<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stok Cadangan Beras Bulog Minimal 2,4 Juta Ton pada 2023</title><description>Stok cadangan beras Bulog tahun depan minimal 2,4 juta ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733242/stok-cadangan-beras-bulog-minimal-2-4-juta-ton-pada-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733242/stok-cadangan-beras-bulog-minimal-2-4-juta-ton-pada-2023"/><item><title>Stok Cadangan Beras Bulog Minimal 2,4 Juta Ton pada 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733242/stok-cadangan-beras-bulog-minimal-2-4-juta-ton-pada-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733242/stok-cadangan-beras-bulog-minimal-2-4-juta-ton-pada-2023</guid><pubDate>Jum'at 23 Desember 2022 20:28 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/23/320/2733242/stok-cadangan-beras-bulog-minimal-2-4-juta-ton-pada-2023-IPNJJ9cbkR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cadangan beras bulog naik tahun depan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/23/320/2733242/stok-cadangan-beras-bulog-minimal-2-4-juta-ton-pada-2023-IPNJJ9cbkR.jpg</image><title>Cadangan beras bulog naik tahun depan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Stok cadangan beras Bulog tahun depan minimal 2,4 juta ton. Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Budi Waryanto mengatakan hal tersebut untuk menjaga stok cadangan beras ketika musim paceklik datang seperti yang terjadi saat ini.
Di sisi lain, peningkatan cadangan beras diharapkan memicu Bulog lebih rajin dalam menyerap beras petani ketika musim panen tiba.
BACA JUGA:Beras di Pasar Mahal, Pedagang: Tetap Ada yang Beli

&quot;Kondisi saat ini mari kita sikapi bersama, yang tadinya 1,2 juta ton, tetapi minim, tentu perlu kebijakan yang harus men top-up stok ini,&quot; ujar Budi dalam diskusi media, Jumat (23/11/2022).
Budi menjelaskan, pada tahun 2023 paling tidak Bulog harus memiliki stok cadangan beras sebanyak 2,4 juta ton. Regulasi tersebut menurut Budi sudah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah, melalui Perpres 125 Tahun 2022, dan siap di implementasikan tahun depan.
BACA JUGA:Keliling Pasar, Mendag: Harga Beras Masih Tinggi tapi Cabai Turun

&quot;Sepanjang tahun 2023 kita sudah merancang tadi melalui keputusan, itu pengelolaan cadangan beras di Bulog di angka 2,4 juta ton, jadi nanti di ending stok tahun 2023 ditetapkan 1,2 juta ton,&quot; kata Budi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMC80LzE1OTE0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bambang mengatakan stok beras yang ada pada tahun ini relatif cukup  rendah, yang pada bulan Desember 2022 stok Bulog hanya berada di 399  ribu ton. Jumlah tersebut dikatakan rendah sebab musim paceklik akan  berlanjut hingga awal tahun 2023. Karena panen raya baru akan terjadi  pada bulan Maret 2023.
&quot;Sudah disetujui oleh Mensesneg, untuk menetapkan cadangan beras  pemerintah yang kita berharap 31 Desember sudah keluar regulasinya  sehingga bisa menjadi acuan Bulog untuk perencanaan tahun 2023 sehingga  saat panen raya tidak ada alasan lagi tidak menyerap,&quot; kata Budi.
&quot;Agar kejadian tahun ini bisa menjadi pelajaran yang baik, untuk  perbaikan yang mendasar di tahun 2023, dan agar Indonesia bisa keluar  dari tekanan global yang diprediksi masih runyam,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Stok cadangan beras Bulog tahun depan minimal 2,4 juta ton. Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Budi Waryanto mengatakan hal tersebut untuk menjaga stok cadangan beras ketika musim paceklik datang seperti yang terjadi saat ini.
Di sisi lain, peningkatan cadangan beras diharapkan memicu Bulog lebih rajin dalam menyerap beras petani ketika musim panen tiba.
BACA JUGA:Beras di Pasar Mahal, Pedagang: Tetap Ada yang Beli

&quot;Kondisi saat ini mari kita sikapi bersama, yang tadinya 1,2 juta ton, tetapi minim, tentu perlu kebijakan yang harus men top-up stok ini,&quot; ujar Budi dalam diskusi media, Jumat (23/11/2022).
Budi menjelaskan, pada tahun 2023 paling tidak Bulog harus memiliki stok cadangan beras sebanyak 2,4 juta ton. Regulasi tersebut menurut Budi sudah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah, melalui Perpres 125 Tahun 2022, dan siap di implementasikan tahun depan.
BACA JUGA:Keliling Pasar, Mendag: Harga Beras Masih Tinggi tapi Cabai Turun

&quot;Sepanjang tahun 2023 kita sudah merancang tadi melalui keputusan, itu pengelolaan cadangan beras di Bulog di angka 2,4 juta ton, jadi nanti di ending stok tahun 2023 ditetapkan 1,2 juta ton,&quot; kata Budi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMC80LzE1OTE0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bambang mengatakan stok beras yang ada pada tahun ini relatif cukup  rendah, yang pada bulan Desember 2022 stok Bulog hanya berada di 399  ribu ton. Jumlah tersebut dikatakan rendah sebab musim paceklik akan  berlanjut hingga awal tahun 2023. Karena panen raya baru akan terjadi  pada bulan Maret 2023.
&quot;Sudah disetujui oleh Mensesneg, untuk menetapkan cadangan beras  pemerintah yang kita berharap 31 Desember sudah keluar regulasinya  sehingga bisa menjadi acuan Bulog untuk perencanaan tahun 2023 sehingga  saat panen raya tidak ada alasan lagi tidak menyerap,&quot; kata Budi.
&quot;Agar kejadian tahun ini bisa menjadi pelajaran yang baik, untuk  perbaikan yang mendasar di tahun 2023, dan agar Indonesia bisa keluar  dari tekanan global yang diprediksi masih runyam,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
