<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli Mobil Listrik Dapat Subsidi Rp80 Juta, Ini Catatan dari Jokowi</title><description>Jokowi mengatakan pemberian insentif untuk pembelian kendaraan listrik dapat mendukung berkembangnya industri di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731453/beli-mobil-listrik-dapat-subsidi-rp80-juta-ini-catatan-dari-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731453/beli-mobil-listrik-dapat-subsidi-rp80-juta-ini-catatan-dari-jokowi"/><item><title>Beli Mobil Listrik Dapat Subsidi Rp80 Juta, Ini Catatan dari Jokowi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731453/beli-mobil-listrik-dapat-subsidi-rp80-juta-ini-catatan-dari-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731453/beli-mobil-listrik-dapat-subsidi-rp80-juta-ini-catatan-dari-jokowi</guid><pubDate>Rabu 21 Desember 2022 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/21/320/2731453/beli-mobil-listrik-dapat-subsidi-rp80-juta-ini-catatan-dari-jokowi-TEklX7KJmM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/21/320/2731453/beli-mobil-listrik-dapat-subsidi-rp80-juta-ini-catatan-dari-jokowi-TEklX7KJmM.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemberian insentif untuk pembelian kendaraan listrik dapat mendukung berkembangnya industri di Indonesia.
Adapun besaran pemberian insentif kendaraan listrik berbeda-beda. Untuk mobil listrik diberikan sebesar Rp80 juta dan motor listrik sebesar Rp8 juta.
BACA JUGA:Bahas Ekonomi 2023, Sri Mulyani Selfie Bareng Jokowi hingga Pak Bas

&quot;Kita harapkan dengan insentif ini, industri mobil listrik, motor listrik di negara kita bisa berkembang,&quot; kata Jokowi dalam konferensi pers yang dipantau aecara virtual, Rabu (21/12).
Dia menjelaskan jika industri kendaraan listrik di Indonesia berkembang, maka penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga akan meningkat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMS8xLzE1OTE5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Yang paling penting akan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya karena ini akan mendorong industri pendukung lainnya,&quot; katanya.
Jokowi juga mengatakan bahwa kedepannya  tidak menutuo kemungkinan akan ada pemberian subsidi kepada angkutan umum.
BACA JUGA:Jokowi Bawa Kabar Baik, Defisit APBN 2022 Diprediksi Cuma 2,49%

&quot;(Pemberian) Insentif untuk angkutan umum selama produksinya di dalam negeri, namun hitungannya akan berbeda,&quot; katanya.Adapun, Jokowi mengatakan rencana subsidi kendaraan listrik diberikan dengan mempertimbangkan kalkulasi, kajian, serta mempelajari dari negara lain terutama Eropa yang telah lebih dulu melakukan kebijakan tersebut.
&quot;Nanti kalau sudah hitung-hitungannya final, keputusan ini final betul baru akan kita sampaikan,&quot; katanya.
Ditempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto kebijakan pemberian subsidi masih terus digodok lebih lanjut.
&quot;Karena kita tahu bahwa mobil listrik jauh lebih mahal daripada mobil biasa dengan harga 30 persen lebih tinggi,&quot; katanya.
Dia mengatakan bahwa pemberian subsidi dilakukan untuk pengembangan pasar. Adapun ia menyebutkan bahwa pasar mobil listrik bisa mencapai minimal 20 persendatau 400.000 unit di tahun 2025.
&quot;Kita berikan bukan subsidi tetapi insentif dalam rupiah tertentu ini sedang bicara dengan eh Bu Menteri Keuangan. nilainya 5 triliun nanti dibagi motor berapa, mobil berapa bus itu kita akan pertimbangkan juga,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemberian insentif untuk pembelian kendaraan listrik dapat mendukung berkembangnya industri di Indonesia.
Adapun besaran pemberian insentif kendaraan listrik berbeda-beda. Untuk mobil listrik diberikan sebesar Rp80 juta dan motor listrik sebesar Rp8 juta.
BACA JUGA:Bahas Ekonomi 2023, Sri Mulyani Selfie Bareng Jokowi hingga Pak Bas

&quot;Kita harapkan dengan insentif ini, industri mobil listrik, motor listrik di negara kita bisa berkembang,&quot; kata Jokowi dalam konferensi pers yang dipantau aecara virtual, Rabu (21/12).
Dia menjelaskan jika industri kendaraan listrik di Indonesia berkembang, maka penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga akan meningkat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMS8xLzE1OTE5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Yang paling penting akan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya karena ini akan mendorong industri pendukung lainnya,&quot; katanya.
Jokowi juga mengatakan bahwa kedepannya  tidak menutuo kemungkinan akan ada pemberian subsidi kepada angkutan umum.
BACA JUGA:Jokowi Bawa Kabar Baik, Defisit APBN 2022 Diprediksi Cuma 2,49%

&quot;(Pemberian) Insentif untuk angkutan umum selama produksinya di dalam negeri, namun hitungannya akan berbeda,&quot; katanya.Adapun, Jokowi mengatakan rencana subsidi kendaraan listrik diberikan dengan mempertimbangkan kalkulasi, kajian, serta mempelajari dari negara lain terutama Eropa yang telah lebih dulu melakukan kebijakan tersebut.
&quot;Nanti kalau sudah hitung-hitungannya final, keputusan ini final betul baru akan kita sampaikan,&quot; katanya.
Ditempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto kebijakan pemberian subsidi masih terus digodok lebih lanjut.
&quot;Karena kita tahu bahwa mobil listrik jauh lebih mahal daripada mobil biasa dengan harga 30 persen lebih tinggi,&quot; katanya.
Dia mengatakan bahwa pemberian subsidi dilakukan untuk pengembangan pasar. Adapun ia menyebutkan bahwa pasar mobil listrik bisa mencapai minimal 20 persendatau 400.000 unit di tahun 2025.
&quot;Kita berikan bukan subsidi tetapi insentif dalam rupiah tertentu ini sedang bicara dengan eh Bu Menteri Keuangan. nilainya 5 triliun nanti dibagi motor berapa, mobil berapa bus itu kita akan pertimbangkan juga,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
