<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta APBN 2022 Sehat, Defisit Rp237,7 Triliun dan Penerimaan Pajak Capai Rp1.634 Trilliun</title><description>Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat defisit Rp237,7 triliun dan penerimaan pajak naik mencapai Rp1.634 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/25/320/2733414/7-fakta-apbn-2022-sehat-defisit-rp237-7-triliun-dan-penerimaan-pajak-capai-rp1-634-trilliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/25/320/2733414/7-fakta-apbn-2022-sehat-defisit-rp237-7-triliun-dan-penerimaan-pajak-capai-rp1-634-trilliun"/><item><title>7 Fakta APBN 2022 Sehat, Defisit Rp237,7 Triliun dan Penerimaan Pajak Capai Rp1.634 Trilliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/25/320/2733414/7-fakta-apbn-2022-sehat-defisit-rp237-7-triliun-dan-penerimaan-pajak-capai-rp1-634-trilliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/25/320/2733414/7-fakta-apbn-2022-sehat-defisit-rp237-7-triliun-dan-penerimaan-pajak-capai-rp1-634-trilliun</guid><pubDate>Minggu 25 Desember 2022 03:16 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/24/320/2733414/7-fakta-apbn-2022-sehat-defisit-rp237-7-triliun-dan-penerimaan-pajak-capai-rp1-634-trilliun-IG9hFuA6Ox.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/24/320/2733414/7-fakta-apbn-2022-sehat-defisit-rp237-7-triliun-dan-penerimaan-pajak-capai-rp1-634-trilliun-IG9hFuA6Ox.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat defisit Rp237,7 triliun dan penerimaan pajak naik mencapai Rp1.634 triliun per 14 Desember 2022.

&quot;Defisit ini menggambarkan APBN menjadi sehat kembali,&quot; ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam konferensi pers &quot;APBN KITA Desember 2022&quot; secara daring di Jakarta, Selasa, 20 Desember 2022.

Adapun kenaikan yang sangat tinggi pada penerimaan pajak disebabkan pemulihan ekonomi domestik, peningkatan harga komoditas, dan implementasi reformasi perpajakan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani: APBN Bukan Uang Saya tapi Punya Seluruh Masyarakat Indonesia
&quot;Penerimaan pajak ini akan menjadi modal kami untuk menjaga agar APBN menjadi semakin sehat sehingga bisa melindungi ekonomi, menjaga masyarakat, dan mendukung pembangunan Indonesia,&quot; ucap Menkeu Sri Mulyani.

Berikut fakta APBN 2022 yang dirangkum Okezone, Minggu (25/12/2022):

1.   APBN Defisit Rp237,7 Triliun

Sri mengatakan APBN mencatat defisit Rp237,7 triliun atau 1,22% dari produk domestik bruto (PDB) per 14 Desember 2022.

Realisasi defisit tersebut jauh lebih kecil dari target akhir tahun ini yang sebesar Rp840,2 triliun atau 4,5% PDB dan dari realisasi periode sama tahun lalu yang senilai Rp617,4 triliun atau 3,64% PDB.

2.  Belanja Negara Naik 11,9% Jadi Rp2.717,6

Belanja negara per 14 Desember 2022 mencapai Rp2.717,6 triliun. Hal ini tercatat tumbuh 11,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp2.429,4 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp1.967,9 triliun atau naik 16,2%  dan transfer ke daerah Rp749,7 triliun atau 1,9% .
3. Belanja Non Kementerian Naik 51% Jadi Rp1.013,5 Triliun

Secara perinci, belanja negara terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp954,4 triliun atau terkontraksi 6,7% dan belanja non kementerian/lembaga sebanyak Rp1.013,5 triliun atau naik 51%.

Sri Mulyani menjelaskan tingginya realisasi belanja non kementerian/lembaga disebabkan besarnya pengeluaran untuk subsidi dan kompensasi untuk masyarakat, yakni senilai masing-masing Rp206,9 triliun dan Rp268,1 triliun.

4. Pendapatan Negara Naik 36,9% Jadi Rp2.579,9 Triliun

Sementara itu, lanjut dia, realisasi pendapatan negara tercatat tumbuh 36,9% dari Rp1.812 triliun menjadi Rp2.579,9 triliun, yang meliputi penerimaan perpajakan Rp1.927,4 triliun atau tumbuh 38,1 persen dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp551,1 triliun atau naik 33,2%.

