<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Tak Akan Berlebihan Naikkan Suku Bunga di 2023</title><description>BI memastikan tidak akan berlebihan menaikkan bunga acuan secara agresif. Hal ini mengingat langkah yang diambil bank sentral AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731664/gubernur-bi-tak-akan-berlebihan-naikkan-suku-bunga-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731664/gubernur-bi-tak-akan-berlebihan-naikkan-suku-bunga-di-2023"/><item><title>Gubernur BI Tak Akan Berlebihan Naikkan Suku Bunga di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731664/gubernur-bi-tak-akan-berlebihan-naikkan-suku-bunga-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/21/320/2731664/gubernur-bi-tak-akan-berlebihan-naikkan-suku-bunga-di-2023</guid><pubDate>Rabu 21 Desember 2022 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/21/320/2731664/gubernur-bi-tak-akan-berlebihan-naikkan-suku-bunga-di-2023-26iizEB9Wn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/21/320/2731664/gubernur-bi-tak-akan-berlebihan-naikkan-suku-bunga-di-2023-26iizEB9Wn.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan berlebihan menaikkan bunga acuan secara agresif. Hal ini mengingat langkah yang diambil bank sentral Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lainnya di dunia.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, salah satu alasan yang melatarbelakangi pemikirannya ini adalah kondisi inflasi inti Indonesia yang diprediksi terus turun. Bahkan, pada semester I 2013 ia memprediksi inflasi di bawah 4%.
BACA JUGA:Suku Bunga The Fed Naik, Bank Indonesia Diminta Sesuaikan Kebijakan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dengan adanya seperti subsidi dari bu menteri keuangan tekanan inflasi terjaga, sehingga kami tidak harus menaikkan suku bunga berlebihan atau seagresif di AS atau negara lain,&quot; ujar Perry dalam acara Indonesian Economic Outlook 2023 di Jakarta, Rabu (21/12/2022).
Perry menambahkan, pihaknya terus melakukan sinergi ekonomi nasional, terutama dalam bentuk koordinasi fiskal dan moneter. Beberapa di antaranya dengan melakukan transformasi sektor keuangan dalam bentuk digitalisasi, serta ekonomi keuangan hijau.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMS80LzE1OTIxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami akan secara terukur, itu yang kami terus pastikan, inflasi inti kembali di bawah 4% di semester I, as early as possible. Kami terus akan tetap menjaga nilai tukar rupiah, pada masa turbulensinya kami lakukan intervensi, kami stabilisasikan, tapi ke depan tahun depan dengan turbulensi yang agak mereda, kami yakin rupiah akan menguat ke fundamentalnya,&quot; katanya.
BACA JUGA:Ini 2 Pahlawan di Uang Pertama Terbitan Bank Indonesia

Sementara itu, karena terjaga daya beli masyarakat di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi yang masih kuat, hingga stabilnya harga-harga yang bisa dikendalikan pemerintah, tekanan inflasi bisa terus di redam.Menurut Perry, inflasi mulai semester II 2023 sudah akan di level bawah 4%, turun dari proyeksi tingkat inflasi hingga akhir 2022 di level 5,4%. Sementara itu, inflasi inti katanya sudah akan bisa di level bawah 4% mulai semester I 2023.
&quot;Semester II inflasi IHK di bawah 4% akhir tahun depan, inflasi kita perkirakan di sektiar 3%. Kalau core inflation sudah di bawah 4% di semester I, tapi inflasi IHK karena dampak basenya, akhir tahun depan sekitar 3%,&quot; kata Perry.
Sebelumnya BI diproyeksi belum akan melonggarkan kebijakan moneternya. BI diproyeksi kembali mengerek BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25-50 basis points (bps).
Sebagai catatan, BI sudah mengerek suku bunga acuan sebesar 175 bps hanya dalam waktu empat bulan menjadi 5,25%. Kenaikan suku bunga sebesar 175 bps adalah yang paling agresif sejak 2005.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan berlebihan menaikkan bunga acuan secara agresif. Hal ini mengingat langkah yang diambil bank sentral Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lainnya di dunia.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, salah satu alasan yang melatarbelakangi pemikirannya ini adalah kondisi inflasi inti Indonesia yang diprediksi terus turun. Bahkan, pada semester I 2013 ia memprediksi inflasi di bawah 4%.
BACA JUGA:Suku Bunga The Fed Naik, Bank Indonesia Diminta Sesuaikan Kebijakan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Dengan adanya seperti subsidi dari bu menteri keuangan tekanan inflasi terjaga, sehingga kami tidak harus menaikkan suku bunga berlebihan atau seagresif di AS atau negara lain,&quot; ujar Perry dalam acara Indonesian Economic Outlook 2023 di Jakarta, Rabu (21/12/2022).
Perry menambahkan, pihaknya terus melakukan sinergi ekonomi nasional, terutama dalam bentuk koordinasi fiskal dan moneter. Beberapa di antaranya dengan melakukan transformasi sektor keuangan dalam bentuk digitalisasi, serta ekonomi keuangan hijau.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMS80LzE1OTIxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kami akan secara terukur, itu yang kami terus pastikan, inflasi inti kembali di bawah 4% di semester I, as early as possible. Kami terus akan tetap menjaga nilai tukar rupiah, pada masa turbulensinya kami lakukan intervensi, kami stabilisasikan, tapi ke depan tahun depan dengan turbulensi yang agak mereda, kami yakin rupiah akan menguat ke fundamentalnya,&quot; katanya.
BACA JUGA:Ini 2 Pahlawan di Uang Pertama Terbitan Bank Indonesia

Sementara itu, karena terjaga daya beli masyarakat di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi yang masih kuat, hingga stabilnya harga-harga yang bisa dikendalikan pemerintah, tekanan inflasi bisa terus di redam.Menurut Perry, inflasi mulai semester II 2023 sudah akan di level bawah 4%, turun dari proyeksi tingkat inflasi hingga akhir 2022 di level 5,4%. Sementara itu, inflasi inti katanya sudah akan bisa di level bawah 4% mulai semester I 2023.
&quot;Semester II inflasi IHK di bawah 4% akhir tahun depan, inflasi kita perkirakan di sektiar 3%. Kalau core inflation sudah di bawah 4% di semester I, tapi inflasi IHK karena dampak basenya, akhir tahun depan sekitar 3%,&quot; kata Perry.
Sebelumnya BI diproyeksi belum akan melonggarkan kebijakan moneternya. BI diproyeksi kembali mengerek BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25-50 basis points (bps).
Sebagai catatan, BI sudah mengerek suku bunga acuan sebesar 175 bps hanya dalam waktu empat bulan menjadi 5,25%. Kenaikan suku bunga sebesar 175 bps adalah yang paling agresif sejak 2005.</content:encoded></item></channel></rss>
