<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin: Hilirisasi Punya Efek Ganda ke Ekonomi Nasional</title><description>Hilirisasi industri memiliki multiplier effect atau dampak berganda ke ekonomi Nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733250/menperin-hilirisasi-punya-efek-ganda-ke-ekonomi-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733250/menperin-hilirisasi-punya-efek-ganda-ke-ekonomi-nasional"/><item><title>Menperin: Hilirisasi Punya Efek Ganda ke Ekonomi Nasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733250/menperin-hilirisasi-punya-efek-ganda-ke-ekonomi-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/320/2733250/menperin-hilirisasi-punya-efek-ganda-ke-ekonomi-nasional</guid><pubDate>Jum'at 23 Desember 2022 20:49 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/23/320/2733250/menperin-hilirisasi-punya-efek-ganda-ke-ekonomi-nasional-xk88e5esCx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin Agus Gumiwang ungkap hilirisasi berdampak ganda ke ekonomi nasional (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/23/320/2733250/menperin-hilirisasi-punya-efek-ganda-ke-ekonomi-nasional-xk88e5esCx.jpg</image><title>Menperin Agus Gumiwang ungkap hilirisasi berdampak ganda ke ekonomi nasional (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Hilirisasi industri memiliki multiplier effect atau dampak berganda ke ekonomi Nasional. Hilirisasi juga bisa menjadi kunci kemajuan ekonomi nasional, sehingga menjadi salah satu kebijakan strategis yang tetap dijalankan.
&amp;ldquo;Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kita perlu memperkuat hilirisasi sektor industri manufaktur. Kami optimistis, hal ini dapat kita lakukan, karena selama ini telah terbukti sebagai prime mover bagi perekonomian nasional,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir dari Antara, Jumat (23/12/2022).
BACA JUGA:Indonesia Tak Gentar, Hilirisasi Tambang Jalan Terus 

Menperin juga menyebutkan, multiplier effect atau dampak berganda dari aktivitas hilirisasi industri yang telah terbukti nyata, antara lain adalah meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, menarik investasi masuk di Tanah Air, menghasilkan devisa besar dari ekspor, dan menambah jumlah serapan tenaga kerja.
&amp;ldquo;Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif agar bisnis bisa berjalan baik,&amp;rdquo; tuturnya.
BACA JUGA:Tegas! Bahlil Pastikan Dorong Hilirisasi Tambang dan Pangan

Selain itu, menurut Menpering, perlu sinergi dan koordinasi antara pemerintah dengan dunia usaha. &amp;ldquo;Kami akan selalu mendengar aspirasi dari para pelaku usaha,&amp;rdquo; imbuhnya.
Agus menyatakan, pihaknya sedang fokus menjalankan kebijakan hilirisasi industri di tiga sektor, yakni industri berbasis agro, berbasis bahan tambang dan mineral, serta berbasis migas dan batu bara.
&amp;ldquo;Seperti yang ditegaskan oleh Bapak Presiden, kita secara bertahap akan menyetop ekspor bahan baku mentah, seperti minerba. Kita sudah setop ekspor nikel, dan selanjutnya setop ekspor bauksit,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8zMC80LzE1Nzg5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Terkait pengembangan industri berbasis tambang dan mineral,  Kemenperin tengah berupaya memacu nilai tambah pada lima komoditas ini,  yaitu bijih tembaga, bijih besi dan pasir besi, bijih nikel, bauksit,  serta logam tanah jarang.
&amp;ldquo;Perkembangan dari hilirisasi di sektor ini telah menghasilkan  sebanyak 27 smelter yang telah beroperasi meliputi pyrometallurgy dan  hydrometallurgy nikel, kemudian 32 yang dalam tahap konstruksi, dan enam  masih tahap feasibility study,&amp;rdquo; ungkap Agus.
Ke depan, Menperin berharap, smelter nikel tidak hanya melakukan  ekspor dalam bentuk NPI maupun bahan baku baterai, tetapi dalam bentuk  produk lebih hilir seperti produk hilir berbahan baku stainless steel  dan baterai listrik.
&amp;ldquo;Kemampuan hilirisasi sektor ini juga akan menghasilkan produk-produk  di hilir atau produk jadi seperti peralatan kesehatan, dapur,  kedirgantaraan dan kendaraan listrik. Peningkatan nilai tambah dari  bijih nikel bisa mencapai 340-400 kali lipat,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Hilirisasi industri memiliki multiplier effect atau dampak berganda ke ekonomi Nasional. Hilirisasi juga bisa menjadi kunci kemajuan ekonomi nasional, sehingga menjadi salah satu kebijakan strategis yang tetap dijalankan.
&amp;ldquo;Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kita perlu memperkuat hilirisasi sektor industri manufaktur. Kami optimistis, hal ini dapat kita lakukan, karena selama ini telah terbukti sebagai prime mover bagi perekonomian nasional,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir dari Antara, Jumat (23/12/2022).
BACA JUGA:Indonesia Tak Gentar, Hilirisasi Tambang Jalan Terus 

Menperin juga menyebutkan, multiplier effect atau dampak berganda dari aktivitas hilirisasi industri yang telah terbukti nyata, antara lain adalah meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, menarik investasi masuk di Tanah Air, menghasilkan devisa besar dari ekspor, dan menambah jumlah serapan tenaga kerja.
&amp;ldquo;Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif agar bisnis bisa berjalan baik,&amp;rdquo; tuturnya.
BACA JUGA:Tegas! Bahlil Pastikan Dorong Hilirisasi Tambang dan Pangan

Selain itu, menurut Menpering, perlu sinergi dan koordinasi antara pemerintah dengan dunia usaha. &amp;ldquo;Kami akan selalu mendengar aspirasi dari para pelaku usaha,&amp;rdquo; imbuhnya.
Agus menyatakan, pihaknya sedang fokus menjalankan kebijakan hilirisasi industri di tiga sektor, yakni industri berbasis agro, berbasis bahan tambang dan mineral, serta berbasis migas dan batu bara.
&amp;ldquo;Seperti yang ditegaskan oleh Bapak Presiden, kita secara bertahap akan menyetop ekspor bahan baku mentah, seperti minerba. Kita sudah setop ekspor nikel, dan selanjutnya setop ekspor bauksit,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8zMC80LzE1Nzg5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Terkait pengembangan industri berbasis tambang dan mineral,  Kemenperin tengah berupaya memacu nilai tambah pada lima komoditas ini,  yaitu bijih tembaga, bijih besi dan pasir besi, bijih nikel, bauksit,  serta logam tanah jarang.
&amp;ldquo;Perkembangan dari hilirisasi di sektor ini telah menghasilkan  sebanyak 27 smelter yang telah beroperasi meliputi pyrometallurgy dan  hydrometallurgy nikel, kemudian 32 yang dalam tahap konstruksi, dan enam  masih tahap feasibility study,&amp;rdquo; ungkap Agus.
Ke depan, Menperin berharap, smelter nikel tidak hanya melakukan  ekspor dalam bentuk NPI maupun bahan baku baterai, tetapi dalam bentuk  produk lebih hilir seperti produk hilir berbahan baku stainless steel  dan baterai listrik.
&amp;ldquo;Kemampuan hilirisasi sektor ini juga akan menghasilkan produk-produk  di hilir atau produk jadi seperti peralatan kesehatan, dapur,  kedirgantaraan dan kendaraan listrik. Peningkatan nilai tambah dari  bijih nikel bisa mencapai 340-400 kali lipat,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
