasil, neraca transaksi berjalan RI di kuartal III-2022 sudah surplus USD8,9 miliar. Ini mencakup 0,9% dari PDB Indonesia.

&quot;Artinya perbaikan-perbaikan itu betul-betul nyata dan kelihatan dalam angka-angka. Saya selalu pasti meminta angka,&quot; pungkas Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
