<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini yang Bikin IHSG Ngegas Jelang Akhir Tahun</title><description>IHSG masih terkerek naik, di mana bursa Asia juga melanjutkan penguatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734897/ini-yang-bikin-ihsg-ngegas-jelang-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734897/ini-yang-bikin-ihsg-ngegas-jelang-akhir-tahun"/><item><title>Ini yang Bikin IHSG Ngegas Jelang Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734897/ini-yang-bikin-ihsg-ngegas-jelang-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/12/27/278/2734897/ini-yang-bikin-ihsg-ngegas-jelang-akhir-tahun</guid><pubDate>Selasa 27 Desember 2022 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/27/278/2734897/ini-yang-bikin-ihsg-ngegas-jelang-akhir-tahun-wdJC51Bctk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Ngegas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/27/278/2734897/ini-yang-bikin-ihsg-ngegas-jelang-akhir-tahun-wdJC51Bctk.jpg</image><title>IHSG Ngegas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkerek naik, di mana bursa Asia juga melanjutkan penguatan.
Senior Partner PT Astha Advisory Indonesia Hans Kwee mengatakan, karena bursa Amerika Serikat (AS) tutup imbas libur Natal jadi perdagangan didominasi oleh Asia.
BACA JUGA:Low Tuck Kwong Jadi Orang Terkaya Nomor 1 di Indonesia, Langsung Borong Saham BYAN Rp6,5 Miliar

&quot;Perdagangan agak sepi ya di pasar, Jepang tetap komitmen dengan kebijakan moneternya yang longgar ini salah satu faktor yang mendorong pasar kita bergerak positif keatas,&quot; ungkap Hans dalam segmen Market Buzz Power Breakfast IDX, Selasa (27/12/2022).
Selain itu, sejak pekan lalu pasar sudah gonjang ganjing karena khawatir resesi yang kuat di tahun depan. Menurut Hans, pekan terakhir ini kekhawatiran itu justru menurun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yNi80LzE1OTU0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita lihat pasar masih berpotensi melanjutkan penguatan di akhir tahun ini,&quot; kata Hans.
Sentimen kebijakan moneter dari Bank of Japan, menurut Hans justru tidak bagus untuk nilai tukarnya. Adapun Yen merupakan salah satu faktor penentu di dalam indeks USD.
BACA JUGA:Low Tuck Kwong Jadi Orang Terkaya RI, Saham BYAN Meroket 600% Sepanjang 2022

&quot;Jika yen cenderung melemah dan USD nya cenderung kuat gitu, tetapi kalau seandainya Jepang kan tadinya merubah kebijakannya di obligasi 10 tahun tadinya batas 0,25 naik ke 0,5,&quot; jelas Hans.Diketahui obligasi Jepang sebelumnya sudah naik ke 0,48 dan menuju 0,5. Menurut Hans, sebenarnya pasar menilai kebijakan tadi adalah sinyal awal dari Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga tapi malah melakukan kebijakan yang ultra longgar tadi
&quot;Tetapi kalau kita lihat jika Jepang menaikkan suku bunga, pasti pasar ada rebalancing posisinya ya itu yang menyebabkan dana ada yang bergerak keluar karena selama ini banyak yang memakai uang Jepang sebagai re-trade posisinya,&quot; kata Hans.
Untuk peluang IHSG, mungkin sedikit akan bergerak lambat karena pasar transaksinya sudah sepi. Namun Hans masih berharap indeks hari ini bisa menembus 6.850 untuk mulai bergerak ke level 6.900an, sehingga di akhir tahun bisa mencapai 6.950 sampai 7.000.
Peluang window dressing, karena market yang sepi kemungkinan saham-saham blue chip dan BUMN masih berpeluang untuk menguat di posisi akhir tahun karena posisinya memang saham big caps bakal menguat.</description><content:encoded>JAKARTA - Kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkerek naik, di mana bursa Asia juga melanjutkan penguatan.
Senior Partner PT Astha Advisory Indonesia Hans Kwee mengatakan, karena bursa Amerika Serikat (AS) tutup imbas libur Natal jadi perdagangan didominasi oleh Asia.
BACA JUGA:Low Tuck Kwong Jadi Orang Terkaya Nomor 1 di Indonesia, Langsung Borong Saham BYAN Rp6,5 Miliar

&quot;Perdagangan agak sepi ya di pasar, Jepang tetap komitmen dengan kebijakan moneternya yang longgar ini salah satu faktor yang mendorong pasar kita bergerak positif keatas,&quot; ungkap Hans dalam segmen Market Buzz Power Breakfast IDX, Selasa (27/12/2022).
Selain itu, sejak pekan lalu pasar sudah gonjang ganjing karena khawatir resesi yang kuat di tahun depan. Menurut Hans, pekan terakhir ini kekhawatiran itu justru menurun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yNi80LzE1OTU0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita lihat pasar masih berpotensi melanjutkan penguatan di akhir tahun ini,&quot; kata Hans.
Sentimen kebijakan moneter dari Bank of Japan, menurut Hans justru tidak bagus untuk nilai tukarnya. Adapun Yen merupakan salah satu faktor penentu di dalam indeks USD.
BACA JUGA:Low Tuck Kwong Jadi Orang Terkaya RI, Saham BYAN Meroket 600% Sepanjang 2022

&quot;Jika yen cenderung melemah dan USD nya cenderung kuat gitu, tetapi kalau seandainya Jepang kan tadinya merubah kebijakannya di obligasi 10 tahun tadinya batas 0,25 naik ke 0,5,&quot; jelas Hans.Diketahui obligasi Jepang sebelumnya sudah naik ke 0,48 dan menuju 0,5. Menurut Hans, sebenarnya pasar menilai kebijakan tadi adalah sinyal awal dari Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga tapi malah melakukan kebijakan yang ultra longgar tadi
&quot;Tetapi kalau kita lihat jika Jepang menaikkan suku bunga, pasti pasar ada rebalancing posisinya ya itu yang menyebabkan dana ada yang bergerak keluar karena selama ini banyak yang memakai uang Jepang sebagai re-trade posisinya,&quot; kata Hans.
Untuk peluang IHSG, mungkin sedikit akan bergerak lambat karena pasar transaksinya sudah sepi. Namun Hans masih berharap indeks hari ini bisa menembus 6.850 untuk mulai bergerak ke level 6.900an, sehingga di akhir tahun bisa mencapai 6.950 sampai 7.000.
Peluang window dressing, karena market yang sepi kemungkinan saham-saham blue chip dan BUMN masih berpeluang untuk menguat di posisi akhir tahun karena posisinya memang saham big caps bakal menguat.</content:encoded></item></channel></rss>
