<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana Asing Rp6,2 Triliun Kabur dari RI</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat dana asing kabur (capital outflow) sebesar USD400 juta atau setara Rp6,2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/22/320/2732419/dana-asing-rp6-2-triliun-kabur-dari-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/22/320/2732419/dana-asing-rp6-2-triliun-kabur-dari-ri"/><item><title>Dana Asing Rp6,2 Triliun Kabur dari RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/22/320/2732419/dana-asing-rp6-2-triliun-kabur-dari-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/22/320/2732419/dana-asing-rp6-2-triliun-kabur-dari-ri</guid><pubDate>Kamis 22 Desember 2022 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/22/320/2732419/dana-asing-rp6-2-triliun-kabur-dari-ri-7AwxtwsMyD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dana asing kabur dari RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/22/320/2732419/dana-asing-rp6-2-triliun-kabur-dari-ri-7AwxtwsMyD.jpg</image><title>Dana asing kabur dari RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat dana asing kabur (capital outflow) sebesar USD400 juta atau setara Rp6,2 triliun. Kendati demikian, Bank Sentral mencatat aliran masuk modal asing di investasi portofolio secara perlahan mulai terjadi pada November-Desember 2022.
BACA JUGA:Suku Bunga The Fed Naik, Bank Indonesia Diminta Sesuaikan Kebijakan 

&quot;Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap kuat sehingga mendukung ketahanan eksternal. Transaksi berjalan triwulan IV 2022 diprakirakan kembali mencatatkan surplus sejalan dengan kinerja neraca perdagangan yang tetap baik,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (22/12/2022).
Neraca perdagangan November 2022 mencatat surplus sebesar USD5,2 miliar, didukung oleh kinerja ekspor komoditas utama.
BACA JUGA:Ini 2 Pahlawan di Uang Pertama Terbitan Bank Indonesia

&quot;Posisi cadangan devisa Indonesia akhir November 2022 meningkat dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, dan tercatat sebesar USD134,0 miliar, setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,&quot; jelas Perry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi80LzE1OTI0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Secara keseluruhan 2022, kinerja NPI diprakirakan tetap terjaga  didukung surplus transaksi berjalan berada dalam kisaran 0,4 - 1,2% dari  PDB sejalan permintaan eksternal dan harga komoditas global yang masih  tinggi, dan kinerja neraca transaksi modal dan finansial yang tetap baik  terutama dalam bentuk PMA.
&quot;Di tengah risiko ketidakpastian pasar keuangan global yang masih  tinggi, kinerja NPI pada 2023 juga diprakirakan tetap baik  ditopang  oleh surplus neraca transaksi modal dan finansial serta transaksi  berjalan yang solid dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit  0,4% dari PDB,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat dana asing kabur (capital outflow) sebesar USD400 juta atau setara Rp6,2 triliun. Kendati demikian, Bank Sentral mencatat aliran masuk modal asing di investasi portofolio secara perlahan mulai terjadi pada November-Desember 2022.
BACA JUGA:Suku Bunga The Fed Naik, Bank Indonesia Diminta Sesuaikan Kebijakan 

&quot;Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap kuat sehingga mendukung ketahanan eksternal. Transaksi berjalan triwulan IV 2022 diprakirakan kembali mencatatkan surplus sejalan dengan kinerja neraca perdagangan yang tetap baik,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (22/12/2022).
Neraca perdagangan November 2022 mencatat surplus sebesar USD5,2 miliar, didukung oleh kinerja ekspor komoditas utama.
BACA JUGA:Ini 2 Pahlawan di Uang Pertama Terbitan Bank Indonesia

&quot;Posisi cadangan devisa Indonesia akhir November 2022 meningkat dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, dan tercatat sebesar USD134,0 miliar, setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,&quot; jelas Perry.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi80LzE1OTI0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Secara keseluruhan 2022, kinerja NPI diprakirakan tetap terjaga  didukung surplus transaksi berjalan berada dalam kisaran 0,4 - 1,2% dari  PDB sejalan permintaan eksternal dan harga komoditas global yang masih  tinggi, dan kinerja neraca transaksi modal dan finansial yang tetap baik  terutama dalam bentuk PMA.
&quot;Di tengah risiko ketidakpastian pasar keuangan global yang masih  tinggi, kinerja NPI pada 2023 juga diprakirakan tetap baik  ditopang  oleh surplus neraca transaksi modal dan finansial serta transaksi  berjalan yang solid dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit  0,4% dari PDB,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
