<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI Sambut Rencana Jokowi Cabut PPKM, Ekonomi Bisa Ngegas</title><description>Presiden Jokowi bakal mencabut aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada akhir tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/22/320/2732483/gubernur-bi-sambut-rencana-jokowi-cabut-ppkm-ekonomi-bisa-ngegas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/22/320/2732483/gubernur-bi-sambut-rencana-jokowi-cabut-ppkm-ekonomi-bisa-ngegas"/><item><title>Gubernur BI Sambut Rencana Jokowi Cabut PPKM, Ekonomi Bisa Ngegas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/22/320/2732483/gubernur-bi-sambut-rencana-jokowi-cabut-ppkm-ekonomi-bisa-ngegas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/22/320/2732483/gubernur-bi-sambut-rencana-jokowi-cabut-ppkm-ekonomi-bisa-ngegas</guid><pubDate>Kamis 22 Desember 2022 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/22/320/2732483/gubernur-bi-sambut-rencana-jokowi-cabut-ppkm-ekonomi-bisa-ngegas-pqh3vpyhPH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pencabutan PPKM berdampak positif bagi ekonomi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/22/320/2732483/gubernur-bi-sambut-rencana-jokowi-cabut-ppkm-ekonomi-bisa-ngegas-pqh3vpyhPH.jpg</image><title>Pencabutan PPKM berdampak positif bagi ekonomi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi bakal mencabut aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada akhir tahun. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai rencana ini akan berdampak positif terhadap perekonomian.
&quot;Mobilitas manusia serta aktivitas ekonomi dan keuangan akan meningkat sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk lebih baik, khususnya dari berbagai kegiatan konsumsi dari pemerintah,&quot; kata Perry dilansir dari Antara, Kamis (22/12/2022).
BACA JUGA:Jokowi Segera Terbitkan Keppres Setop PPKM

Dengan demikian, BI tetap akan mendukung koordinasi dan sinergi dengan pemerintah, dengan kebijakan moneter yang mendukung stabilitas serta kebijakan makroprudensial, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran, kebijakan pendalaman pasar, serta kebijakan ekonomi dan keuangan inklusif untuk mendukung pertumbuhan.
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 akan berada pada titik tengah kisaran 4,5% sampai 5,3%, yakni tepatnya pada level 4,9%. Namun dengan pencabutan PPKM, Perry optimistis pertumbuhan ekonomi akan mencapai level 5% pada akhir tahun ini.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melandai, Jokowi : Akhir Tahun Ini PPKM Akan Dihentikan 

&quot;Kami akan memantau dampak dari mobilitas setelah PPKM, karena konsumsi bisa terus meningkat,&quot; tuturnya.
Dia mengungkapkan saat ini pertumbuhan ekonomi domestik tetap baik. Permintaan domestik tetap berdaya tahan dipengaruhi oleh daya beli masyarakat dan keyakinan pelaku ekonomi yang tetap terjaga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi80LzE1OTI4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Perkembangan ini tercermin pada berbagai indikator November 2022 dan  hasil survei BI terakhir, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran,  dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur.
Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan tetap kuat, khususnya  didorong ekspor batu bara, minyak sawit (CPO), besi dan baja, serta  ekspor jasa, seiring permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih  kuat serta dampak positif kebijakan yang ditempuh pemerintah.
Secara spasial, lanjut Perry, kinerja positif ekspor ditopang  terutama didorong Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi-Maluku-Papua  (Sulampua), yang tetap tumbuh kuat.
&quot;Pertumbuhan ekonomi yang tetap baik sejalan dengan perkembangan dari  sisi lapangan usaha di mana sektor perdagangan besar dan eceran,  industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan tumbuh cukup  kuat,&quot; tambahnya.
Pada  2023, dia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tetap kuat  meskipun sedikit melambat sejalan dengan perlambatan ekonomi global ke  titik tengah kisaran 4,5% sampai 5,3%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi bakal mencabut aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada akhir tahun. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai rencana ini akan berdampak positif terhadap perekonomian.
&quot;Mobilitas manusia serta aktivitas ekonomi dan keuangan akan meningkat sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk lebih baik, khususnya dari berbagai kegiatan konsumsi dari pemerintah,&quot; kata Perry dilansir dari Antara, Kamis (22/12/2022).
BACA JUGA:Jokowi Segera Terbitkan Keppres Setop PPKM

Dengan demikian, BI tetap akan mendukung koordinasi dan sinergi dengan pemerintah, dengan kebijakan moneter yang mendukung stabilitas serta kebijakan makroprudensial, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran, kebijakan pendalaman pasar, serta kebijakan ekonomi dan keuangan inklusif untuk mendukung pertumbuhan.
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 akan berada pada titik tengah kisaran 4,5% sampai 5,3%, yakni tepatnya pada level 4,9%. Namun dengan pencabutan PPKM, Perry optimistis pertumbuhan ekonomi akan mencapai level 5% pada akhir tahun ini.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melandai, Jokowi : Akhir Tahun Ini PPKM Akan Dihentikan 

&quot;Kami akan memantau dampak dari mobilitas setelah PPKM, karena konsumsi bisa terus meningkat,&quot; tuturnya.
Dia mengungkapkan saat ini pertumbuhan ekonomi domestik tetap baik. Permintaan domestik tetap berdaya tahan dipengaruhi oleh daya beli masyarakat dan keyakinan pelaku ekonomi yang tetap terjaga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi80LzE1OTI4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Perkembangan ini tercermin pada berbagai indikator November 2022 dan  hasil survei BI terakhir, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran,  dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur.
Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan tetap kuat, khususnya  didorong ekspor batu bara, minyak sawit (CPO), besi dan baja, serta  ekspor jasa, seiring permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih  kuat serta dampak positif kebijakan yang ditempuh pemerintah.
Secara spasial, lanjut Perry, kinerja positif ekspor ditopang  terutama didorong Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi-Maluku-Papua  (Sulampua), yang tetap tumbuh kuat.
&quot;Pertumbuhan ekonomi yang tetap baik sejalan dengan perkembangan dari  sisi lapangan usaha di mana sektor perdagangan besar dan eceran,  industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan tumbuh cukup  kuat,&quot; tambahnya.
Pada  2023, dia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tetap kuat  meskipun sedikit melambat sejalan dengan perlambatan ekonomi global ke  titik tengah kisaran 4,5% sampai 5,3%.</content:encoded></item></channel></rss>