5. Penerima Pajak Naik 41,9% Jadi Rp1.634,4 Triliun

Adapun penerimaan perpajakan meliputi penerimaan pajak Rp1.634,4 triliun atau tumbuh 41,9% serta kepabeanan dan cukai Rp293,1 triliun atau naik 20%.
6. Realisasi Pembiayaan Anggaran Turun 28,5% Jadi Rp469,8 Triliun

Dengan defisit yang rendah, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan realisasi pembiayaan anggaran pun turun drastis sebesar 28,5% menjadi Rp469,8 triliun dari Rp656,8 triliun.

7. Keseimbangan Primer Turun 145% Jadi Rp129 Triliun

Keseimbangan primer tercatat Rp129 triliun atau turun 145% (yoy) dari minus Rp286,7 triliun, serta terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) Rp232,2 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat defisit Rp237,7 triliun dan penerimaan pajak naik mencapai Rp1.634 triliun per 14 Desember 2022.

&quot;Defisit ini menggambarkan APBN menjadi sehat kembali,&quot; ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam konferensi pers &quot;APBN KITA Desember 2022&quot; secara daring di Jakarta, Selasa, 20 Desember 2022.

Adapun kenaikan yang sangat tinggi pada penerimaan pajak disebabkan pemulihan ekonomi domestik, peningkatan harga komoditas, dan implementasi reformasi perpajakan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani: APBN Bukan Uang Saya tapi Punya Seluruh Masyarakat Indonesia
&quot;Penerimaan pajak ini akan menjadi modal kami untuk menjaga agar APBN menjadi semakin sehat sehingga bisa melindungi ekonomi, menjaga masyarakat, dan mendukung pembangunan Indonesia,&quot; ucap Menkeu Sri Mulyani.

Berikut fakta APBN 2022 yang dirangkum Okezone, Minggu (25/12/2022):

1.   APBN Defisit Rp237,7 Triliun

Sri mengatakan APBN mencatat defisit Rp237,7 triliun atau 1,22% dari produk domestik bruto (PDB) per 14 Desember 2022.

Realisasi defisit tersebut jauh lebih kecil dari target akhir tahun ini yang sebesar Rp840,2 triliun atau 4,5% PDB dan dari realisasi periode sama tahun lalu yang senilai Rp617,4 triliun atau 3,64% PDB.

2.  Belanja Negara Naik 11,9% Jadi Rp2.717,6

Belanja negara per 14 Desember 2022 mencapai Rp2.717,6 triliun. Hal ini tercatat tumbuh 11,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp2.429,4 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp1.967,9 triliun atau naik 16,2%  dan transfer ke daerah Rp749,7 triliun atau 1,9% .
3. Belanja Non Kementerian Naik 51% Jadi Rp1.013,5 Triliun

Secara perinci, belanja negara terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp954,4 triliun atau terkontraksi 6,7% dan belanja non kementerian/lembaga sebanyak Rp1.013,5 triliun atau naik 51%.

Sri Mulyani menjelaskan tingginya realisasi belanja non kementerian/lembaga disebabkan besarnya pengeluaran untuk subsidi dan kompensasi untuk masyarakat, yakni senilai masing-masing Rp206,9 triliun dan Rp268,1 triliun.

4. Pendapatan Negara Naik 36,9% Jadi Rp2.579,9 Triliun

Sementara itu, lanjut dia, realisasi pendapatan negara tercatat tumbuh 36,9% dari Rp1.812 triliun menjadi Rp2.579,9 triliun, yang meliputi penerimaan perpajakan Rp1.927,4 triliun atau tumbuh 38,1 persen dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp551,1 triliun atau naik 33,2%.

5. Penerima Pajak Naik 41,9% Jadi Rp1.634,4 Triliun

Adapun penerimaan perpajakan meliputi penerimaan pajak Rp1.634,4 triliun atau tumbuh 41,9% serta kepabeanan dan cukai Rp293,1 triliun atau naik 20%.
6. Realisasi Pembiayaan Anggaran Turun 28,5% Jadi Rp469,8 Triliun

Dengan defisit yang rendah, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan realisasi pembiayaan anggaran pun turun drastis sebesar 28,5% menjadi Rp469,8 triliun dari Rp656,8 triliun.

7. Keseimbangan Primer Turun 145% Jadi Rp129 Triliun

Keseimbangan primer tercatat Rp129 triliun atau turun 145% (yoy) dari minus Rp286,7 triliun, serta terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) Rp232,2 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
