<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp15.593/USD</title><description>Nilai tukar rupiah ditutup melemah 10 point di level Rp 15.593 atas dolar Amerika Serikat (USD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733091/rupiah-hari-ini-ditutup-menguat-ke-rp15-593-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733091/rupiah-hari-ini-ditutup-menguat-ke-rp15-593-usd"/><item><title>Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp15.593/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733091/rupiah-hari-ini-ditutup-menguat-ke-rp15-593-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733091/rupiah-hari-ini-ditutup-menguat-ke-rp15-593-usd</guid><pubDate>Jum'at 23 Desember 2022 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/23/320/2733091/rupiah-hari-ini-ditutup-menguat-ke-rp15-593-usd-6kJAA02TDp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/23/320/2733091/rupiah-hari-ini-ditutup-menguat-ke-rp15-593-usd-6kJAA02TDp.jpg</image><title>Rupiah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 10 point di level Rp 15.593 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Jumat (23/12/2022).
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah ini berbanding terbalik dengan kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal IV tahun ini yang cukup baik.
BACA JUGA:Rupiah Keok tapi Lebih Baik dari Mata Uang China-India, Ini Kata Gubernur BI

&quot;Para ekonom menilai perekonomian Indonesia melanjutkan kinerja yang cukup apik. Hal ini terlihat dari berbagai indikator yang tetap baik dan membaik,&quot; ujar Ibrahim dalam rilis hariannya.
Adapun salah satu indikator yang mendukung adalah angka inflasi di dua bulan terakhir dapat dikendalikan oleh Pemerintah, sehingga secara Year to Date (ytd) inflasi baru mencapai 4,82% pada November.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi81LzE1OTMwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jika kita gunakan asumsi tingkat inflasi rata-rata di bulan Desember, maka inflasi akhir tahun 2022 diperkirakan berada pada kisaran 5,4% hingga 5,6% lebih baik dibandingkan dengan konsensus pasar yang memperkirakan inflasi akhir tahun bisa tembus 6,7%,&quot; papar Ibrahim.
BACA JUGA:Gubernur BI Jaga Ketat Rupiah di 2023

Kemudian, indikator selanjutnya adalah kinerja neraca perdagangan Indonesia masih sangat baik dengan dukungan sektor komoditas. Pada bulan November, neraca Perdagangan mencatatkan angka USD5,16 miliar atau melanjutkan surplus sepanjang 31 bulan terakhir.Dengan neraca perdagangan tersebut, menurut Ibrahim Indonesia dapat dipastikan Neraca Transaksi Berjalan (NTB) atau Current Account Balance Indonesia akan mengalami surplus dalam kisaran 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Di samping itu, Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan pekan depan, Senin (26/12) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.580 - Rp 15.650.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 10 point di level Rp 15.593 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Jumat (23/12/2022).
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah ini berbanding terbalik dengan kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal IV tahun ini yang cukup baik.
BACA JUGA:Rupiah Keok tapi Lebih Baik dari Mata Uang China-India, Ini Kata Gubernur BI

&quot;Para ekonom menilai perekonomian Indonesia melanjutkan kinerja yang cukup apik. Hal ini terlihat dari berbagai indikator yang tetap baik dan membaik,&quot; ujar Ibrahim dalam rilis hariannya.
Adapun salah satu indikator yang mendukung adalah angka inflasi di dua bulan terakhir dapat dikendalikan oleh Pemerintah, sehingga secara Year to Date (ytd) inflasi baru mencapai 4,82% pada November.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi81LzE1OTMwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jika kita gunakan asumsi tingkat inflasi rata-rata di bulan Desember, maka inflasi akhir tahun 2022 diperkirakan berada pada kisaran 5,4% hingga 5,6% lebih baik dibandingkan dengan konsensus pasar yang memperkirakan inflasi akhir tahun bisa tembus 6,7%,&quot; papar Ibrahim.
BACA JUGA:Gubernur BI Jaga Ketat Rupiah di 2023

Kemudian, indikator selanjutnya adalah kinerja neraca perdagangan Indonesia masih sangat baik dengan dukungan sektor komoditas. Pada bulan November, neraca Perdagangan mencatatkan angka USD5,16 miliar atau melanjutkan surplus sepanjang 31 bulan terakhir.Dengan neraca perdagangan tersebut, menurut Ibrahim Indonesia dapat dipastikan Neraca Transaksi Berjalan (NTB) atau Current Account Balance Indonesia akan mengalami surplus dalam kisaran 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Di samping itu, Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan pekan depan, Senin (26/12) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.580 - Rp 15.650.</content:encoded></item></channel></rss>
