<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi AS Tumbuh 3,2% di Kuartal III-2022</title><description>Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh 3,2% pada Kuartal III-2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2732635/ekonomi-as-tumbuh-3-2-di-kuartal-iii-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2732635/ekonomi-as-tumbuh-3-2-di-kuartal-iii-2022"/><item><title>Ekonomi AS Tumbuh 3,2% di Kuartal III-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2732635/ekonomi-as-tumbuh-3-2-di-kuartal-iii-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2732635/ekonomi-as-tumbuh-3-2-di-kuartal-iii-2022</guid><pubDate>Jum'at 23 Desember 2022 07:09 WIB</pubDate><dc:creator>Zuhirna Wulan Dilla</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/23/320/2732635/ekonomi-as-tumbuh-3-2-di-kuartal-iii-2022-pp74F2PoYf.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi ekonomi . (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/23/320/2732635/ekonomi-as-tumbuh-3-2-di-kuartal-iii-2022-pp74F2PoYf.JPG</image><title>Ilustrasi ekonomi . (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh 3,2% pada Kuartal III-2022.

Dilansir VOA di Jakarta, Jumat (23/12/2022), angka itu merupakan revisi lebih lanjut atas data yang mencerminkan belanja konsumen dan investasi lebih kuat dari perkiraan sebelumnya.

Adapun pertumbuhan itu untuk pertama kalinya tahun ini pada periode Juli hingga September.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Wanti-Wanti soal Pelemahan Ekonomi AS-China
Di mana pertumbuhan ekonomi AS ini setelah kontraksi selama dua kuartal yang memperburuk kekhawatiran akan terjadinya resesi.

Kemudian, Departemen Perdagangan sebelumnya sempat merevisi angka PDB tahunan menjadi 2,9%, sudah merupakan peningkatan dari 2,6% yang pertama kali dilaporkan pada bulan Oktober.

Di mana dalam kedua penyesuaian itu terutama mencerminkan naiknya belanja konsumen serta investasi tetap nonperumahan.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi80LzE1OTI4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Diketahui, pada belanja konsumen, kenaikan jasa sebagian tertahan oleh penurunan barang, penjualan mobil dan suku cadang mobil tertinggal, seperti halnya pembelian makanan dan minuman, karena rumah tangga bergulat dengan melonjaknya biaya hidup.

Ini membuktikan bahwa peningkatan pengeluaran pemerintah terutama terjadi pada kenaikan kompensasi pegawai dan pengeluaran pertahanan.

Sehingga data itu juga menunjukkan bahwa pengeluaran konsumsi pribadi meningkat 2,3%, jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,7%.

Sayangnya, pertumbuhan ini belum bisa dipastikan sampai berapa lama konsumen akan mampu mengikuti laju pengeluaran itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh 3,2% pada Kuartal III-2022.

Dilansir VOA di Jakarta, Jumat (23/12/2022), angka itu merupakan revisi lebih lanjut atas data yang mencerminkan belanja konsumen dan investasi lebih kuat dari perkiraan sebelumnya.

Adapun pertumbuhan itu untuk pertama kalinya tahun ini pada periode Juli hingga September.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Wanti-Wanti soal Pelemahan Ekonomi AS-China
Di mana pertumbuhan ekonomi AS ini setelah kontraksi selama dua kuartal yang memperburuk kekhawatiran akan terjadinya resesi.

Kemudian, Departemen Perdagangan sebelumnya sempat merevisi angka PDB tahunan menjadi 2,9%, sudah merupakan peningkatan dari 2,6% yang pertama kali dilaporkan pada bulan Oktober.

Di mana dalam kedua penyesuaian itu terutama mencerminkan naiknya belanja konsumen serta investasi tetap nonperumahan.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi80LzE1OTI4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Diketahui, pada belanja konsumen, kenaikan jasa sebagian tertahan oleh penurunan barang, penjualan mobil dan suku cadang mobil tertinggal, seperti halnya pembelian makanan dan minuman, karena rumah tangga bergulat dengan melonjaknya biaya hidup.

Ini membuktikan bahwa peningkatan pengeluaran pemerintah terutama terjadi pada kenaikan kompensasi pegawai dan pengeluaran pertahanan.

Sehingga data itu juga menunjukkan bahwa pengeluaran konsumsi pribadi meningkat 2,3%, jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,7%.

Sayangnya, pertumbuhan ini belum bisa dipastikan sampai berapa lama konsumen akan mampu mengikuti laju pengeluaran itu.</content:encoded></item></channel></rss>
